Selasa, 03 Feb 2026 20:12 WIB

Punden Telogo Sepat Terancam Longsor, Cak Yebe Biayai Plengsengan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 13 Sep 2025 20:42 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, turun langsung menyelamatkan Punden Telogo Sepat di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri.

Pembangunan plengsengan di kawasan punden bersejarah itu tidak kunjung terealisasi melalui dana kelurahan (dakel). Warga pun berkali-kali kecewa karena pengajuan selalu ditolak tanpa jawaban pasti dari Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

“Alhamdulillah, di kesempatan reses ini saya menginisiasi sekaligus membantu pembangunan plengsengan telaga Punden Sepat dengan dana pribadi sebesar Rp26,5 juta. Itu dipakai untuk sisi utara punden karena kondisinya sangat urgent,” ujar Yona, akrab disapa Cak Yebe, saat reses di RW 5 Lidah Kulon, Sabtu (13/9/2025).

Menurutnya, plengsengan di sisi utara sudah sangat rawan longsor. Jika dibiarkan, balai RW dan pendopo warga bisa tergerus saat musim hujan.

“Kalau musim hujan, tanah di sekitar punden berisiko longsor. Itu bisa membahayakan bangunan balai RW dan pendopo yang dipakai warga untuk kegiatan sehari-hari,” jelas politisi Gerindra ini.

Warga Lidah Kulon sendiri sudah berulang kali mengajukan pembangunan melalui program dakel, namun hasilnya nihil. Inisiatif pribadi Cak Yebe akhirnya menjadi penyelamat agar punden yang sarat sejarah itu tetap bertahan.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Kesuwen ngenteni dan arep-arep dakel. Punden ini sarat histori bagi warga Sepat Lidah Kulon dan bagian dari khazanah budaya lokal Surabaya yang harus dilestarikan,” tegasnya.

Punden Telogo Sepat dikenal memiliki nilai sejarah, spiritual, sekaligus kultural. Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai Waduk Sakti Sepat, sebuah telaga tua yang menjadi pusat upacara adat seperti sedekah bumi.

“Punden Telogo Sepat ini bukan lokasi biasa. Kalau situs ini rusak, bukan hanya fisiknya yang hilang, tapi juga warisan budaya yang diwariskan turun-temurun,” imbuh Cak Yebe.

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Ia menegaskan, pemerintah harus lebih peduli menjaga situs budaya yang ada di Surabaya.

“Ini bukan sekadar infrastruktur kecil, tapi soal identitas dan warisan budaya Kota Pahlawan,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.