Rabu, 22 Jul 2026 07:31 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan RS Harus Turun ke Posyandu Perkuat Layanan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Nov 2025 09:43 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya membangun layanan kesehatan tanpa sekat sosial. Ia meminta seluruh rumah sakit negeri dan swasta terlibat langsung memperkuat peran Posyandu di tingkat kelurahan.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Instruksi tersebut disampaikan dalam acara Peran Fasilitas Kesehatan Dalam Kemitraan Dengan Pokjanal Posyandu Bidang Kesehatan di Hotel Bumi pada Kamis 20 November 2025. Kegiatan itu dihadiri 160 peserta dari 66 rumah sakit, 63 kepala puskesmas, PKK dan PERSI.

 

Eri menyampaikan integrasi layanan ini bukan hanya gagasan, tetapi gerakan bersama yang wajib dijalankan seluruh fasilitas kesehatan.

 

“Jadi pertemuan hari ini adalah pertemuan bagaimana Posyandu bisa bergerak bersama karena selalu saya katakan bahwa kita tidak bisa bergerak sendiri. Dengan Posyandu yang sudah terintegrasi, maka saya mengajak rumah sakit yang ada di Surabaya juga bersinergi. Jadi nanti Posyandu-Posyandu itu tidak hanya didatangi dokternya dari Puskesmas, tapi dari semua rumah sakit yang ada di Kota Pahlawan,” jelasnya.

 

Ia menyampaikan peringatan kepada direktur rumah sakit agar tidak membedakan warga Surabaya berdasarkan status ekonomi.

 

“Saya tidak ingin melihat warga Surabaya ini terpetak-petak karena ada kelompok minoritas, dan kelompok mayoritas. Semua masyarakat harus mendapatkan akses kesehatan yang sama dan menyeluruh,” tegasnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

 

Menurut Eri, penghapusan sekat sosial menjadi kunci efektivitas integrasi Posyandu dan pemerataan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh warga.

 

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina menyampaikan kegiatan ini dirancang sebagai penguatan kemitraan terpadu antara fasilitas kesehatan dan Pokjanal Posyandu. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke 61.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemitraan antara fasilitas kesehatan dan Pokja Posyandu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui edukasi sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat,” kata Nanik.

 

Ia menjelaskan Dinas Kesehatan telah menandatangani MoU dengan sejumlah rumah sakit seperti RS Husada Utama, RS Unair, RS dr. Soetomo, RS Haji dan lainnya untuk memperluas model kemitraan.

 

“Kami berharap seluruh rumah sakit di Surabaya dapat berkomitmen untuk meningkatkan dan mengoptimalkan layanan kesehatan bagi warga Surabaya,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.