Sabtu, 07 Feb 2026 02:44 WIB

Pemkot Tegaskan MPLS di Surabaya Ramah Anak dan Bebas Perundungan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 23 Jul 2025 09:43 WIB
Eri Cahyadi kunjungan sekolah ramah anak
Eri Cahyadi kunjungan sekolah ramah anak

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmen dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan. Hal ini disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memasuki tahun ajaran baru 2025/2026.

 

Baca Juga: Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Eri menginstruksikan seluruh satuan pendidikan, khususnya jenjang SD dan SMP, untuk menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak dan tidak mengandung kekerasan fisik maupun verbal.

 

“Karakter anak-anak ini akan dimulai dari MPLS, sehingga suasana yang gembira dan nyaman akan membuat siswa betah di sekolah,” ujar Eri, Jumat (18/7/2025).

 

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab pendidikan karakter tidak hanya ada di sekolah, tapi juga pada orang tua. Karena itu, Pemkot mengatur kegiatan sekolah hingga pukul 12.00 WIB, dilanjutkan dengan program Sekolah Wawasan Kebangsaan dan Sekolah Bakat Minat hingga pukul 14.00 WIB.

 

“Anak-anak diberi ruang untuk mengembangkan minat di bidang seni, olahraga, dan keterampilan lainnya,” imbuh Eri.

 

Pelaksanaan MPLS di Surabaya mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Direktur PAUD Kemendikdasmen RI, Nia Nurhasanah, menyatakan apresiasinya terhadap penerapan MPLS di sejumlah sekolah, termasuk TK-KB Bung Karno di kawasan Graha Bunda PAUD.

 

“Mereka harus diperhatikan, dihormati, bahkan dimuliakan,” kata Nia saat meninjau kegiatan tersebut.

 

Menurut Nia, pelaksanaan program Pemkot Surabaya sejalan dengan kebijakan nasional, seperti Gerakan 7++ Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), MPLS Ramah Anak, dan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan yang Rawan Genangan saat Hujan

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyatakan bahwa prinsip Sekolah Ramah Anak telah diterapkan di seluruh SD dan SMP negeri maupun swasta. Ia menegaskan setiap sekolah diberi keleluasaan untuk berinovasi sesuai karakter lokal.

 

“Sudah diterapkan di semua sekolah, tergantung inovasi apa saja yang dibuat sekolah dan nanti kita evaluasi,” jelas Yusuf.

 

Dispendik Surabaya juga memperkuat upaya pencegahan perundungan dengan membentuk Satuan Tugas Anti-Bullying di setiap sekolah. Satgas ini melibatkan OSIS, Organisasi Pelajar Sekolah (ORPES), dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

 

Yusuf menekankan pentingnya keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan menolak perlakuan tidak pantas.

Baca Juga: DPRD Soroti Reklame di Taman Median Jalan Surabaya

 

“Berani berpendapat, berani bicara, berani memberitahu, dan berani menolak jika ada hal yang tidak benar,” ujarnya.

 

MPLS tahun ini mengangkat tema “Sekolahku, Rumahku, Guruku, Orang Tuaku.” Tema tersebut mencerminkan integrasi antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter siswa.

 

“Kami berharap MPLS yang berjalan satu minggu ini menjadi awal masuk sekolah yang menyenangkan dan bebas dari bullying,” tutup Yusuf. (ADV)

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

DPRD Surabaya Turut Sesalkan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo

DPRD Surabaya langsung bergerak menelusuri informasi karena bangunan tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi perjuangan bangsa dan Kota Surabaya.

Jember Resmi Launching FORPROV Jatim III 2026, KORMI Siap Berikan yang Terbaik

KORMI Jember optimistis FORPROV III Jawa Timur 2026 akan berjalan sukses serta menjadi salah satu festival olahraga rekreasi terbaik di tingkat provinsi.

Sekjen: Kemenag Terus Perjuangkan Guru Swasta Bisa Diangkat PPPK

Selain soal PPPK, Sekjen Kemenag juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan akselerasi dalam program sertifikasi guru.

Balita 2 Tahun di Probolinggo yang Hilang Misterius Belum Ditemukan

Sebelum dikabarkan hilang, korban terlihat berada di depan teras rumahnya. Tak berselang lama, korban dikabarkan hilang.