Selasa, 03 Feb 2026 20:13 WIB

Pelayanan Publik Ngaret, Wali Kota Eri Ancam Copot Lurah dan Camat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Sep 2025 17:36 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegur keras jajaran lurah dan camat setelah mendapati pelayanan publik di Kantor Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang, belum dibuka tepat waktu saat inspeksi mendadak (sidak), Senin (8/9/2025).

 

Baca Juga: Awas! Wali Kota Eri Ancam Sanksi Sekolah yang Tarik Iuran ke Siswa

Eri mengaku kecewa karena saat tiba pukul 08.00 WIB, layanan belum berjalan. Bahkan, seorang warga mengeluhkan harus menunggu lama hanya untuk mengambil KTP.

 

“Ada yang bilang ke saya, ‘Pak Wali, saya kerja agak terlambat, mau ambil KTP.’ Di dalam ada (pegawai) yang masih sisiran. Ini kantor negara dibiayai dengan uang rakyat, kalau kalian tidak mau (melayani), silakan mundur,” tegas Eri dalam pengarahan di Graha Sawunggaling, Selasa (9/9/2025).

 

Menurutnya, kantor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat wajib membuka layanan tepat waktu. Pemimpin seperti lurah dan camat harus menjadi teladan kedisiplinan.

 

“Kalau kalian dikasih jabatan sebagai pemimpin, kasih contoh (baik) anak buahnya. Jadi pemimpin tak bisa kasih contoh anak buahnya, ajur (rusak) ini pemerintahan,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Ancam Copot ASN yang Terlibat Pungli dan Persulit Perizinan

 

Eri juga menyoroti hal sepele yang mencerminkan ketidakdisiplinan pegawai, seperti datang ke kantor dengan sandal saat jam kerja.

 

“Kalau datang sebelum pukul 07.30 WIB pakai sandal terus ganti sepatu silakan. Tapi kalau datang 07.30 WIB pakai sandal, harusnya (pegawai) diberi sanksi,” tegasnya.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Ancam Copot Kepala Dinas yang Suka Beli Produk Impor

Selain disiplin waktu, Eri menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi praktik pungutan liar (pungli). Seluruh lurah, camat, dan kepala perangkat daerah diminta menandatangani surat pernyataan integritas.

 

“Setelah hari ini sampai ada pungli di tempat kalian, lurah, camat, dan kepala dinas saya copot. Saya tidak akan memberikan maaf setelah hari ini kalau masih ada pungli. Saya copot lurah, camat, dan kepala dinasnya, karena tidak bisa memimpin anak buahnya,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.