Selasa, 03 Feb 2026 20:13 WIB

Wali Kota Eri Ultimatum: Pegawai Pemkot Terbukti Pungli Langsung Dipecat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 08 Sep 2025 14:34 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Kelurahan Kebraon
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Kelurahan Kebraon

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak ada toleransi bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) yang terbukti melakukan pungutan liar (pungli). Sanksinya adalah pemecatan.

 

Baca Juga: Khawatir Keamanan dan Banjir, Warga Protes Rencana Pembangunan Jembatan Sukolilo

Pernyataan itu disampaikan Eri usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karang Pilang, Senin (8/9/2025). Dalam sidak, ia menemukan praktik pungli layanan administrasi kependudukan (adminduk) yang dilakukan seorang pegawai berinisial B.

 

“Kalau sudah peringatan ini lagi, maka tidak ada lagi peringatan tertulis. Langsung dicopot dari pegawai Pemkot Surabaya,” tegas Eri.

 

Oknum pegawai tersebut mengakui perbuatannya dan diminta mengembalikan uang pungli. Meski diberi kesempatan karena jujur, Eri memastikan Inspektorat Kota Surabaya tetap memeriksa kasus itu.

Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya

 

Ia juga mewajibkan seluruh pegawai Pemkot, baik PNS, P3K, maupun tenaga lapangan, menandatangani surat pernyataan bebas pungli di atas materai. “Surabaya ini sudah ada Perwali gratifikasi. Tidak boleh siapapun menerima atau meminta uang,” ujarnya.

 

Selain itu, Eri menyoroti kedisiplinan pelayanan publik. Ia menekankan kantor pelayanan wajib buka pukul 07.30 WIB dan tidak boleh ada lagi prosedur berbelit.

Baca Juga: Tegas! Wali Kota Eri Skors Oknum Pungli Wira Wiri dan Angkat Korban Jadi Helper

 

“Petugas harus memberi solusi. Kalau ada masalah, lapor ke pimpinan, jangan mempersulit warga,” tandasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.