Jumat, 26 Jun 2026 14:28 WIB

Petani Mojokerto Kawal Pembangunan Dam Irigasi, Antisipasi Banjir Musim Hujan

selalu.id - Puluhan petani Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi damai di balai desa untuk mendukung pembangunan dam irigasi. Mereka berharap proyek senilai Rp4,125 miliar itu segera selesai sebelum musim hujan agar tidak menimbulkan banjir.

 

Baca Juga: Dinilai Daerah Maju, LAN RI Pilih Kota Mojokerto Laboratorium Kepemimpinan

Proyek dikerjakan oleh CV Cumi Darat Konstruksi dengan masa pelaksanaan 160 hari kalender. Dam tersebut direncanakan mengairi sekitar 90–100 hektar lahan persawahan di Desa Wonodadi dan Singowangi.

 

Koordinator aksi, Amang (50), mengatakan warga sepakat mengawal pembangunan agar berjalan lancar.

"Dam ini untuk mengairi 90-100 hektar area persawahan warga sehingga warga sepakat untuk mendukung agar tidak ada gejolak apapun, intervensi apapun," ujarnya, Senin (22/9/2025).

 

Ia menambahkan, petani khawatir banjir jika pembangunan tidak tuntas sebelum hujan deras. "Pembangunan proyek 5 bulan tapi dengan kondisi seperti ini, warga juga khawatir karena sudah mau musim hujan. Kalau hujan sudah deres dikhawatirkan akan terjadi banjir jika proyek tidak selesai. Warga akan mengawal proyek sampai selesai," katanya.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Siapkan Ratusan Juta Septic Tank Bagi Warga MBR

 

Kepala Desa Wonodadi, Miskan, menjelaskan aksi warga hanya untuk menyampaikan aspirasi, bukan menolak proyek.

"Mendukung dengan adanya pembangunan dam yang ada di Desa Wonodadi. Kalau ada istilahnya kesalahpahaman itu sudah dijelaskan kemarin itu yang intinya pagi ini warga mendukung proyek pembangunan dam ini," jelasnya.

 

Baca Juga: Demo Mahasiswa di Mojokerto Memanas, Saling Dorong hingga Blokir Jalan

Miskan menepis isu bahwa material proyek sengaja dikeluarkan dari sungai. "Hanya memindahkan untuk memudahkan pekerjaan, nanti dikembalikan lagi. Jika tidak dipindahkan sementara di atas tebing sungai, tidak bisa kerja. Memang materialnya banyak. Kalau ada warga yang memakai material, saya tidak tahu," ujarnya.

 

Ia menyebut dam akan mengairi sawah di tiga dusun, yakni Sumberkembar, Pasinan, dan Wonokerto. Saat ini petani kesulitan bertanam karena air terbatas. "Sekarang ini mungkin tidak bisa bertani, yang biasanya setahun 3 kali tanam, mungkin hanya 2 kali tanam dalam tahun ini karena air tidak maksimal. Pompa dari PUPR sudah memberikan solar waktu dam jebol untuk membantu warga," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wanita Tewas Talanjang dan Berdarah di Surabaya Itu Diduga Kuat Dibunuh, Ini Identitasnya

Hingga kini tim gabungan dari Polsek Sawahan dan Polrestabes Surabaya tengah melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Wanita Tewas Talanjang dan Berdarah Dalam Kamar Rumah di Putat Jaya Surabaya

Saat ditemukan, korban dalam kondisi telanjang bulat dengan posisi tengkurap sedikit miring. Di sampingnya, ada sebuah parfum hingga tisu kering.

Polda Jatim Dorong Pemanfaatan AI untuk Keamanan Publik Lewat KREAFEST 2026

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan perkembangan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dengan bijak.

Di Tengah Guncangan Kepercayaan, Tolak Angin Tiba-tiba Tunjuk Nicholas Saputra jadi BA

Padahal, Nicholas Saputra jelas bukan nama sembarangan. Aktor kelahiran 1984 ini merupakan dipandang sebagai figur pintar.

Dispendikbud Sidoarjo Pastikan Kuota SPMB Aman, Bunda Tak Perlu Khawatir

Dispendikbud Sidoarjo menegaskan seluruh alokasi daya tampung telah disusun berdasarkan ketentuan dan petunjuk teknis yang berlaku.

Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Di balik kesibukannya, sebagai kader politik, dan pendamping warga di Surabaya, tersimpan kisah seorang anak yang tumbuh tanpa kehadiran utuh kedua orang tua.