Selasa, 06 Okt 2026 17:29 WIB

Petani Mojokerto Kawal Pembangunan Dam Irigasi, Antisipasi Banjir Musim Hujan

selalu.id - Puluhan petani Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi damai di balai desa untuk mendukung pembangunan dam irigasi. Mereka berharap proyek senilai Rp4,125 miliar itu segera selesai sebelum musim hujan agar tidak menimbulkan banjir.

 

Baca Juga: Sambut Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan ke Petani Mojokerto

Proyek dikerjakan oleh CV Cumi Darat Konstruksi dengan masa pelaksanaan 160 hari kalender. Dam tersebut direncanakan mengairi sekitar 90–100 hektar lahan persawahan di Desa Wonodadi dan Singowangi.

 

Koordinator aksi, Amang (50), mengatakan warga sepakat mengawal pembangunan agar berjalan lancar.

"Dam ini untuk mengairi 90-100 hektar area persawahan warga sehingga warga sepakat untuk mendukung agar tidak ada gejolak apapun, intervensi apapun," ujarnya, Senin (22/9/2025).

 

Ia menambahkan, petani khawatir banjir jika pembangunan tidak tuntas sebelum hujan deras. "Pembangunan proyek 5 bulan tapi dengan kondisi seperti ini, warga juga khawatir karena sudah mau musim hujan. Kalau hujan sudah deres dikhawatirkan akan terjadi banjir jika proyek tidak selesai. Warga akan mengawal proyek sampai selesai," katanya.

Baca Juga: Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

 

Kepala Desa Wonodadi, Miskan, menjelaskan aksi warga hanya untuk menyampaikan aspirasi, bukan menolak proyek.

"Mendukung dengan adanya pembangunan dam yang ada di Desa Wonodadi. Kalau ada istilahnya kesalahpahaman itu sudah dijelaskan kemarin itu yang intinya pagi ini warga mendukung proyek pembangunan dam ini," jelasnya.

 

Baca Juga: Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Miskan menepis isu bahwa material proyek sengaja dikeluarkan dari sungai. "Hanya memindahkan untuk memudahkan pekerjaan, nanti dikembalikan lagi. Jika tidak dipindahkan sementara di atas tebing sungai, tidak bisa kerja. Memang materialnya banyak. Kalau ada warga yang memakai material, saya tidak tahu," ujarnya.

 

Ia menyebut dam akan mengairi sawah di tiga dusun, yakni Sumberkembar, Pasinan, dan Wonokerto. Saat ini petani kesulitan bertanam karena air terbatas. "Sekarang ini mungkin tidak bisa bertani, yang biasanya setahun 3 kali tanam, mungkin hanya 2 kali tanam dalam tahun ini karena air tidak maksimal. Pompa dari PUPR sudah memberikan solar waktu dam jebol untuk membantu warga," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Nasib Nahas Sofyan, Jadi Korban Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya di Hari Pertama Kerja

Sofyan kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya setelah mengalami luka bakar serius di bagian wajah serta kedua tangannya.

Hindari Jalan A Yani Surabaya, Ada Demo Depan Polda Jatim Bikin Macet

Bagi pengguna jalan yang dari arah Sidoarjo menuju Surabaya, hindari jalan depan Mapolda Jatim, karena para pendemo menutup jalan.

Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya, Polisi Sita Tabung Elpiji 50 Kilogram

Polisi juga mengamankan bagian hose atau selang instalasi yang masih berkaitan dengan tabung tersebut. 

Ledakan Elpiji di Ruko Pakuwon City, DPRD Surabaya Soroti SLF dan PBG

selalu.id - DPRD Surabaya menyoroti persoalan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) pada bangunan dan unit usaha pasca peristiwa ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon

Saksi Mata Ungkap Korban Keluar dengan Baju Sobek dari Lokasi Ledakan Ruko Pakuwon City Surabaya

Tito menyebut ledakan tersebut terdengar seperti bom.

Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Diduga Gegara Kebocoran Tabung Elpiji

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lokasi, saat itu sedang berlangsung aktivitas memasak di salah satu ruko.