Kamis, 23 Jul 2026 00:24 WIB

Kasus Dugaan Kelalaian Puskesmas Dupak, Pemkot Surabaya Didesak Ambil Tindakan Tegas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Jun 2025 11:45 WIB
Ilustrasi medis
Ilustrasi medis

selalu.id – Kasus dugaan kelalaian pelayanan di Puskesmas Dupak, Surabaya, yang diduga menyebabkan kematian seorang warga, memicu protes dari warga RW 05 Dupak Bangunrejo. Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertanggung jawab atas insiden tersebut.

 

Baca Juga: Kontainer Tabrak Lima Motor di Pasuruan, 3 Orang Tewas

Wakil RT 05 Dupak Bangunrejo, Dani Bahtiar, mengatakan bahwa Lurah dan Kepala Puskesmas memang telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Namun, menurutnya, permintaan maaf itu belum cukup dan justru menguatkan dugaan adanya pelanggaran prosedur.

 

“Pihak puskesmas menyebut ini kelalaian, padahal bagi kami ini lebih ke arah kesengajaan karena petugas tidak segera datang setelah suami korban meminta bantuan,” ujar Dani, Minggu (29/6/2025).

 

Warga menolak audiensi terbatas dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Krembangan. Mereka meminta pertemuan langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Komisi D DPRD Kota Surabaya.

 

“Warga ingin audiensi yang serius, bukan hanya forum komunikasi biasa. Kami ingin Kepala Dinas Kesehatan hadir agar bisa langsung menekan Kepala Puskesmas dan stafnya. Pemkot harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegas Dani.

 

Dani juga menyebut bahwa hingga saat ini Kepala Puskesmas Dupak belum menghubungi langsung keluarga korban, yang menurutnya memperburuk kepercayaan warga terhadap layanan kesehatan di wilayah tersebut.

 

Baca Juga: 18 Murid TK Diduga Keracunan MBG, SPPG Penyedia Kerap Dapat Keluhan

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi NasDem, Imam, yang menyatakan akan mendorong Pemkot agar mengambil langkah tegas.

 

“Meskipun Pak Imam tidak meminta pencopotan Kepala Puskesmas, ia menegaskan akan terus menyuarakan hal ini jika tidak ada tindakan nyata,” katanya.

 

Respons dari Kepala Dinas Kesehatan Surabaya turut menjadi sorotan. Warga menilai pernyataan yang diberikan bersifat normatif dan belum menunjukkan kepedulian terhadap pelayanan publik.

 

Baca Juga: Breaking News: Lelaki Tewas Bersimbah Darah di Sidotopo Surabaya

Sebagai bentuk protes, warga telah mengirim surat pengaduan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Mereka menuntut pencopotan Kepala Puskesmas Dupak dari jabatannya.

 

“Kami sudah kirim surat pengaduan dan tuntutan atas nama paguyuban warga Dupak Bangunrejo ke Pak Eri terkait masalah ini. Kami ingin Kapus dicopot,” pungkas Dani.

 

Sebelumnya, Joko Widodo, warga Jalan Dupak Bangunrejo I, mengaku kehilangan istrinya akibat lambannya respons dari Puskesmas Dupak. Ia menyatakan telah dua kali menghubungi Command Center 112 dan sempat mendatangi langsung puskesmas, namun tidak mendapat pertolongan medis secara cepat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.