Kamis, 04 Jun 2026 11:45 WIB

Punden Telogo Sepat Terancam Longsor, Cak Yebe Biayai Plengsengan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 13 Sep 2025 20:42 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, turun langsung menyelamatkan Punden Telogo Sepat di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri.

Pembangunan plengsengan di kawasan punden bersejarah itu tidak kunjung terealisasi melalui dana kelurahan (dakel). Warga pun berkali-kali kecewa karena pengajuan selalu ditolak tanpa jawaban pasti dari Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

“Alhamdulillah, di kesempatan reses ini saya menginisiasi sekaligus membantu pembangunan plengsengan telaga Punden Sepat dengan dana pribadi sebesar Rp26,5 juta. Itu dipakai untuk sisi utara punden karena kondisinya sangat urgent,” ujar Yona, akrab disapa Cak Yebe, saat reses di RW 5 Lidah Kulon, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, plengsengan di sisi utara sudah sangat rawan longsor. Jika dibiarkan, balai RW dan pendopo warga bisa tergerus saat musim hujan.

“Kalau musim hujan, tanah di sekitar punden berisiko longsor. Itu bisa membahayakan bangunan balai RW dan pendopo yang dipakai warga untuk kegiatan sehari-hari,” jelas politisi Gerindra ini.

Warga Lidah Kulon sendiri sudah berulang kali mengajukan pembangunan melalui program dakel, namun hasilnya nihil. Inisiatif pribadi Cak Yebe akhirnya menjadi penyelamat agar punden yang sarat sejarah itu tetap bertahan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

“Kesuwen ngenteni dan arep-arep dakel. Punden ini sarat histori bagi warga Sepat Lidah Kulon dan bagian dari khazanah budaya lokal Surabaya yang harus dilestarikan,” tegasnya.

Punden Telogo Sepat dikenal memiliki nilai sejarah, spiritual, sekaligus kultural. Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai Waduk Sakti Sepat, sebuah telaga tua yang menjadi pusat upacara adat seperti sedekah bumi.

“Punden Telogo Sepat ini bukan lokasi biasa. Kalau situs ini rusak, bukan hanya fisiknya yang hilang, tapi juga warisan budaya yang diwariskan turun-temurun,” imbuh Cak Yebe.

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Panggil Lagi DPRKPP Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari

Ia menegaskan, pemerintah harus lebih peduli menjaga situs budaya yang ada di Surabaya.

“Ini bukan sekadar infrastruktur kecil, tapi soal identitas dan warisan budaya Kota Pahlawan,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.