Kamis, 20 Agu 2026 07:56 WIB

Petani Mojokerto Kawal Pembangunan Dam Irigasi, Antisipasi Banjir Musim Hujan

selalu.id - Puluhan petani Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi damai di balai desa untuk mendukung pembangunan dam irigasi. Mereka berharap proyek senilai Rp4,125 miliar itu segera selesai sebelum musim hujan agar tidak menimbulkan banjir.

 

Baca Juga: Tegaskan Arsip Bukan Cuma Administrasi, Ning Ita Minta OPD Kota Mojokerto Genjot Kinerja

Proyek dikerjakan oleh CV Cumi Darat Konstruksi dengan masa pelaksanaan 160 hari kalender. Dam tersebut direncanakan mengairi sekitar 90–100 hektar lahan persawahan di Desa Wonodadi dan Singowangi.

 

Koordinator aksi, Amang (50), mengatakan warga sepakat mengawal pembangunan agar berjalan lancar.

"Dam ini untuk mengairi 90-100 hektar area persawahan warga sehingga warga sepakat untuk mendukung agar tidak ada gejolak apapun, intervensi apapun," ujarnya, Senin (22/9/2025).

 

Ia menambahkan, petani khawatir banjir jika pembangunan tidak tuntas sebelum hujan deras. "Pembangunan proyek 5 bulan tapi dengan kondisi seperti ini, warga juga khawatir karena sudah mau musim hujan. Kalau hujan sudah deres dikhawatirkan akan terjadi banjir jika proyek tidak selesai. Warga akan mengawal proyek sampai selesai," katanya.

Baca Juga: Pabrik Mi di Glatik Mojokerto Kebakaran, Karyawan Semburat

 

Kepala Desa Wonodadi, Miskan, menjelaskan aksi warga hanya untuk menyampaikan aspirasi, bukan menolak proyek.

"Mendukung dengan adanya pembangunan dam yang ada di Desa Wonodadi. Kalau ada istilahnya kesalahpahaman itu sudah dijelaskan kemarin itu yang intinya pagi ini warga mendukung proyek pembangunan dam ini," jelasnya.

 

Baca Juga: 14.373 KPM di Kota Mojokerto Terima 30 Kilogram Beras dari Bapanas

Miskan menepis isu bahwa material proyek sengaja dikeluarkan dari sungai. "Hanya memindahkan untuk memudahkan pekerjaan, nanti dikembalikan lagi. Jika tidak dipindahkan sementara di atas tebing sungai, tidak bisa kerja. Memang materialnya banyak. Kalau ada warga yang memakai material, saya tidak tahu," ujarnya.

 

Ia menyebut dam akan mengairi sawah di tiga dusun, yakni Sumberkembar, Pasinan, dan Wonokerto. Saat ini petani kesulitan bertanam karena air terbatas. "Sekarang ini mungkin tidak bisa bertani, yang biasanya setahun 3 kali tanam, mungkin hanya 2 kali tanam dalam tahun ini karena air tidak maksimal. Pompa dari PUPR sudah memberikan solar waktu dam jebol untuk membantu warga," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Sebelumnya, Kader PDIP Surabaya Ahmad Hidayat mengaku sempat dihujani pertanyaan dari sesama kader terkait absennya wajah Armuji di poster Soekarno Cup 2026.

Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno-Welirang, Jalur Pendakian Ditutup

Dampak dari insiden kebakaran ini, akses pendakian Gunung Arjuno-Welirang resmi ditutup total mulai Rabu (19/8) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Waspada! Ini Tanda Kenapa Batuk Tak Kunjung Sembuh, Jangan Disepelekan

Apabila Anda mengalami batuk persisten yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Melalui program Rise and Speak, Polri mengajak masyarakat berani bersuara dan melaporkan segala bentuk kekerasan di sekitarnya.

Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

PLN NP terus berkomitmen mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission melalui target pengembangan lebih dari 6,3 GW energi baru terbarukan (EBT).

Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026, Arif Fathoni, mengatakan panitia turut memeriksa penataan zona suporter serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.