Jumat, 23 Okt 2026 23:43 WIB

Wali Kota Eri Ancam Copot Kepala Dinas yang Suka Beli Produk Impor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Nov 2022 14:02 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya didedikasikan untuk produk dalam negeri. Eri Ancam copot Kepala Dinas yang ketahuan suka membeli barang impor.

Eri menjelaskan APBD Surabaya, mengoptimalkan belanja APBD untuk usaha mikro dan kecil (UMK) dan produk dalam negeri (PDN).

Baca Juga: Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

"Pokoknya kita pilih produk dengan komponen dalam negeri yang besar. Jangan sampai APBD justru untuk beli barang impor, kecuali memang yang belum bisa produksi di dalam negeri,"tegas Eri, Rabu (30/11/2022).

Meski begitu, Eri menegaskan kepada pejabat lingkungan Pemkot Surabaya terutama Kepala Dinas untuk tidak membeli produk impor. Bahkan, Ia akan mengancam bakal mencopot jabatan mereka.

"Kalau ada kepala dinas yang masih suka beli produk impor, padahal ada produksi dalam negerinya, akan langsung saya copot," ancamnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, APBD Surabaya tahun 2023 bakal mengalokasikan belanja Rp 3 triliun untuk sektor UMKM. Sehingga, ia mengimbau untuk untuk memanfaatkan UMKM.

"Ini uangnya rakyat kok. Bukan uangnya wali kota. Harus kembali ke rakyat, ke UMKM. UMKM ayo persiapkan diri. Lengkapi dengan legalitas. Nanti bisa nikmati kue APBD Surabaya," ujarnya.

Baca Juga: Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Saat ini, belanja APBD Kota Surabaya untuk UMK dan PDN tercatat yang terbesar se-Indonesia. Tercatat, belanja APBD Surabaya untuk UMK per 25 November 2022 telah mencapai Rp1,2 triliun. Sedangkan belanja untuk PDN tembus di angka Rp1,7 triliun.

Data tersebut diungkap oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga tengah memperdayakan UMKM dengan melakukan prorgra 'Rumah Padat Karya' yang tersebar di berbagai kelurahan di Surabaya.

Baca Juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Aset-aset Pemkot Surabaya, lanjutnya, yang idle alias menganggur disulap menjadi 'Rumah Padat Karya' untuk memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Ada untuk kafe, barbershop, laundry, cuci motor, produksi kue, destinasi wisata, lahan pertanian-perikanan, dan sebagainya. Program ini telah menyerap ribuan warga MBR,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.