Kamis, 04 Jun 2026 08:20 WIB

PGN Bangun IPAL Tahu di Jombang, Tekan 77 Persen Polusi Organik

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal untuk sentra industri tahu di Kabupaten Jombang. Program ini hasil kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pemkab Jombang melalui program tanggung jawab sosial (CSR) bertajuk Kampung Pangan BERSINAR.

 

Baca Juga: Kembangkan Blue Ammonia di Indonesia, PGN Gandeng JSA pada Ajang IPA Convex 2026

IPAL komunal dibangun untuk mengatasi persoalan limbah dari 88 pabrik tahu di Kecamatan Jogoroto. Selama ini, industri tahu menghasilkan limbah cair sekitar 1.260 meter kubik per hari atau setara 1,26 juta liter dengan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) mencapai 4.200 kilogram per hari. Melalui IPAL, kadar BOD ditargetkan turun menjadi 960 kilogram per hari atau berkurang 77 persen.

 

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLHK, Tulus Laksono, menyebut pembangunan IPAL diprioritaskan di sentra tahu Jombang untuk memperbaiki kualitas Sungai Brantas. “Sentra tahu Jombang dipilih untuk mencari solusi pengelolaan limbah dan memperbaiki kualitas air Sungai Brantas,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).

 

Bupati Jombang, Warsubi, menambahkan bahwa industri tahu di Jogoroto menyerap ribuan tenaga kerja. Namun, pengelolaan limbah menjadi tantangan serius. “Kami berterima kasih atas pembangunan IPAL Komunal antara KLHK, DLH Jombang, dan Pertamina Grup melalui PGN,” katanya.

 

Baca Juga: PGN Pastikan Keamanan Jaringan Gas Bumi dengan Layanan Tanggap Darurat 24 Jam

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, menegaskan pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi terpadu. “Usaha tahu adalah produk unggulan masyarakat Jombang. Dengan dukungan sisi lingkungan, sosial, dan ekonomi, diharapkan bisa memberi nilai tambah,” ujarnya.

 

Selain IPAL, program juga mencakup kolam fitoremediasi, pengolahan eceng gondok menjadi pupuk, peralihan energi dari kayu bakar ke gas bumi, serta pengumpulan minyak jelantah. Pada aspek sosial, program akan membentuk koperasi, memberdayakan perempuan, dan meningkatkan kesadaran sanitasi. Dari sisi ekonomi, akan digelar pelatihan UMKM, branding, sertifikasi halal, PIRT, dan literasi finansial.

 

Baca Juga: PGN Jaga Kinerja Solid di Triwulan I 2026, Fokus Layanan Dosmetik dan Disiplin Keuangan

Peletakan batu pertama program Kampung Pangan BERSINAR digelar Selasa (16/9/2025). Pendekatan yang digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan hasil optimal bagi masyarakat.

 

“Upaya kolaboratif ini diharapkan menjadi langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi lokal,” pungkas Rachmat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.