Minggu, 08 Nov 2026 01:04 WIB

Punden Telogo Sepat Terancam Longsor, Cak Yebe Biayai Plengsengan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 13 Sep 2025 20:42 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, turun langsung menyelamatkan Punden Telogo Sepat di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri.

Pembangunan plengsengan di kawasan punden bersejarah itu tidak kunjung terealisasi melalui dana kelurahan (dakel). Warga pun berkali-kali kecewa karena pengajuan selalu ditolak tanpa jawaban pasti dari Pemkot Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Pertanyakan Ratusan Miliar Anggaran Kecamatan Masuk Pos Pendidikan

“Alhamdulillah, di kesempatan reses ini saya menginisiasi sekaligus membantu pembangunan plengsengan telaga Punden Sepat dengan dana pribadi sebesar Rp26,5 juta. Itu dipakai untuk sisi utara punden karena kondisinya sangat urgent,” ujar Yona, akrab disapa Cak Yebe, saat reses di RW 5 Lidah Kulon, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, plengsengan di sisi utara sudah sangat rawan longsor. Jika dibiarkan, balai RW dan pendopo warga bisa tergerus saat musim hujan.

“Kalau musim hujan, tanah di sekitar punden berisiko longsor. Itu bisa membahayakan bangunan balai RW dan pendopo yang dipakai warga untuk kegiatan sehari-hari,” jelas politisi Gerindra ini.

Warga Lidah Kulon sendiri sudah berulang kali mengajukan pembangunan melalui program dakel, namun hasilnya nihil. Inisiatif pribadi Cak Yebe akhirnya menjadi penyelamat agar punden yang sarat sejarah itu tetap bertahan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Kinerja Pemkot: Jangan Cuma Bersandar Capaian Anggaran!

“Kesuwen ngenteni dan arep-arep dakel. Punden ini sarat histori bagi warga Sepat Lidah Kulon dan bagian dari khazanah budaya lokal Surabaya yang harus dilestarikan,” tegasnya.

Punden Telogo Sepat dikenal memiliki nilai sejarah, spiritual, sekaligus kultural. Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai Waduk Sakti Sepat, sebuah telaga tua yang menjadi pusat upacara adat seperti sedekah bumi.

“Punden Telogo Sepat ini bukan lokasi biasa. Kalau situs ini rusak, bukan hanya fisiknya yang hilang, tapi juga warisan budaya yang diwariskan turun-temurun,” imbuh Cak Yebe.

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!

Ia menegaskan, pemerintah harus lebih peduli menjaga situs budaya yang ada di Surabaya.

“Ini bukan sekadar infrastruktur kecil, tapi soal identitas dan warisan budaya Kota Pahlawan,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.