Minggu, 01 Feb 2026 21:47 WIB

Angka Stunting Surabaya Turun Jadi 1,6 Persen, Ini Strategi Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 12 Jun 2025 15:03 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membeberkan strategi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menekan angka stunting dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data, prevalensi stunting di Surabaya turun dari 28,9 persen pada 2021 menjadi 1,6 persen pada 2023.

 

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Menurut Eri, pencapaian tersebut diraih melalui penerapan sistem data terpadu dan pelibatan berbagai pihak.

 

“Kuncinya ada pada sistem dan keterlibatan semua pihak. Kami menerapkan pendekatan menyeluruh, mulai dari teknologi, edukasi, sampai pelibatan masyarakat,” kata Eri, Kamis (12/6/2025).

 

Ia menjelaskan bahwa penurunan angka stunting didukung oleh sistem Satu Data melalui aplikasi Sayang Warga. Sistem ini memungkinkan pemantauan secara real-time terhadap balita stunting, ibu hamil, dan calon pengantin.

 

Data dikumpulkan oleh Kader Surabaya Hebat (KSH) yang telah mendapat pelatihan, diverifikasi oleh Puskesmas, dan divisualisasikan dalam dashboard lintas instansi.

 

“Semua data by name by address. Artinya, kami tahu persis siapa dan di mana yang harus didampingi. Pendamping PKK juga bisa akses melalui program Sudah Keluarga,” ujar Eri.

 

Selain itu, Pemkot memantau konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) oleh remaja putri melalui sekolah. Tablet diberikan setiap minggu di jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat. Guru mencatat konsumsi TTD dalam aplikasi Profil Sekolah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

 

“Kalau ada siswa yang belum minum TTD, guru wajib cari tahu dan memastikan TTD diminum keesokan harinya. Bahkan kepala dinas bisa mengantar langsung ke rumah,” katanya.

 

Pemkot juga bekerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair), khususnya Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat, untuk edukasi dan deteksi dini di Posyandu. Setiap tahun sekitar 300 mahasiswa FK Unair diterjunkan ke lapangan untuk mendampingi bayi dan balita.

 

“Deteksi bayi dengan underweight dan ‘weak fathering’ dilakukan sejak dini agar bisa cepat ditangani,” jelas Eri.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, menambahkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya terus meningkat hingga mencapai 84,69 pada 2024.

 

Ia juga menyebutkan cakupan Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai 100 persen dan seluruh kelurahan di Surabaya sudah bebas buang air besar sembarangan (ODF).

 

“Angka kemiskinan ekstrem, pengangguran, dan ketimpangan gender juga terus menurun seiring pertumbuhan ekonomi yang positif,” kata Anna.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.