Petani Mojokerto Kawal Pembangunan Dam Irigasi, Antisipasi Banjir Musim Hujan
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Senin, 22 Sep 2025 12:33 WIB
selalu.id - Puluhan petani Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi damai di balai desa untuk mendukung pembangunan dam irigasi. Mereka berharap proyek senilai Rp4,125 miliar itu segera selesai sebelum musim hujan agar tidak menimbulkan banjir.
Baca Juga: Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto
Proyek dikerjakan oleh CV Cumi Darat Konstruksi dengan masa pelaksanaan 160 hari kalender. Dam tersebut direncanakan mengairi sekitar 90–100 hektar lahan persawahan di Desa Wonodadi dan Singowangi.
Koordinator aksi, Amang (50), mengatakan warga sepakat mengawal pembangunan agar berjalan lancar.
"Dam ini untuk mengairi 90-100 hektar area persawahan warga sehingga warga sepakat untuk mendukung agar tidak ada gejolak apapun, intervensi apapun," ujarnya, Senin (22/9/2025).
Ia menambahkan, petani khawatir banjir jika pembangunan tidak tuntas sebelum hujan deras. "Pembangunan proyek 5 bulan tapi dengan kondisi seperti ini, warga juga khawatir karena sudah mau musim hujan. Kalau hujan sudah deres dikhawatirkan akan terjadi banjir jika proyek tidak selesai. Warga akan mengawal proyek sampai selesai," katanya.
Baca Juga: Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional
Kepala Desa Wonodadi, Miskan, menjelaskan aksi warga hanya untuk menyampaikan aspirasi, bukan menolak proyek.
"Mendukung dengan adanya pembangunan dam yang ada di Desa Wonodadi. Kalau ada istilahnya kesalahpahaman itu sudah dijelaskan kemarin itu yang intinya pagi ini warga mendukung proyek pembangunan dam ini," jelasnya.
Baca Juga: Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga
Miskan menepis isu bahwa material proyek sengaja dikeluarkan dari sungai. "Hanya memindahkan untuk memudahkan pekerjaan, nanti dikembalikan lagi. Jika tidak dipindahkan sementara di atas tebing sungai, tidak bisa kerja. Memang materialnya banyak. Kalau ada warga yang memakai material, saya tidak tahu," ujarnya.
Ia menyebut dam akan mengairi sawah di tiga dusun, yakni Sumberkembar, Pasinan, dan Wonokerto. Saat ini petani kesulitan bertanam karena air terbatas. "Sekarang ini mungkin tidak bisa bertani, yang biasanya setahun 3 kali tanam, mungkin hanya 2 kali tanam dalam tahun ini karena air tidak maksimal. Pompa dari PUPR sudah memberikan solar waktu dam jebol untuk membantu warga," pungkasnya.
Editor : Ading