Sabtu, 07 Feb 2026 05:23 WIB

Iklan Kripto Ilegal Marak di Surabaya, DPRD Desak Pemkot Bertindak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Jul 2025 11:37 WIB
Iklan kripto di Surabaya
Iklan kripto di Surabaya

selalu.id — Iklan investasi aset digital seperti cryptocurrency semakin marak di berbagai sudut Kota Surabaya. Mulai dari baliho LED hingga billboard besar, promosi “cuan cepat” lewat kripto gencar dipasang di ruang publik.

 

Namun, banyak dari iklan tersebut tidak mengantongi izin resmi dari otoritas terkait.

 

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, mengingatkan bahwa promosi seperti itu bisa menjadi jebakan ekonomi bagi masyarakat, terutama generasi muda dan pelaku usaha yang belum memahami risiko.

 

“Banyak warga tergoda janji manis kekayaan instan. Tapi siapa yang menjamin mereka paham risikonya? Jangan sampai karena ikut-ikutan tren, masyarakat Surabaya malah jadi korban,” ujar Achmad, Rabu (16/7/2025).

 

Achmad menilai, Pemerintah Kota Surabaya tidak bisa tinggal diam. Ia mendesak Satpol PP dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengevaluasi seluruh konten iklan digital dan luar ruang, khususnya yang mengarah pada investasi berisiko.

 

Menurutnya, ada billboard yang bahkan secara terang-terangan mengajak warga membuka bisnis kripto sendiri.

 

“Tidak ada logo OJK, tidak ada keterangan dari Bappebti. Padahal aplikasi ini belum terdaftar sebagai pedagang kripto dan belum memiliki izin sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dari Kominfo,” tegas Achmad.

 

Mengantisipasi hal itu, DPRD Surabaya berencana mendorong revisi Peraturan Daerah tentang Reklame. Salah satu usulan revisinya adalah memperketat aturan jenis iklan yang boleh ditayangkan, khususnya iklan terkait investasi berisiko tinggi.

 

“Kita bukan anti-kripto, tapi edukasi harus jalan. Jangan sampai warga terjebak mimpi palsu karena kurang informasi,” lanjutnya.

 

Achmad juga mengusulkan agar Pemkot menggandeng OJK Jatim, Bappebti, dan komunitas edukasi keuangan lokal untuk menggelar program literasi investasi secara masif. Ia menilai, kesadaran masyarakat tentang risiko aset digital masih sangat minim.

 

“Volatilitas harga, ancaman peretasan, potensi penipuan, semua itu nyata. Kalau masyarakat cuma diajari logika cuan cepat, mereka bisa meninggalkan sektor riil yang justru menopang ekonomi kota,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Eri mengungkapkan, dugaan persoalan pengelolaan keuangan di tubuh KBS tersebut sudah berlangsung lama, bahkan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai wali kota.

DPRD Surabaya Turut Sesalkan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo

DPRD Surabaya langsung bergerak menelusuri informasi karena bangunan tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi perjuangan bangsa dan Kota Surabaya.

Jember Resmi Launching FORPROV Jatim III 2026, KORMI Siap Berikan yang Terbaik

KORMI Jember optimistis FORPROV III Jawa Timur 2026 akan berjalan sukses serta menjadi salah satu festival olahraga rekreasi terbaik di tingkat provinsi.

Sekjen: Kemenag Terus Perjuangkan Guru Swasta Bisa Diangkat PPPK

Selain soal PPPK, Sekjen Kemenag juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan akselerasi dalam program sertifikasi guru.