Minggu, 01 Nov 2026 21:41 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan RS Harus Turun ke Posyandu Perkuat Layanan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Nov 2025 09:43 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya membangun layanan kesehatan tanpa sekat sosial. Ia meminta seluruh rumah sakit negeri dan swasta terlibat langsung memperkuat peran Posyandu di tingkat kelurahan.

 

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Instruksi tersebut disampaikan dalam acara Peran Fasilitas Kesehatan Dalam Kemitraan Dengan Pokjanal Posyandu Bidang Kesehatan di Hotel Bumi pada Kamis 20 November 2025. Kegiatan itu dihadiri 160 peserta dari 66 rumah sakit, 63 kepala puskesmas, PKK dan PERSI.

 

Eri menyampaikan integrasi layanan ini bukan hanya gagasan, tetapi gerakan bersama yang wajib dijalankan seluruh fasilitas kesehatan.

 

“Jadi pertemuan hari ini adalah pertemuan bagaimana Posyandu bisa bergerak bersama karena selalu saya katakan bahwa kita tidak bisa bergerak sendiri. Dengan Posyandu yang sudah terintegrasi, maka saya mengajak rumah sakit yang ada di Surabaya juga bersinergi. Jadi nanti Posyandu-Posyandu itu tidak hanya didatangi dokternya dari Puskesmas, tapi dari semua rumah sakit yang ada di Kota Pahlawan,” jelasnya.

 

Ia menyampaikan peringatan kepada direktur rumah sakit agar tidak membedakan warga Surabaya berdasarkan status ekonomi.

 

“Saya tidak ingin melihat warga Surabaya ini terpetak-petak karena ada kelompok minoritas, dan kelompok mayoritas. Semua masyarakat harus mendapatkan akses kesehatan yang sama dan menyeluruh,” tegasnya.

Baca Juga: Aturan Ganjil-Genap di Surabaya Masuk Raperda Transportasi, DPRD Wanti-wanti Hal Ini

 

Menurut Eri, penghapusan sekat sosial menjadi kunci efektivitas integrasi Posyandu dan pemerataan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh warga.

 

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina menyampaikan kegiatan ini dirancang sebagai penguatan kemitraan terpadu antara fasilitas kesehatan dan Pokjanal Posyandu. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke 61.

 

Baca Juga: Anggaran Dishub Surabaya Naik 2,37 Persen, DPRD Minta Layanan Transportasi Publik Digenjot

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemitraan antara fasilitas kesehatan dan Pokja Posyandu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui edukasi sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat,” kata Nanik.

 

Ia menjelaskan Dinas Kesehatan telah menandatangani MoU dengan sejumlah rumah sakit seperti RS Husada Utama, RS Unair, RS dr. Soetomo, RS Haji dan lainnya untuk memperluas model kemitraan.

 

“Kami berharap seluruh rumah sakit di Surabaya dapat berkomitmen untuk meningkatkan dan mengoptimalkan layanan kesehatan bagi warga Surabaya,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Syaiful Mahdi Terpilih jadi Ketum KONI Nganjuk, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi pun mendorong pengembangan sport center berbasis sport science dengan menggandeng perguruan tinggi dan insan pers.

Wajib Catat, Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat memahami daftar layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.

Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Dalam penelusuran tersebut, tim Satpol PP Surabaya menemukan pola penjualan order-and-take demi mengelabui razia.