Minggu, 02 Agu 2026 23:57 WIB

Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Agu 2026 22:55 WIB
Petugas DP3A-PPKB Surabaya saat melakukan pengecekan pada anak yang disebut telah dieksploitasi. (Dok. Istimewa).
Petugas DP3A-PPKB Surabaya saat melakukan pengecekan pada anak yang disebut telah dieksploitasi. (Dok. Istimewa).

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat merespons kabar viral di media sosial terkait dugaan penelantaran dan eksploitasi anak berusia lima tahun oleh ayah kandungnya.

Dari hasil penelusuran lapangan bersama pihak kepolisian, tuduhan tersebut dipastikan tidak terbukti.

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya menegaskan, tidak ada temuan yang menguatkan klaim bahwa bocah berinisial A tersebut dipaksa mengemis maupun mengamen.

Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres setempat untuk memverifikasi kebenaran informasi yang meresahkan publik itu.

"Tadi malam kami melakukan klarifikasi bersama teman-teman Polres terkait kabar adanya anak yang diduga dieksploitasi oleh ayahnya untuk mengemis dan mengamen," kata Ida, Minggu (2/8/2026).

Petugas DP3A-PPKB juga telah bertemu langsung dengan sang anak dan ayahnya, Sunardi. Dari pemeriksaan fisik maupun psikologis, kondisi bocah tersebut tampak ceria dan terawat dengan baik.

"Alhamdulillah, kami sudah bertemu dengan anaknya dan kondisinya baik-baik saja dalam pengasuhan ayahnya," jelas Ida.

Ia menambahkan, tidak ada indikasi trauma pada diri anak. Saat diajak berinteraksi, korban terbukti responsif dan ramah terhadap petugas. Pemkot Surabaya bahkan mendatangi sekolah tempat anak tersebut menimba ilmu.

Baca Juga: Arus Bawah PSHT Jatim Buka Ruang Rekonsiliasi dengan M1R, Fokus Kejar Pelaku Pembacokan

"Anaknya bermain dan berkomunikasi dengan baik. Ketika bertemu dengan kami, dia juga tidak menunjukkan rasa takut dan cepat berinteraksi. Tadi pagi kami mengecek ke sekolah dan anak itu memang bersekolah serta diantar oleh ayahnya," ungkap Ida.

Mengenai klaim ibu kandung yang menyebut anaknya dieksploitasi, Pemkot Surabaya menyatakan masih menunggu bukti konkret yang bisa diserahkan kepada pihak berwajib.

Sementara itu, Sunardi tegas membantah narasi yang beredar di media sosial. Ia menepis isu yang menyudutkan dirinya telah memanfaatkan sang buah hati untuk mencari uang di jalanan.

"Saya memberikan pendidikan, makanan, dan kebutuhan yang layak untuk anak saya. Semua tuduhan itu tidak benar," tegasnya.

Baca Juga: Bikin Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat, 5 Siswa SD Surabaya Sabet Juara I Impact Fest 2026

Hal yang sama disampaikan pihak keluarga besar. Hariyanto dan Iramawati, kakak kandung Sunardi, meluruskan video viral yang memperlihatkan keberadaan A di Pasar Keputran.

Mereka menegaskan keberadaan keponakannya di sana semata-mata untuk bermain dan menemani kerabat yang sedang berjualan.

"Kalau berada di Pasar Keputran, A hanya bermain bersama saudara dan anak-anak di sekitar lokasi. Tidak pernah diajak mengemis," jelas Hariyanto.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp8 M

Maruarar mengungkapkan, meski sebelumnya ada wacana menggelar laga krusial tersebut di Surabaya, namun keputusan laga akhirnya digelar di Bali.

Tak Ada Ongkos Berobat? Pemkab Jember Kirim Nakes dan Dokter Spesialis Langsung ke Rumah Warga

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengungkapkan bahwa program dengan konsep jemput bola ini lahir dari keprihatinan atas kondisi riil di lapangan.

Kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Sumenep: Korban Selamat jadi 231, Lima Tewas

Unsur SAR hingga kini masih bersiaga di lokasi untuk melanjutkan pencarian sekaligus memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.

Evakuasi Dramatis Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Hingga kini, KN SAR 249 Permadi bersama tim SAR gabungan masih menyisir lokasi untuk pencarian korban dan pendataan ulang.

Sambut Danbrigif Baru, Bupati Fawait Ajak TNI-Polri Saling Merangkul Bangun Jember

Gus Fawait mengajak seluruh jajaran Forkopimda, instansi vertikal, perbankan, hingga organisasi kemasyarakatan untuk menyatukan langkah.

Update Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: 218 Penumpang Selamat, 4 Meninggal Dunia

Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih bersiaga dan melanjutkan penyisiran di perairan utara Sumenep, Madura.