Senin, 02 Nov 2026 16:39 WIB

Kasus Dugaan Kelalaian Puskesmas Dupak, Pemkot Surabaya Didesak Ambil Tindakan Tegas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 30 Jun 2025 11:45 WIB
Ilustrasi medis
Ilustrasi medis

selalu.id – Kasus dugaan kelalaian pelayanan di Puskesmas Dupak, Surabaya, yang diduga menyebabkan kematian seorang warga, memicu protes dari warga RW 05 Dupak Bangunrejo. Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bertanggung jawab atas insiden tersebut.

 

Baca Juga: Truk, Mobil, dan Motor Tabrakan di Mojokerto, Satpam Koperasi jadi Korban Meninggal Dunia

Wakil RT 05 Dupak Bangunrejo, Dani Bahtiar, mengatakan bahwa Lurah dan Kepala Puskesmas memang telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Namun, menurutnya, permintaan maaf itu belum cukup dan justru menguatkan dugaan adanya pelanggaran prosedur.

 

“Pihak puskesmas menyebut ini kelalaian, padahal bagi kami ini lebih ke arah kesengajaan karena petugas tidak segera datang setelah suami korban meminta bantuan,” ujar Dani, Minggu (29/6/2025).

 

Warga menolak audiensi terbatas dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Krembangan. Mereka meminta pertemuan langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Komisi D DPRD Kota Surabaya.

 

“Warga ingin audiensi yang serius, bukan hanya forum komunikasi biasa. Kami ingin Kepala Dinas Kesehatan hadir agar bisa langsung menekan Kepala Puskesmas dan stafnya. Pemkot harus bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegas Dani.

 

Dani juga menyebut bahwa hingga saat ini Kepala Puskesmas Dupak belum menghubungi langsung keluarga korban, yang menurutnya memperburuk kepercayaan warga terhadap layanan kesehatan di wilayah tersebut.

 

Baca Juga: Lansia Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Makam Jumadil Kubro Mojokerto

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi NasDem, Imam, yang menyatakan akan mendorong Pemkot agar mengambil langkah tegas.

 

“Meskipun Pak Imam tidak meminta pencopotan Kepala Puskesmas, ia menegaskan akan terus menyuarakan hal ini jika tidak ada tindakan nyata,” katanya.

 

Respons dari Kepala Dinas Kesehatan Surabaya turut menjadi sorotan. Warga menilai pernyataan yang diberikan bersifat normatif dan belum menunjukkan kepedulian terhadap pelayanan publik.

 

Baca Juga: Program Home Care Jember, Hadirkan "Dokter Keluarga" untuk Warga Miskin

Sebagai bentuk protes, warga telah mengirim surat pengaduan kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Mereka menuntut pencopotan Kepala Puskesmas Dupak dari jabatannya.

 

“Kami sudah kirim surat pengaduan dan tuntutan atas nama paguyuban warga Dupak Bangunrejo ke Pak Eri terkait masalah ini. Kami ingin Kapus dicopot,” pungkas Dani.

 

Sebelumnya, Joko Widodo, warga Jalan Dupak Bangunrejo I, mengaku kehilangan istrinya akibat lambannya respons dari Puskesmas Dupak. Ia menyatakan telah dua kali menghubungi Command Center 112 dan sempat mendatangi langsung puskesmas, namun tidak mendapat pertolongan medis secara cepat.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

Lusi, ibu korban mengatakan penganiayaan ini sudah direncanakan secara matang. Pasalnya, pelaku dan kakaknya datang bersamaan, dan pelaku sudah bawa sajam.

Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pembelian Seragam Dinas di 4 OPD Gunakan APBD 2027

Empat OPD tersebut memiliki mobilitas tinggi karena personelnya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Potensi kenaikan BBM harus disikapi sejak awal lewat skema anggaran yang fleksibel.

Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Subandi menyebut mereka sebagai putra-putri terbaik daerah yang sudah ditempa latihan panjang.

Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

Lima lokasi itu berada di Nginden Intan Timur, Panjang Jiwo, Dharmahusada, Tambak Segaran, dan Tanjungsari.

Polda Jatim Siapkan Pengawalan Distribusi BBM dan Elpiji Antisipasi Kecurangan

Polisi juga menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum dalam rantai penyimpangan distribusi bbm dan elpiji bersubsidi.