Selasa, 08 Sep 2026 03:24 WIB

Kasus Dugaan Kelalaian Puskesmas Dupak, Pemkot Surabaya Didesak Ambil Tindakan Tegas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Jun 2025 11:45 WIB
Ilustrasi medis
Ilustrasi medis

selalu.id – Kasus dugaan kelalaian pelayanan di Puskesmas Dupak, Surabaya, yang diduga menyebabkan kematian seorang warga, memicu protes dari warga RW 05 Dupak Bangunrejo. Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertanggung jawab atas insiden tersebut.

 

Baca Juga: Truk, Mobil, dan Motor Tabrakan di Mojokerto, Satpam Koperasi jadi Korban Meninggal Dunia

Wakil RT 05 Dupak Bangunrejo, Dani Bahtiar, mengatakan bahwa Lurah dan Kepala Puskesmas memang telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Namun, menurutnya, permintaan maaf itu belum cukup dan justru menguatkan dugaan adanya pelanggaran prosedur.

 

“Pihak puskesmas menyebut ini kelalaian, padahal bagi kami ini lebih ke arah kesengajaan karena petugas tidak segera datang setelah suami korban meminta bantuan,” ujar Dani, Minggu (29/6/2025).

 

Warga menolak audiensi terbatas dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Krembangan. Mereka meminta pertemuan langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Komisi D DPRD Kota Surabaya.

 

“Warga ingin audiensi yang serius, bukan hanya forum komunikasi biasa. Kami ingin Kepala Dinas Kesehatan hadir agar bisa langsung menekan Kepala Puskesmas dan stafnya. Pemkot harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegas Dani.

 

Dani juga menyebut bahwa hingga saat ini Kepala Puskesmas Dupak belum menghubungi langsung keluarga korban, yang menurutnya memperburuk kepercayaan warga terhadap layanan kesehatan di wilayah tersebut.

 

Baca Juga: Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Makam Jumadil Kubro Mojokerto

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi NasDem, Imam, yang menyatakan akan mendorong Pemkot agar mengambil langkah tegas.

 

“Meskipun Pak Imam tidak meminta pencopotan Kepala Puskesmas, ia menegaskan akan terus menyuarakan hal ini jika tidak ada tindakan nyata,” katanya.

 

Respons dari Kepala Dinas Kesehatan Surabaya turut menjadi sorotan. Warga menilai pernyataan yang diberikan bersifat normatif dan belum menunjukkan kepedulian terhadap pelayanan publik.

 

Baca Juga: Program Home Care Jember, Hadirkan "Dokter Keluarga" untuk Warga Miskin

Sebagai bentuk protes, warga telah mengirim surat pengaduan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Mereka menuntut pencopotan Kepala Puskesmas Dupak dari jabatannya.

 

“Kami sudah kirim surat pengaduan dan tuntutan atas nama paguyuban warga Dupak Bangunrejo ke Pak Eri terkait masalah ini. Kami ingin Kapus dicopot,” pungkas Dani.

 

Sebelumnya, Joko Widodo, warga Jalan Dupak Bangunrejo I, mengaku kehilangan istrinya akibat lambannya respons dari Puskesmas Dupak. Ia menyatakan telah dua kali menghubungi Command Center 112 dan sempat mendatangi langsung puskesmas, namun tidak mendapat pertolongan medis secara cepat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.