Senin, 02 Feb 2026 05:26 WIB

PGN Bangun IPAL Tahu di Jombang, Tekan 77 Persen Polusi Organik

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal untuk sentra industri tahu di Kabupaten Jombang. Program ini hasil kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pemkab Jombang melalui program tanggung jawab sosial (CSR) bertajuk Kampung Pangan BERSINAR.

 

Baca Juga: Dukung Operasional 24 Jam, PGN Pastikan Pasokan Gas ke RSUP Dr. Sardjito

IPAL komunal dibangun untuk mengatasi persoalan limbah dari 88 pabrik tahu di Kecamatan Jogoroto. Selama ini, industri tahu menghasilkan limbah cair sekitar 1.260 meter kubik per hari atau setara 1,26 juta liter dengan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) mencapai 4.200 kilogram per hari. Melalui IPAL, kadar BOD ditargetkan turun menjadi 960 kilogram per hari atau berkurang 77 persen.

 

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLHK, Tulus Laksono, menyebut pembangunan IPAL diprioritaskan di sentra tahu Jombang untuk memperbaiki kualitas Sungai Brantas. “Sentra tahu Jombang dipilih untuk mencari solusi pengelolaan limbah dan memperbaiki kualitas air Sungai Brantas,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).

 

Bupati Jombang, Warsubi, menambahkan bahwa industri tahu di Jogoroto menyerap ribuan tenaga kerja. Namun, pengelolaan limbah menjadi tantangan serius. “Kami berterima kasih atas pembangunan IPAL Komunal antara KLHK, DLH Jombang, dan Pertamina Grup melalui PGN,” katanya.

 

Baca Juga: Libur Nataru 2026, BPH Migas dan PGN Jamin Keandalan Gas Bumi di Jatim

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, menegaskan pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi terpadu. “Usaha tahu adalah produk unggulan masyarakat Jombang. Dengan dukungan sisi lingkungan, sosial, dan ekonomi, diharapkan bisa memberi nilai tambah,” ujarnya.

 

Selain IPAL, program juga mencakup kolam fitoremediasi, pengolahan eceng gondok menjadi pupuk, peralihan energi dari kayu bakar ke gas bumi, serta pengumpulan minyak jelantah. Pada aspek sosial, program akan membentuk koperasi, memberdayakan perempuan, dan meningkatkan kesadaran sanitasi. Dari sisi ekonomi, akan digelar pelatihan UMKM, branding, sertifikasi halal, PIRT, dan literasi finansial.

 

Baca Juga: Infrastruktur Offtake Tandes Perkuat Layanan Gas Bumi Surabaya

Peletakan batu pertama program Kampung Pangan BERSINAR digelar Selasa (16/9/2025). Pendekatan yang digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan hasil optimal bagi masyarakat.

 

“Upaya kolaboratif ini diharapkan menjadi langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi lokal,” pungkas Rachmat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.