Jumat, 23 Okt 2026 01:51 WIB

Beras Oplosan Marak, DPRD Jatim Dorong Satgas Gelar Sidak

Sidak beras oplosan
Sidak beras oplosan

selalu.id — DPRD Jawa Timur mendesak Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jatim segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional dan modern, menyusul temuan pemerintah pusat terkait ratusan merek beras oplosan yang beredar di pasaran.

 

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Peredaran Beras SPHP Palsu di Probolinggo, 1 Orang Diamankan

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Erma Susanti, menilai kehadiran Satgas Pangan penting untuk memastikan keamanan pangan dan meredam keresahan masyarakat.

 

“Kehadiran Satgas Pangan sangat krusial saat ini. Masyarakat resah dan butuh kepastian supaya tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas,” tegas Erma, Rabu (16/7/2025).

 

Ia mendorong Satgas yang terdiri dari Dinas Perdagangan, OPD terkait, kepolisian, dan pemangku kepentingan lain, bertindak cepat dan terukur. Apalagi, Jawa Timur sebagai provinsi dengan penduduk besar dan wilayah luas sangat berisiko terdampak peredaran beras oplosan.

 

Menurutnya, sidak harus menyasar seluruh jalur distribusi, mulai dari gudang penyimpanan hingga ke konsumen.

 

Baca Juga: Sidak Toko Modern dan Pasar Tradisional Mojokerto, Ning Ita Pastikan Harga hingga Keamanan Pangan Terjaga

“Transparansi sangat penting. Hasil sidak harus diumumkan resmi dan detail ke publik. Itu hak konsumen untuk tahu kualitas dan keamanan pangan yang mereka konsumsi,” katanya.

 

Ia menegaskan, peredaran beras oplosan bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga petani. Praktik oplosan menyebabkan harga jual gabah tetap rendah, sementara beras premium hasil oplosan dijual dengan harga tinggi.

 

“Petani menjual gabah murah, tapi beras oplosan dijual berkali lipat. Ini jelas merugikan petani dan mendistorsi pasar,” tegasnya.

Baca Juga: Satgas Pangan Polda Jatim Pastikan Stok MinyaKita Aman Hingga Lebaran

 

Erma berharap, sidak tak sekadar penindakan, tetapi juga menjadi upaya pencegahan serta perlindungan bagi konsumen dan petani. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan kualitas beras di pasaran.

 

“Langkah edukasi ke masyarakat juga penting agar mereka lebih waspada terhadap beras oplosan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.