Kamis, 04 Jun 2026 18:51 WIB

Bantah Camat, Warga Benowo: Kami Sudah Sering Merasakan, Itu Bukan Sampah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Sep 2025 11:12 WIB
Warga Wisma Tengger, RT 04 RW 06, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo
Warga Wisma Tengger, RT 04 RW 06, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo

selalu.id – Warga Wisma Tengger, RT 04 RW 06, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, kembali resah akibat bau menyengat yang muncul pada Jumat (12/9/2025) malam.

 

Baca Juga: PT Suka Jadi Logam Bantah Cemari Lingkungan, Klaim Produksi Sesuai Aturan

Peristiwa itu terjadi saat sekitar 30 hingga 40 warga menggelar pertemuan rutin di balai RT, berjarak 75 meter dari PT Suka Jadi Logam.

 

Seorang warga, Ibnu, menuturkan bau menyengat datang tiba-tiba hingga membuat warga batuk dan sesak napas.

 

“Sekitar jam 21.40 WIB kami rapat, tiba-tiba ada bau menyengat. Beberapa warga langsung batuk dan sesak. Karena curiga, kami ramai-ramai menuju gedung PT Suka Jadi Logam,” kata Ibnu kepada selalu.id, Senin (15/9/2025).

 

Di lokasi, warga menemui satpam perusahaan. Namun, satpam menyebut bau tersebut berasal dari pembakaran sampah. Penjelasan itu ditolak warga.

 

“Logikanya, sampah rumah tangga baunya tidak seperti itu. Kami sudah sering merasakan, baunya khas peleburan logam. Begitu kami teriak-teriak, lampu gedung dimatikan, lalu bau langsung hilang,” tegasnya.

 

Ibnu menambahkan, setelah lampu gedung padam, beberapa warga melihat pekerja muncul dari lantai tiga pabrik, sehingga kecurigaan warga semakin kuat.

 

“Kami 100 persen yakin, ini bukan dari sampah. Kalau logam dibakar malam hari, asapnya berat dan turun ke bawah. Jadi yang di jalan kampung paling terasa, di dalam rumah tidak tercium, tapi di area terbuka langsung menusuk,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Tegaskan PT Suka Jadi Logam Disegel, Minta Warga Laporkan Aktivitas Ilegal

 

Momen protes warga itu juga terekam dalam video berdurasi 11 detik yang beredar di grup warga. Dalam rekaman, terlihat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi pabrik, bahkan ada yang menyerukan agar kejadian tersebut diviralkan hingga ke telinga Presiden.

 

Bau menyengat itu membuat sejumlah warga berhenti beraktivitas karena sesak napas.

 

“Ini sudah berulang kali terjadi, padahal sudah disegel. Kami tidak akan tinggal diam,” ujar Ibnu.

 

Sementara itu, Camat Benowo Denny Christupel Tupamahu memastikan pihak PT Suka Jadi Logam tidak beroperasi saat kejadian.

Baca Juga: PT Suka Jadi Logam Terancam Pidana, DPRD Surabaya Minta Pemkot Bertindak Tegas

 

“Pihak PT menyampaikan bahwa mereka tidak beroperasi. Bau menyengat itu diduga berasal dari bakar-bakaran di ujung tikungan dekat lokasi, bukan dari peleburan emas,” kata Denny kepada selalu.id, Minggu (14/9/2025).

 

Denny menambahkan, sehari setelah kejadian ia bersama lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol Kecamatan mendatangi PT Suka Jadi Logam. Ia juga menegaskan perusahaan harus menghentikan aktivitas sampai melengkapi hasil uji emisi cerobong.

 

“Mulai Sabtu malam, pengamanan sudah ditempatkan di depan area PT Suka Jadi Logam oleh Satpol Kecamatan, Projopati, Polsek Benowo, hingga Polrestabes. Tujuannya agar warga tetap tenang,” ujarnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.