Kamis, 23 Jul 2026 10:59 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan RS Harus Turun ke Posyandu Perkuat Layanan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Nov 2025 09:43 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya membangun layanan kesehatan tanpa sekat sosial. Ia meminta seluruh rumah sakit negeri dan swasta terlibat langsung memperkuat peran Posyandu di tingkat kelurahan.

 

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Instruksi tersebut disampaikan dalam acara Peran Fasilitas Kesehatan Dalam Kemitraan Dengan Pokjanal Posyandu Bidang Kesehatan di Hotel Bumi pada Kamis 20 November 2025. Kegiatan itu dihadiri 160 peserta dari 66 rumah sakit, 63 kepala puskesmas, PKK dan PERSI.

 

Eri menyampaikan integrasi layanan ini bukan hanya gagasan, tetapi gerakan bersama yang wajib dijalankan seluruh fasilitas kesehatan.

 

“Jadi pertemuan hari ini adalah pertemuan bagaimana Posyandu bisa bergerak bersama karena selalu saya katakan bahwa kita tidak bisa bergerak sendiri. Dengan Posyandu yang sudah terintegrasi, maka saya mengajak rumah sakit yang ada di Surabaya juga bersinergi. Jadi nanti Posyandu-Posyandu itu tidak hanya didatangi dokternya dari Puskesmas, tapi dari semua rumah sakit yang ada di Kota Pahlawan,” jelasnya.

 

Ia menyampaikan peringatan kepada direktur rumah sakit agar tidak membedakan warga Surabaya berdasarkan status ekonomi.

 

“Saya tidak ingin melihat warga Surabaya ini terpetak-petak karena ada kelompok minoritas, dan kelompok mayoritas. Semua masyarakat harus mendapatkan akses kesehatan yang sama dan menyeluruh,” tegasnya.

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

 

Menurut Eri, penghapusan sekat sosial menjadi kunci efektivitas integrasi Posyandu dan pemerataan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh warga.

 

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina menyampaikan kegiatan ini dirancang sebagai penguatan kemitraan terpadu antara fasilitas kesehatan dan Pokjanal Posyandu. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke 61.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemitraan antara fasilitas kesehatan dan Pokja Posyandu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui edukasi sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat,” kata Nanik.

 

Ia menjelaskan Dinas Kesehatan telah menandatangani MoU dengan sejumlah rumah sakit seperti RS Husada Utama, RS Unair, RS dr. Soetomo, RS Haji dan lainnya untuk memperluas model kemitraan.

 

“Kami berharap seluruh rumah sakit di Surabaya dapat berkomitmen untuk meningkatkan dan mengoptimalkan layanan kesehatan bagi warga Surabaya,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.