Selasa, 03 Feb 2026 10:56 WIB

Wali Kota Eri Ancam Copot Kepala Dinas yang Suka Beli Produk Impor

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Nov 2022 14:02 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya didedikasikan untuk produk dalam negeri. Eri Ancam copot Kepala Dinas yang ketahuan suka membeli barang impor.

Eri menjelaskan APBD Surabaya, mengoptimalkan belanja APBD untuk usaha mikro dan kecil (UMK) dan produk dalam negeri (PDN).

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Pokoknya kita pilih produk dengan komponen dalam negeri yang besar. Jangan sampai APBD justru untuk beli barang impor, kecuali memang yang belum bisa produksi di dalam negeri,"tegas Eri, Rabu (30/11/2022).

Meski begitu, Eri menegaskan kepada pejabat lingkungan Pemkot Surabaya terutama Kepala Dinas untuk tidak membeli produk impor. Bahkan, Ia akan mengancam bakal mencopot jabatan mereka.

"Kalau ada kepala dinas yang masih suka beli produk impor, padahal ada produksi dalam negerinya, akan langsung saya copot," ancamnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, APBD Surabaya tahun 2023 bakal mengalokasikan belanja Rp 3 triliun untuk sektor UMKM. Sehingga, ia mengimbau untuk untuk memanfaatkan UMKM.

"Ini uangnya rakyat kok. Bukan uangnya wali kota. Harus kembali ke rakyat, ke UMKM. UMKM ayo persiapkan diri. Lengkapi dengan legalitas. Nanti bisa nikmati kue APBD Surabaya," ujarnya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Saat ini, belanja APBD Kota Surabaya untuk UMK dan PDN tercatat yang terbesar se-Indonesia. Tercatat, belanja APBD Surabaya untuk UMK per 25 November 2022 telah mencapai Rp1,2 triliun. Sedangkan belanja untuk PDN tembus di angka Rp1,7 triliun.

Data tersebut diungkap oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga tengah memperdayakan UMKM dengan melakukan prorgra 'Rumah Padat Karya' yang tersebar di berbagai kelurahan di Surabaya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Aset-aset Pemkot Surabaya, lanjutnya, yang idle alias menganggur disulap menjadi 'Rumah Padat Karya' untuk memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Ada untuk kafe, barbershop, laundry, cuci motor, produksi kue, destinasi wisata, lahan pertanian-perikanan, dan sebagainya. Program ini telah menyerap ribuan warga MBR,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.