Rabu, 04 Feb 2026 23:43 WIB

SIER, Sampoerna, dan Pemkot Bersihkan Eceng Gondok Sungai Tambak Oso untuk Cegah Banjir

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) berkolaborasi dengan PT HM Sampoerna Tbk dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, melaksanakan aksi bersih-bersih Sungai Tambak Oso yang melintas di kawasan industri SIER, Jumat (19/9/2025). Kegiatan ini berfokus pada pengerukan sedimen serta pembersihan eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir di musim penghujan.

 

Baca Juga: Kado Istimewa di Peringatan Bulan K3 Nasional 2026, SIER Raih Sertifikat SMK3 dari Kemnaker RI

Kepala Divisi Manajemen Kawasan SIER, M Afifuddin, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas pihak, termasuk dukungan penuh Pemkot Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Gunung Anyar, dan sejumlah kelurahan di sekitarnya. Kolaborasi antara kawasan industri, swasta, dan pemerintah daerah ini merupakan kunci untuk mengatasi persoalan lingkungan.

 

“Kami berterima kasih kepada PT HM Sampoerna Tbk, Pemkot Surabaya, dan seluruh stakeholder yang mendukung kegiatan ini. Sungai Tambak Oso kerap menimbulkan banjir di musim hujan. Karena itu, kerja sama seperti ini harus terus dilakukan agar manfaatnya nyata dirasakan masyarakat,” ujarnya. 

 

Sementara itu, Manager Hand-Rolled PT HM Sampoerna Tbk Plant Rungkut 1 Surabaya, Sianggono Harisan, menekankan pentingnya aksi kolektif menjaga sungai tetap bersih. 

 

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Stakeholder Forum and Sharing Session yang kami gelar April lalu. Dengan tema ‘Satu Langkah Bersama: Normalisasi Sungai, Cegah Risiko Banjir’, kami berharap aksi ini tidak hanya berdampak pada kebersihan sungai, tetapi juga mendorong perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan daya serap air untuk mengurangi risiko banjir,” jelasnya.

Baca Juga: SIER Tegaskan Komitmen Bangun Budaya K3 dan Ajak Tenant Utamakan Keselamatan Kerja

 

Aksi gotong royong ini melibatkan ratusan peserta, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Kecamatan Gunung Anyar, Kelurahan Rungkut Tengah, Rungkut Menanggal, Gunung Anyar, Gunung Anyar Tambak, PT SIER, Forkom SIER, Kader Surabaya Hebat, hingga masyarakat umum.

 

Camat Gunung Anyar, Ario Bagus Permadi, menyebut inisiatif ini sebagai langkah mitigatif yang tepat untuk menghadapi musim penghujan. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga kondisi sungai tetap bersih dan meminimalkan risiko banjir.

Baca Juga: SIER dan PPM Jalin Kerja Sama Pengolahan Air Limbah Berbasis Teknologi Nano Bio

 

“Terima kasih kepada PT HM Sampoerna, PT SIER, dan Pemkot Surabaya yang telah menggagas kegiatan ini. Sinergi ini merupakan upaya nyata menjaga kondisi sungai menjelang musim penghujan. Semoga langkah ini terus berlanjut agar risiko banjir di Surabaya semakin berkurang,” paparnya.

 

Dalam aksi bersih-bersih sungai Tambak Oso ini, tercatat 80 ton lebih sedimen berupa tanah, rumput liar, eceng gondok, dan sampah berhasil dikeruk dari Sungai Tambak Oso. Kegiatan akan dilanjutkan, Sabtu (20/09/2025), hingga titik radius yang telah direncanakan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya

Kasus ini sendiri telah masuk ke ranah kepolisian, setelah Ir Peter Putero, melaporkan Pendeta Samuel ke Polda Jatim.

Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

Masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi saat musim hujan.

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Diklat yang digelar selama 10 hari penuh ini merupakan perubahan signifikan dari pembekalan sebelumnya yang hanya berupa bimbingan teknis (bimtek).