Perjuangan Keluarga Cari Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Begini Suasana Live Posko Antemortem
- Penulis : Ade Resty
- | Senin, 03 Agu 2026 14:01 WIB
selalu.id - Keluarga korban mencari kabar lewat siaran langsung media sosial, sementara dugaan penumpang yang tidak tercatat dalam manifes memperumit proses identifikasi.
Kecemasan menyelimuti Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sejak Minggu malam hingga Senin (3/8/2026) dini hari.
Baca Juga: Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II
Ratusan anggota keluarga korban KMP Mutiara Sentosa 2 terus berdatangan untuk mencari kepastian nasib kerabat mereka yang menjadi penumpang kapal yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura.
Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, keluarga korban tidak hanya berjuang melawan ketidakpastian, tetapi juga kesulitan menemukan nama anggota keluarganya di dalam daftar manifes penumpang.
Salah satu keluarga korban, Devi, warga Gresik, mengaku baru mengetahui suaminya, Deni Vristiawan (39), berada di dalam kapal setelah melihat siaran langsung di media sosial sekitar pukul 11.30 WIB.
“Saya baru mendapat kabar dari live TikTok,” ujar Devi di Pelabuhan Tanjung Perak.
Devi mengatakan komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi pada Minggu pagi. Setelah itu, telepon seluler sang suami tidak lagi dapat dihubungi.
“Jam 07.00 pagi saya telepon, terus dia balik telepon lagi. Setelah itu saya hubungi lagi sudah tidak bisa sampai sekarang,” tuturnya.
Menurut Devi, suaminya bekerja sebagai sopir tronton yang sedang menjalankan tugas pengiriman menuju Sulawesi. Perjalanan itu disebut menjadi pengalaman pertama Deni melintasi rute Surabaya-Makassar.
Begitu mengetahui kabar kebakaran kapal, Devi segera mendatangi garasi perusahaan tempat suaminya bekerja untuk mencari informasi tambahan sebelum diarahkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
“Saya tanya ke teman-temannya, lalu diminta berkumpul di sini untuk menunggu informasi,” katanya.
Devi menyebut suaminya berangkat bersama lima rekan kerja yang mengendarai kendaraan berbeda. Salah seorang di antaranya turut membawa anggota keluarga.
Baca Juga: Pindah Kapal Berkali-kali, Begini Kesaksian Korban KMP Mutiara Sentosa II Sebelum Tiba di Surabaya
Kisah serupa dialami Samparia, warga Makassar. Ia mengaku kesulitan memperoleh kepastian lantaran nama anggota keluarganya tidak ditemukan dalam daftar manifes.
Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya penumpang yang tidak tercatat secara resmi dalam dokumen pelayaran. Kondisi itu dikhawatirkan dapat memperlambat proses pencocokan identitas korban.
Tidak hanya keluarga penumpang yang menanti kabar. Susilo, pemilik perusahaan ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Perak, juga masih mencari satu pegawainya yang ikut mengawal pengiriman ternak menggunakan kapal tersebut.
“Empat orang sudah dinyatakan selamat. Satu orang lagi sampai sekarang belum diketahui keberadaannya,” katanya.
Di tengah suasana penuh ketegangan, secercah harapan muncul ketika kapal Meratus Pematang Siantar merapat di Pelabuhan Tanjung Perak pada Senin (3/8) dini hari dengan membawa 111 korban selamat.
Sejumlah penumpang yang selamat merupakan lansia. Sebagian dari mereka dievakuasi menggunakan kursi roda, sementara petugas medis memeriksa kondisi kesehatan para korban secara bergantian.
Baca Juga: Menhub Bongkar Kejanggalan Manifest KMP Mutiara Sentosa 2, Lima Anak Ternyata Tak Tercatat
Petugas dari Basarnas, kepolisian, dan tenaga kesehatan juga melakukan pendataan terhadap para korban, termasuk melalui Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Jawa Timur.
Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan laporan kebakaran diterima dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB.
“Kapal Penumpang Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar dengan POB sekitar 250 orang terbakar,” kata Nanang.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah pihak, posisi terakhir kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.
“Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan,” ujarnya.
Hingga Minggu pukul 21.00 WIB, tim SAR gabungan mencatat sebanyak 236 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 231 orang dinyatakan selamat, sedangkan lima orang lainnya meninggal dunia.
Editor : Redaksi