Kamis, 04 Jun 2026 20:56 WIB

Wali Kota Eri Tegaskan RS Harus Turun ke Posyandu Perkuat Layanan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Nov 2025 09:43 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya membangun layanan kesehatan tanpa sekat sosial. Ia meminta seluruh rumah sakit negeri dan swasta terlibat langsung memperkuat peran Posyandu di tingkat kelurahan.

 

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Instruksi tersebut disampaikan dalam acara Peran Fasilitas Kesehatan Dalam Kemitraan Dengan Pokjanal Posyandu Bidang Kesehatan di Hotel Bumi pada Kamis 20 November 2025. Kegiatan itu dihadiri 160 peserta dari 66 rumah sakit, 63 kepala puskesmas, PKK dan PERSI.

 

Eri menyampaikan integrasi layanan ini bukan hanya gagasan, tetapi gerakan bersama yang wajib dijalankan seluruh fasilitas kesehatan.

 

“Jadi pertemuan hari ini adalah pertemuan bagaimana Posyandu bisa bergerak bersama karena selalu saya katakan bahwa kita tidak bisa bergerak sendiri. Dengan Posyandu yang sudah terintegrasi, maka saya mengajak rumah sakit yang ada di Surabaya juga bersinergi. Jadi nanti Posyandu-Posyandu itu tidak hanya didatangi dokternya dari Puskesmas, tapi dari semua rumah sakit yang ada di Kota Pahlawan,” jelasnya.

 

Ia menyampaikan peringatan kepada direktur rumah sakit agar tidak membedakan warga Surabaya berdasarkan status ekonomi.

 

“Saya tidak ingin melihat warga Surabaya ini terpetak-petak karena ada kelompok minoritas, dan kelompok mayoritas. Semua masyarakat harus mendapatkan akses kesehatan yang sama dan menyeluruh,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

Menurut Eri, penghapusan sekat sosial menjadi kunci efektivitas integrasi Posyandu dan pemerataan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh warga.

 

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina menyampaikan kegiatan ini dirancang sebagai penguatan kemitraan terpadu antara fasilitas kesehatan dan Pokjanal Posyandu. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke 61.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

“Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemitraan antara fasilitas kesehatan dan Pokja Posyandu dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat melalui edukasi sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat,” kata Nanik.

 

Ia menjelaskan Dinas Kesehatan telah menandatangani MoU dengan sejumlah rumah sakit seperti RS Husada Utama, RS Unair, RS dr. Soetomo, RS Haji dan lainnya untuk memperluas model kemitraan.

 

“Kami berharap seluruh rumah sakit di Surabaya dapat berkomitmen untuk meningkatkan dan mengoptimalkan layanan kesehatan bagi warga Surabaya,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.