Rabu, 22 Jul 2026 13:26 WIB

Punden Telogo Sepat Terancam Longsor, Cak Yebe Biayai Plengsengan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 13 Sep 2025 20:42 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, turun langsung menyelamatkan Punden Telogo Sepat di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri.

Pembangunan plengsengan di kawasan punden bersejarah itu tidak kunjung terealisasi melalui dana kelurahan (dakel). Warga pun berkali-kali kecewa karena pengajuan selalu ditolak tanpa jawaban pasti dari Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

“Alhamdulillah, di kesempatan reses ini saya menginisiasi sekaligus membantu pembangunan plengsengan telaga Punden Sepat dengan dana pribadi sebesar Rp26,5 juta. Itu dipakai untuk sisi utara punden karena kondisinya sangat urgent,” ujar Yona, akrab disapa Cak Yebe, saat reses di RW 5 Lidah Kulon, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, plengsengan di sisi utara sudah sangat rawan longsor. Jika dibiarkan, balai RW dan pendopo warga bisa tergerus saat musim hujan.

“Kalau musim hujan, tanah di sekitar punden berisiko longsor. Itu bisa membahayakan bangunan balai RW dan pendopo yang dipakai warga untuk kegiatan sehari-hari,” jelas politisi Gerindra ini.

Warga Lidah Kulon sendiri sudah berulang kali mengajukan pembangunan melalui program dakel, namun hasilnya nihil. Inisiatif pribadi Cak Yebe akhirnya menjadi penyelamat agar punden yang sarat sejarah itu tetap bertahan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

“Kesuwen ngenteni dan arep-arep dakel. Punden ini sarat histori bagi warga Sepat Lidah Kulon dan bagian dari khazanah budaya lokal Surabaya yang harus dilestarikan,” tegasnya.

Punden Telogo Sepat dikenal memiliki nilai sejarah, spiritual, sekaligus kultural. Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai Waduk Sakti Sepat, sebuah telaga tua yang menjadi pusat upacara adat seperti sedekah bumi.

“Punden Telogo Sepat ini bukan lokasi biasa. Kalau situs ini rusak, bukan hanya fisiknya yang hilang, tapi juga warisan budaya yang diwariskan turun-temurun,” imbuh Cak Yebe.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

Ia menegaskan, pemerintah harus lebih peduli menjaga situs budaya yang ada di Surabaya.

“Ini bukan sekadar infrastruktur kecil, tapi soal identitas dan warisan budaya Kota Pahlawan,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.