Rabu, 22 Jul 2026 14:38 WIB

Pelayanan Publik Ngaret, Wali Kota Eri Ancam Copot Lurah dan Camat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Sep 2025 17:36 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegur keras jajaran lurah dan camat setelah mendapati pelayanan publik di Kantor Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang, belum dibuka tepat waktu saat inspeksi mendadak (sidak), Senin (8/9/2025).

 

Baca Juga: Awas! Wali Kota Eri Ancam Sanksi Sekolah yang Tarik Iuran ke Siswa

Eri mengaku kecewa karena saat tiba pukul 08.00 WIB, layanan belum berjalan. Bahkan, seorang warga mengeluhkan harus menunggu lama hanya untuk mengambil KTP.

 

“Ada yang bilang ke saya, ‘Pak Wali, saya kerja agak terlambat, mau ambil KTP.’ Di dalam ada (pegawai) yang masih sisiran. Ini kantor negara dibiayai dengan uang rakyat, kalau kalian tidak mau (melayani), silakan mundur,” tegas Eri dalam pengarahan di Graha Sawunggaling, Selasa (9/9/2025).

 

Menurutnya, kantor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat wajib membuka layanan tepat waktu. Pemimpin seperti lurah dan camat harus menjadi teladan kedisiplinan.

 

“Kalau kalian dikasih jabatan sebagai pemimpin, kasih contoh (baik) anak buahnya. Jadi pemimpin tak bisa kasih contoh anak buahnya, ajur (rusak) ini pemerintahan,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Ancam Copot ASN yang Terlibat Pungli dan Persulit Perizinan

 

Eri juga menyoroti hal sepele yang mencerminkan ketidakdisiplinan pegawai, seperti datang ke kantor dengan sandal saat jam kerja.

 

“Kalau datang sebelum pukul 07.30 WIB pakai sandal terus ganti sepatu silakan. Tapi kalau datang 07.30 WIB pakai sandal, harusnya (pegawai) diberi sanksi,” tegasnya.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Ancam Copot Kepala Dinas yang Suka Beli Produk Impor

Selain disiplin waktu, Eri menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi praktik pungutan liar (pungli). Seluruh lurah, camat, dan kepala perangkat daerah diminta menandatangani surat pernyataan integritas.

 

“Setelah hari ini sampai ada pungli di tempat kalian, lurah, camat, dan kepala dinas saya copot. Saya tidak akan memberikan maaf setelah hari ini kalau masih ada pungli. Saya copot lurah, camat, dan kepala dinasnya, karena tidak bisa memimpin anak buahnya,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.