Senin, 02 Feb 2026 05:28 WIB

PGN Pastikan Harga Kompetitif Gas untuk Industri, Tambah Pasokan LNG Sejak 2024

PGN
PGN

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan gas bumi untuk sektor industri. Salah satu langkah yang ditempuh adalah optimalisasi peran sebagai agregator gas nasional dan penambahan pasokan LNG sejak Mei 2024.

 

Baca Juga: Dukung Operasional 24 Jam, PGN Pastikan Pasokan Gas ke RSUP Dr. Sardjito

Direktur Utama PGN Arief S. Handoko menyampaikan, terdapat tiga elemen utama yang membentuk keberlanjutan sektor gas bumi, yakni produksi dan alokasi, permintaan dan pemanfaatan, serta kesiapan infrastruktur. Ketiganya disinergikan agar berjalan berkesinambungan.

 

“PGN memastikan penyaluran gas dari titik serah pasokan sampai fasilitas pelanggan dengan dukungan infrastruktur pipa sepanjang 31 ribu kilometer serta fasilitas regasifikasi LNG di Arun, Lampung, dan Jawa Barat,” ujar Arief dalam Customer Business Forum wilayah SOR II, Kamis (26/6/2025).

 

Menurut Arief, penambahan pasokan LNG dilakukan untuk menyeimbangkan penurunan pasokan gas pipa. PGN juga terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna memperoleh sumber gas baru dan menjaga ketersediaan pasokan nasional.

 

Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini menambahkan, pengembangan infrastruktur gas menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi dan keterjangkauan harga. PGN telah menyusun peta jalan pembangunan infrastruktur gas nasional.

 

“Infrastruktur menjadi krusial untuk meningkatkan peran gas bumi sebagai energi transisi. Kami terus memperluas konektivitas dengan pelanggan,” katanya.

Baca Juga: Libur Nataru 2026, BPH Migas dan PGN Jamin Keandalan Gas Bumi di Jatim

 

Ratih menjelaskan bahwa PGN menyediakan produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pelanggan di berbagai wilayah.

 

“PGN hadir sebagai mitra yang siap berbagi keuntungan dan risiko. Bila pasokan LNG didapat dengan harga rendah, penyesuaian akan diberikan kepada pelanggan. Sebaliknya, bila harga tinggi, penyesuaian tetap dilakukan agar tetap kompetitif,” ujarnya.

 

Baca Juga: Infrastruktur Offtake Tandes Perkuat Layanan Gas Bumi Surabaya

PGN juga memastikan keterbukaan informasi harga dan sinyal pasar kepada pelanggan, terutama dalam menghadapi ketidakpastian harga energi global akibat dinamika geopolitik.

 

Ratih menegaskan, seluruh aktivitas PGN tetap mengacu pada regulasi dan prinsip tata kelola yang adil dan akuntabel. PGN juga terus bersinergi dengan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, industri hulu migas, hingga pengguna gas untuk menjaga kemandirian dan ketahanan energi nasional.

 

Sebagai bagian dari Danantara—holding pengelolaan BUMN energi yang dibentuk pemerintah—PGN turut berperan dalam menciptakan nilai tambah dari rantai bisnis gas bumi nasional.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.