PGN Fokus Kembangkan Jaringan Gas Terintegrasi, Dukung Konektivitas Nasional
- Penulis : Rahmat Hidayat
- | Kamis, 10 Jul 2025 12:24 WIB
selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan komitmennya mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi nasional melalui peningkatan konektivitas dan keandalan pasokan. Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah, termasuk dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN), RPP Kebijakan Energi Nasional, dan RPJMN Bappenas.
Baca Juga: Dukung Operasional 24 Jam, PGN Pastikan Pasokan Gas ke RSUP Dr. Sardjito
Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, dalam paparannya di Joint Convention Semarang 2025 menyampaikan bahwa PGN menerapkan strategi GAS (Grow–Adapt–Step Out) untuk membangun infrastruktur terintegrasi yang menghubungkan pemasok dan pengguna akhir, termasuk menyiapkan pasokan alternatif seperti LNG dan CNG.
Di wilayah Indonesia bagian barat, PGN Group telah mengoperasikan Pipa Transmisi Sumatera–Jawa, FSRU Lampung, FSRU Jawa Barat, dan fasilitas LNG Arun yang menjadi tulang punggung distribusi gas bumi nasional.
“Apabila Pipa Dumai–Sei Mangkei telah selesai dibangun, PGN siap mengoptimalkannya sebagai bagian penting dari jaringan pipa yang menghubungkan Aceh hingga Jawa Timur,” ujar Arief.
Peningkatan konektivitas juga akan diperkuat melalui penyelesaian Pipa Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II. Infrastruktur ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi sektor industri dan jaringan gas rumah tangga.
Arief menambahkan, salah satu proyek yang sedang dikembangkan saat ini adalah Pipa Gas Tegal–Cilacap untuk menjangkau pelanggan di sisi selatan Pulau Jawa. Pipa tersebut juga ditargetkan menyerap potensi pelanggan sepanjang jalur lintasan.
Baca Juga: Libur Nataru 2026, BPH Migas dan PGN Jamin Keandalan Gas Bumi di Jatim
“Penyerapan gas akan meningkat dengan menjangkau pelanggan-pelanggan potensial di sepanjang jalur pipa,” katanya.
PGN juga terus melanjutkan pembangunan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga dan usaha kecil sebagai alternatif LPG dan untuk memperluas pemanfaatan energi bersih.
Selain itu, PGN tengah mengembangkan LNG Hub di Arun melalui revitalisasi tangki lama dan pembangunan tangki baru. Infrastruktur ini akan mendukung distribusi LNG untuk pelanggan di berbagai sektor, sekaligus menyiapkan terminal penerimaan LNG di Jawa.
Baca Juga: Infrastruktur Offtake Tandes Perkuat Layanan Gas Bumi Surabaya
“Untuk Indonesia Timur, terminal LNG sangat relevan karena bentuk geografisnya kepulauan. PGN telah menjangkau wilayah tersebut dan membuka peluang kolaborasi untuk memperluas pasar gas bumi,” jelas Arief.
Permintaan gas bumi di Indonesia Timur, menurut Arief, didominasi sektor industri, kelistrikan, dan smelter. Saat ini, PGN tengah mengerjakan proyek gasifikasi LNG untuk pembangkit listrik di Papua Utara bekerja sama dengan PLN EPI.
“Infrastruktur gas bumi yang didukung pemerintah akan memperluas akses gas yang terjangkau dan berkelanjutan, serta berdampak jangka panjang bagi lingkungan dan perekonomian nasional,” pungkasnya.
Editor : Ading