Senin, 02 Feb 2026 05:28 WIB

PGN Fokus Kembangkan Jaringan Gas Terintegrasi, Dukung Konektivitas Nasional

PGN
PGN

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyatakan komitmennya mendukung pengembangan infrastruktur gas bumi nasional melalui peningkatan konektivitas dan keandalan pasokan. Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah, termasuk dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN), RPP Kebijakan Energi Nasional, dan RPJMN Bappenas.

 

Baca Juga: Dukung Operasional 24 Jam, PGN Pastikan Pasokan Gas ke RSUP Dr. Sardjito

Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, dalam paparannya di Joint Convention Semarang 2025 menyampaikan bahwa PGN menerapkan strategi GAS (Grow–Adapt–Step Out) untuk membangun infrastruktur terintegrasi yang menghubungkan pemasok dan pengguna akhir, termasuk menyiapkan pasokan alternatif seperti LNG dan CNG.

 

Di wilayah Indonesia bagian barat, PGN Group telah mengoperasikan Pipa Transmisi Sumatera–Jawa, FSRU Lampung, FSRU Jawa Barat, dan fasilitas LNG Arun yang menjadi tulang punggung distribusi gas bumi nasional.

 

“Apabila Pipa Dumai–Sei Mangkei telah selesai dibangun, PGN siap mengoptimalkannya sebagai bagian penting dari jaringan pipa yang menghubungkan Aceh hingga Jawa Timur,” ujar Arief.

 

Peningkatan konektivitas juga akan diperkuat melalui penyelesaian Pipa Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II. Infrastruktur ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi sektor industri dan jaringan gas rumah tangga.

 

Arief menambahkan, salah satu proyek yang sedang dikembangkan saat ini adalah Pipa Gas Tegal–Cilacap untuk menjangkau pelanggan di sisi selatan Pulau Jawa. Pipa tersebut juga ditargetkan menyerap potensi pelanggan sepanjang jalur lintasan.

 

Baca Juga: Libur Nataru 2026, BPH Migas dan PGN Jamin Keandalan Gas Bumi di Jatim

“Penyerapan gas akan meningkat dengan menjangkau pelanggan-pelanggan potensial di sepanjang jalur pipa,” katanya.

 

PGN juga terus melanjutkan pembangunan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga dan usaha kecil sebagai alternatif LPG dan untuk memperluas pemanfaatan energi bersih.

 

Selain itu, PGN tengah mengembangkan LNG Hub di Arun melalui revitalisasi tangki lama dan pembangunan tangki baru. Infrastruktur ini akan mendukung distribusi LNG untuk pelanggan di berbagai sektor, sekaligus menyiapkan terminal penerimaan LNG di Jawa.

 

Baca Juga: Infrastruktur Offtake Tandes Perkuat Layanan Gas Bumi Surabaya

“Untuk Indonesia Timur, terminal LNG sangat relevan karena bentuk geografisnya kepulauan. PGN telah menjangkau wilayah tersebut dan membuka peluang kolaborasi untuk memperluas pasar gas bumi,” jelas Arief.

 

Permintaan gas bumi di Indonesia Timur, menurut Arief, didominasi sektor industri, kelistrikan, dan smelter. Saat ini, PGN tengah mengerjakan proyek gasifikasi LNG untuk pembangkit listrik di Papua Utara bekerja sama dengan PLN EPI.

 

“Infrastruktur gas bumi yang didukung pemerintah akan memperluas akses gas yang terjangkau dan berkelanjutan, serta berdampak jangka panjang bagi lingkungan dan perekonomian nasional,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.