Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Bantah Camat, Warga Benowo: Kami Sudah Sering Merasakan, Itu Bukan Sampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Sep 2025 11:12 WIB
Warga Wisma Tengger, RT 04 RW 06, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo
Warga Wisma Tengger, RT 04 RW 06, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo

selalu.id – Warga Wisma Tengger, RT 04 RW 06, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, kembali resah akibat bau menyengat yang muncul pada Jumat (12/9/2025) malam.

 

Baca Juga: PT Suka Jadi Logam Bantah Cemari Lingkungan, Klaim Produksi Sesuai Aturan

Peristiwa itu terjadi saat sekitar 30 hingga 40 warga menggelar pertemuan rutin di balai RT, berjarak 75 meter dari PT Suka Jadi Logam.

 

Seorang warga, Ibnu, menuturkan bau menyengat datang tiba-tiba hingga membuat warga batuk dan sesak napas.

 

“Sekitar jam 21.40 WIB kami rapat, tiba-tiba ada bau menyengat. Beberapa warga langsung batuk dan sesak. Karena curiga, kami ramai-ramai menuju gedung PT Suka Jadi Logam,” kata Ibnu kepada selalu.id, Senin (15/9/2025).

 

Di lokasi, warga menemui satpam perusahaan. Namun, satpam menyebut bau tersebut berasal dari pembakaran sampah. Penjelasan itu ditolak warga.

 

“Logikanya, sampah rumah tangga baunya tidak seperti itu. Kami sudah sering merasakan, baunya khas peleburan logam. Begitu kami teriak-teriak, lampu gedung dimatikan, lalu bau langsung hilang,” tegasnya.

 

Ibnu menambahkan, setelah lampu gedung padam, beberapa warga melihat pekerja muncul dari lantai tiga pabrik, sehingga kecurigaan warga semakin kuat.

 

“Kami 100 persen yakin, ini bukan dari sampah. Kalau logam dibakar malam hari, asapnya berat dan turun ke bawah. Jadi yang di jalan kampung paling terasa, di dalam rumah tidak tercium, tapi di area terbuka langsung menusuk,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Tegaskan PT Suka Jadi Logam Disegel, Minta Warga Laporkan Aktivitas Ilegal

 

Momen protes warga itu juga terekam dalam video berdurasi 11 detik yang beredar di grup warga. Dalam rekaman, terlihat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi pabrik, bahkan ada yang menyerukan agar kejadian tersebut diviralkan hingga ke telinga Presiden.

 

Bau menyengat itu membuat sejumlah warga berhenti beraktivitas karena sesak napas.

 

“Ini sudah berulang kali terjadi, padahal sudah disegel. Kami tidak akan tinggal diam,” ujar Ibnu.

 

Sementara itu, Camat Benowo Denny Christupel Tupamahu memastikan pihak PT Suka Jadi Logam tidak beroperasi saat kejadian.

Baca Juga: PT Suka Jadi Logam Terancam Pidana, DPRD Surabaya Minta Pemkot Bertindak Tegas

 

“Pihak PT menyampaikan bahwa mereka tidak beroperasi. Bau menyengat itu diduga berasal dari bakar-bakaran di ujung tikungan dekat lokasi, bukan dari peleburan emas,” kata Denny kepada selalu.id, Minggu (14/9/2025).

 

Denny menambahkan, sehari setelah kejadian ia bersama lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol Kecamatan mendatangi PT Suka Jadi Logam. Ia juga menegaskan perusahaan harus menghentikan aktivitas sampai melengkapi hasil uji emisi cerobong.

 

“Mulai Sabtu malam, pengamanan sudah ditempatkan di depan area PT Suka Jadi Logam oleh Satpol Kecamatan, Projopati, Polsek Benowo, hingga Polrestabes. Tujuannya agar warga tetap tenang,” ujarnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.