Sabtu, 06 Jun 2026 04:11 WIB

PGN Pastikan Harga Kompetitif Gas untuk Industri, Tambah Pasokan LNG Sejak 2024

PGN
PGN

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan gas bumi untuk sektor industri. Salah satu langkah yang ditempuh adalah optimalisasi peran sebagai agregator gas nasional dan penambahan pasokan LNG sejak Mei 2024.

 

Baca Juga: Kembangkan Blue Ammonia di Indonesia, PGN Gandeng JSA pada Ajang IPA Convex 2026

Direktur Utama PGN Arief S. Handoko menyampaikan, terdapat tiga elemen utama yang membentuk keberlanjutan sektor gas bumi, yakni produksi dan alokasi, permintaan dan pemanfaatan, serta kesiapan infrastruktur. Ketiganya disinergikan agar berjalan berkesinambungan.

 

“PGN memastikan penyaluran gas dari titik serah pasokan sampai fasilitas pelanggan dengan dukungan infrastruktur pipa sepanjang 31 ribu kilometer serta fasilitas regasifikasi LNG di Arun, Lampung, dan Jawa Barat,” ujar Arief dalam Customer Business Forum wilayah SOR II, Kamis (26/6/2025).

 

Menurut Arief, penambahan pasokan LNG dilakukan untuk menyeimbangkan penurunan pasokan gas pipa. PGN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna memperoleh sumber gas baru dan menjaga ketersediaan pasokan nasional.

 

Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini menambahkan, pengembangan infrastruktur gas menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi dan keterjangkauan harga. PGN telah menyusun peta jalan pembangunan infrastruktur gas nasional.

 

“Infrastruktur menjadi krusial untuk meningkatkan peran gas bumi sebagai energi transisi. Kami terus memperluas konektivitas dengan pelanggan,” katanya.

Baca Juga: PGN Pastikan Keamanan Jaringan Gas Bumi dengan Layanan Tanggap Darurat 24 Jam

 

Ratih menjelaskan bahwa PGN menyediakan produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pelanggan di berbagai wilayah.

 

“PGN hadir sebagai mitra yang siap berbagi keuntungan dan risiko. Bila pasokan LNG didapat dengan harga rendah, penyesuaian akan diberikan kepada pelanggan. Sebaliknya, bila harga tinggi, penyesuaian tetap dilakukan agar tetap kompetitif,” ujarnya.

 

Baca Juga: PGN Jaga Kinerja Solid di Triwulan I 2026, Fokus Layanan Dosmetik dan Disiplin Keuangan

PGN juga memastikan keterbukaan informasi harga dan sinyal pasar kepada pelanggan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian harga energi global akibat dinamika geopolitik.

 

Ratih menegaskan, seluruh aktivitas PGN tetap mengacu pada regulasi dan prinsip tata kelola yang adil dan akuntabel. PGN juga terus bersinergi dengan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, industri hulu migas, hingga pengguna gas untuk menjaga kemandirian dan ketahanan energi nasional.

 

Sebagai bagian dari Danantara—holding pengelolaan BUMN energi yang dibentuk pemerintah—PGN turut berperan dalam menciptakan nilai tambah dari rantai bisnis gas bumi nasional.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.