Kamis, 17 Sep 2026 00:56 WIB

Viral Isu Bocah 5 Tahun Dieksploitasi Ayah Kandung di Surabaya, Ini Penjelasan Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Agu 2026 22:55 WIB
Petugas DP3A-PPKB Surabaya saat melakukan pengecekan pada anak yang disebut telah dieksploitasi. (Dok. Istimewa).
Petugas DP3A-PPKB Surabaya saat melakukan pengecekan pada anak yang disebut telah dieksploitasi. (Dok. Istimewa).

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat merespons kabar viral di media sosial terkait dugaan penelantaran dan eksploitasi anak berusia lima tahun oleh ayah kandungnya.

Dari hasil penelusuran lapangan bersama pihak kepolisian, tuduhan tersebut dipastikan tidak terbukti.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya menegaskan, tidak ada temuan yang menguatkan klaim bahwa bocah berinisial A tersebut dipaksa mengemis maupun mengamen.

Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres setempat untuk memverifikasi kebenaran informasi yang meresahkan publik itu.

"Tadi malam kami melakukan klarifikasi bersama teman-teman Polres terkait kabar adanya anak yang diduga dieksploitasi oleh ayahnya untuk mengemis dan mengamen," kata Ida, Minggu (2/8/2026).

Petugas DP3A-PPKB juga telah bertemu langsung dengan sang anak dan ayahnya, Sunardi. Dari pemeriksaan fisik maupun psikologis, kondisi bocah tersebut tampak ceria dan terawat dengan baik.

"Alhamdulillah, kami sudah bertemu dengan anaknya dan kondisinya baik-baik saja dalam pengasuhan ayahnya," jelas Ida.

Ia menambahkan, tidak ada indikasi trauma pada diri anak. Saat diajak berinteraksi, korban terbukti responsif dan ramah terhadap petugas. Pemkot Surabaya bahkan mendatangi sekolah tempat anak tersebut menimba ilmu.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

"Anaknya bermain dan berkomunikasi dengan baik. Ketika bertemu dengan kami, dia juga tidak menunjukkan rasa takut dan cepat berinteraksi. Tadi pagi kami mengecek ke sekolah dan anak itu memang bersekolah serta diantar oleh ayahnya," ungkap Ida.

Mengenai klaim ibu kandung yang menyebut anaknya dieksploitasi, Pemkot Surabaya menyatakan masih menunggu bukti konkret yang bisa diserahkan kepada pihak berwajib.

Sementara itu, Sunardi tegas membantah narasi yang beredar di media sosial. Ia menepis isu yang menyudutkan dirinya telah memanfaatkan sang buah hati untuk mencari uang di jalanan.

"Saya memberikan pendidikan, makanan, dan kebutuhan yang layak untuk anak saya. Semua tuduhan itu tidak benar," tegasnya.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

Hal yang sama disampaikan pihak keluarga besar. Hariyanto dan Iramawati, kakak kandung Sunardi, meluruskan video viral yang memperlihatkan keberadaan A di Pasar Keputran.

Mereka menegaskan keberadaan keponakannya di sana semata-mata untuk bermain dan menemani kerabat yang sedang berjualan.

"Kalau berada di Pasar Keputran, A hanya bermain bersama saudara dan anak-anak di sekitar lokasi. Tidak pernah diajak mengemis," jelas Hariyanto.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.