Senin, 07 Sep 2026 23:40 WIB

Pelayanan Publik Ngaret, Wali Kota Eri Ancam Copot Lurah dan Camat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Sep 2025 17:36 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegur keras jajaran lurah dan camat setelah mendapati pelayanan publik di Kantor Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang, belum dibuka tepat waktu saat inspeksi mendadak (sidak), Senin (8/9/2025).

 

Baca Juga: Awas! Wali Kota Eri Ancam Sanksi Sekolah yang Tarik Iuran ke Siswa

Eri mengaku kecewa karena saat tiba pukul 08.00 WIB, layanan belum berjalan. Bahkan, seorang warga mengeluhkan harus menunggu lama hanya untuk mengambil KTP.

 

“Ada yang bilang ke saya, ‘Pak Wali, saya kerja agak terlambat, mau ambil KTP.’ Di dalam ada (pegawai) yang masih sisiran. Ini kantor negara dibiayai dengan uang rakyat, kalau kalian tidak mau (melayani), silakan mundur,” tegas Eri dalam pengarahan di Graha Sawunggaling, Selasa (9/9/2025).

 

Menurutnya, kantor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat wajib membuka layanan tepat waktu. Pemimpin seperti lurah dan camat harus menjadi teladan kedisiplinan.

 

“Kalau kalian dikasih jabatan sebagai pemimpin, kasih contoh (baik) anak buahnya. Jadi pemimpin tak bisa kasih contoh anak buahnya, ajur (rusak) ini pemerintahan,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Ancam Copot ASN yang Terlibat Pungli dan Persulit Perizinan

 

Eri juga menyoroti hal sepele yang mencerminkan ketidakdisiplinan pegawai, seperti datang ke kantor dengan sandal saat jam kerja.

 

“Kalau datang sebelum pukul 07.30 WIB pakai sandal terus ganti sepatu silakan. Tapi kalau datang 07.30 WIB pakai sandal, harusnya (pegawai) diberi sanksi,” tegasnya.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Ancam Copot Kepala Dinas yang Suka Beli Produk Impor

Selain disiplin waktu, Eri menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi praktik pungutan liar (pungli). Seluruh lurah, camat, dan kepala perangkat daerah diminta menandatangani surat pernyataan integritas.

 

“Setelah hari ini sampai ada pungli di tempat kalian, lurah, camat, dan kepala dinas saya copot. Saya tidak akan memberikan maaf setelah hari ini kalau masih ada pungli. Saya copot lurah, camat, dan kepala dinasnya, karena tidak bisa memimpin anak buahnya,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.