Sabtu, 24 Okt 2026 00:09 WIB

Pelayanan Publik Ngaret, Wali Kota Eri Ancam Copot Lurah dan Camat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Sep 2025 17:36 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegur keras jajaran lurah dan camat setelah mendapati pelayanan publik di Kantor Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang, belum dibuka tepat waktu saat inspeksi mendadak (sidak), Senin (8/9/2025).

 

Baca Juga: Awas! Wali Kota Eri Ancam Sanksi Sekolah yang Tarik Iuran ke Siswa

Eri mengaku kecewa karena saat tiba pukul 08.00 WIB, layanan belum berjalan. Bahkan, seorang warga mengeluhkan harus menunggu lama hanya untuk mengambil KTP.

 

“Ada yang bilang ke saya, ‘Pak Wali, saya kerja agak terlambat, mau ambil KTP.’ Di dalam ada (pegawai) yang masih sisiran. Ini kantor negara dibiayai dengan uang rakyat, kalau kalian tidak mau (melayani), silakan mundur,” tegas Eri dalam pengarahan di Graha Sawunggaling, Selasa (9/9/2025).

 

Menurutnya, kantor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat wajib membuka layanan tepat waktu. Pemimpin seperti lurah dan camat harus menjadi teladan kedisiplinan.

 

“Kalau kalian dikasih jabatan sebagai pemimpin, kasih contoh (baik) anak buahnya. Jadi pemimpin tak bisa kasih contoh anak buahnya, ajur (rusak) ini pemerintahan,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Ancam Copot ASN yang Terlibat Pungli dan Persulit Perizinan

 

Eri juga menyoroti hal sepele yang mencerminkan ketidakdisiplinan pegawai, seperti datang ke kantor dengan sandal saat jam kerja.

 

“Kalau datang sebelum pukul 07.30 WIB pakai sandal terus ganti sepatu silakan. Tapi kalau datang 07.30 WIB pakai sandal, harusnya (pegawai) diberi sanksi,” tegasnya.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Ancam Copot Kepala Dinas yang Suka Beli Produk Impor

Selain disiplin waktu, Eri menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi praktik pungutan liar (pungli). Seluruh lurah, camat, dan kepala perangkat daerah diminta menandatangani surat pernyataan integritas.

 

“Setelah hari ini sampai ada pungli di tempat kalian, lurah, camat, dan kepala dinas saya copot. Saya tidak akan memberikan maaf setelah hari ini kalau masih ada pungli. Saya copot lurah, camat, dan kepala dinasnya, karena tidak bisa memimpin anak buahnya,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).