Senin, 03 Agu 2026 17:16 WIB

FPK dan Pemkot Surabaya Ajak Warga Tolak Anarkisme

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Sep 2025 11:33 WIB
FPK dan Pemkot Surabaya
FPK dan Pemkot Surabaya

selalu.id – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Ajakan ini disampaikan sebagai bentuk penolakan terhadap tindakan anarkis dan premanisme, di tengah maraknya aksi demonstrasi yang banyak melibatkan pelajar.

 

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

Ketua FPK Surabaya, Hosli Abdullah, menegaskan pentingnya menjaga suasana kota tetap kondusif. Ia menyebut FPK yang beranggotakan 27 suku dan dua etnis, termasuk Bali, Minang, Batak, dan Ambon, memiliki peran strategis merawat persatuan.

 

“Kami mengimbau warga Surabaya agar menjaga lingkungannya, dan memastikan putra-putri tidak ikut demo yang berpotensi ricuh,” kata Hosli, Senin (1/9/2025).

 

Hosli menambahkan, aksi pelajar maupun mahasiswa rawan dimanfaatkan oknum yang ingin menimbulkan kerusuhan. “Ini harus dicegah agar tidak berubah jadi aksi perusakan dan penjarahan,” tegasnya.

 

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Surabaya, M Fikser, juga mengajak warga memperkuat solidaritas kampung.

 

Baca Juga: Pelindo, BNN, dan BPBD Kota Surabaya Kolaborasi, Ajak Anak Kenal Pelabuhan

“Surabaya ini Kota Pahlawan, penuh semangat gotong royong. Mari kita tolak aksi anarkis, premanisme, dan pelanggaran hukum,” ujarnya.

 

Fikser menekankan peran Pengamanan Swakarsa (PAM Swakarasa) di setiap lingkungan. Ia mendorong RT/RW, pemuda, dan tokoh masyarakat aktif menjaga keamanan. “Setiap kampung harus jadi benteng pertama. Jangan hanya bergantung pada aparat, keamanan harus lahir dari warga itu sendiri,” jelasnya.

 

Selain itu, ia menekankan peran keluarga. Orang tua, kata Fikser, wajib mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan. “Kepedulian orang tua adalah kunci agar generasi muda tidak ikut-ikutan aksi yang menimbulkan keresahan,” katanya.

Baca Juga: Respon DPRD dan Pemkab Sidoarjo saat Didemo Soal Program MBG

 

Fikser juga mengajak organisasi masyarakat, LSM, komunitas, hingga kelompok keagamaan dan budaya menjaga Surabaya tetap kondusif. “Semangat kebhinekaan adalah kekuatan kita. Mari tolak diskriminasi, intoleransi, dan kekerasan berbasis identitas,” ujarnya.

 

Ia menutup dengan ajakan memperkuat dialog dan gotong royong. “Surabaya harus jadi rumah yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua. Rumah kita bersama yang harus terus dijaga,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan

Komunitas Kami Anak Negeri yang menyampaikan aspirasi terkait rendahnya tingkat pemasangan bendera di sejumlah wilayah Kota Pahlawan.

Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Sebelum penertiban dilaksanakan, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah persuasif.

Pisah Sambut Kapolres Jember, Gus Fawait: Keamanan jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Kepada AKBP Alaiddin, Gus Fawait menyampaikan ucapan selamat datang.

Penipuan Emas Online Beroperasi dari Dalam Lapas, Kerugian Capai Rp3,7 Miliar

Hingga saat ini, penyelidikan memperkirakan sedikitnya terdapat lima korban di wilayah Jawa Timur.

Srikandi Santri Milenial Jember Dikukuhkan, Gus Fawait Ajak Santri Aktif Mengabdi untuk Masyarakat

“Ojo lali moco sholawat,” pesan Gus Fawait yang disambut antusias peserta.

Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba Diikuti 150 Anggota Komunitas Emak-emak

Perhatian khusus diberikan pada peran keluarga sebagai garis pertahanan paling awal.