Suroboyo Bus dan Wira-Wiri jadi Beban APBD, Dishub Diminta Cari Sumber Pendanaan Baru
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 10 Jun 2025 13:15 WIB
selalu.id – Layanan transportasi massal Suroboyo Bus dan Wira-Wiri di Surabaya dinilai masih membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Josiah Michael, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mencari terobosan agar sektor ini tidak terus bergantung pada subsidi.
Baca Juga: Dishub Surabaya Siap Beri Sanksi Tegas Jukir Pakai QRIS Non-Resmi
“Saat ini operasional Suroboyo Bus dan Wira-Wiri masih defisit. Jadi masih harus ditambal dari APBD. Itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Josiah Michael, Selasa (10/6/2026).
Ia mendorong Dishub lebih kreatif dalam mengelola layanan transportasi publik agar tidak hanya berfungsi sebagai layanan sosial, tetapi juga mampu menghasilkan pendapatan.
Josiah mengusulkan agar Dishub menggandeng sektor swasta untuk memanfaatkan aset yang ada, seperti halte dan bodi bus, sebagai media iklan.
“Kenapa halte dan bodi bus tidak dimanfaatkan untuk iklan? Itu bisa jadi sumber pemasukan. Jadi subsidi bisa ditekan, bahkan mungkin ditiadakan. Dananya bisa dialihkan untuk pengembangan transportasi yang lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya
Menurut Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya itu, pengembangan transportasi publik memerlukan sistem yang dikelola dengan cerdas agar mampu memenuhi kebutuhan warga dan berkembang secara berkelanjutan.
Ia juga menilai Dishub perlu melihat layanan transportasi sebagai bagian dari pembangunan kota modern, yang menekankan efisiensi dan kenyamanan bagi masyarakat.
Baca Juga: Oknum Diduga Pungli Pelamar Wira-Wiri, Dishub Surabaya Klarifikasi
“Kalau tidak ada terobosan, bagaimana kita bisa harap transportasi publik berjalan normal dan berkembang? Warga Surabaya ingin moda transportasi yang murah, nyaman, tapi juga maju,” ujarnya.
Josiah menyebut bahwa transportasi publik di kota besar saat ini telah menjadi indikator kemajuan tata kelola kota, dan Dishub diminta menjadikan hal tersebut sebagai ruang untuk berinovasi.
Editor : Ading
