Minggu, 06 Sep 2026 08:10 WIB

PGN Bangun IPAL Tahu di Jombang, Tekan 77 Persen Polusi Organik

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal untuk sentra industri tahu di Kabupaten Jombang. Program ini hasil kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Pemkab Jombang melalui program tanggung jawab sosial (CSR) bertajuk Kampung Pangan BERSINAR.

 

Baca Juga: Energi Bersih di Hari Kemerdekaan: Warga Semarang Nikmati Kepraktisan dan Hematnya Jargas PGN

IPAL komunal dibangun untuk mengatasi persoalan limbah dari 88 pabrik tahu di Kecamatan Jogoroto. Selama ini, industri tahu menghasilkan limbah cair sekitar 1.260 meter kubik per hari atau setara 1,26 juta liter dengan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) mencapai 4.200 kilogram per hari. Melalui IPAL, kadar BOD ditargetkan turun menjadi 960 kilogram per hari atau berkurang 77 persen.

 

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLHK, Tulus Laksono, menyebut pembangunan IPAL diprioritaskan di sentra tahu Jombang untuk memperbaiki kualitas Sungai Brantas. “Sentra tahu Jombang dipilih untuk mencari solusi pengelolaan limbah dan memperbaiki kualitas air Sungai Brantas,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).

 

Bupati Jombang, Warsubi, menambahkan bahwa industri tahu di Jogoroto menyerap ribuan tenaga kerja. Namun, pengelolaan limbah menjadi tantangan serius. “Kami berterima kasih atas pembangunan IPAL Komunal antara KLHK, DLH Jombang, dan Pertamina Grup melalui PGN,” katanya.

 

Baca Juga: PGN Sabet Penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2026

Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, menegaskan pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi terpadu. “Usaha tahu adalah produk unggulan masyarakat Jombang. Dengan dukungan sisi lingkungan, sosial, dan ekonomi, diharapkan bisa memberi nilai tambah,” ujarnya.

 

Selain IPAL, program juga mencakup kolam fitoremediasi, pengolahan eceng gondok menjadi pupuk, peralihan energi dari kayu bakar ke gas bumi, serta pengumpulan minyak jelantah. Pada aspek sosial, program akan membentuk koperasi, memberdayakan perempuan, dan meningkatkan kesadaran sanitasi. Dari sisi ekonomi, akan digelar pelatihan UMKM, branding, sertifikasi halal, PIRT, dan literasi finansial.

 

Baca Juga: Operasikan CISEM II, Cara PGN Group Perkuat Konektivitas Infrastruktur Gas Bumi Nasional

Peletakan batu pertama program Kampung Pangan BERSINAR digelar Selasa (16/9/2025). Pendekatan yang digunakan adalah Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengevaluasi dampak lingkungan dan hasil optimal bagi masyarakat.

 

“Upaya kolaboratif ini diharapkan menjadi langkah konkret menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi lokal,” pungkas Rachmat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.