Kamis, 03 Sep 2026 15:27 WIB

Kepala BP Haji Klaim Masalah Haji di Jatim Teratasi dengan Peningkatan Pelayanan

Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia (BPHRI)
Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia (BPHRI)

selalu.id - Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia (BP Haji RI), KH Irfan Yusuf, menyampaikan perkembangan terkini terkait penyelenggaraan ibadah haji di Jawa Timur. Meskipun sempat menghadapi beberapa kendala, ia optimistis bahwa persiapan haji tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Awalnya memang ada beberapa masalah. Namun, berkat kerja keras dan koordinasi yang baik, kami berhasil mengatasinya," ucap KH Irfan Yusuf kepada selalu.id saat dijumpai di gedung Shofa, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Rabu (28/5/2025).

Salah satu kendala yang dihadapi adalah, lanjut KH Irfan Yusuf, terkait sistem pembagian kuota dan administrasi kasir yang kurang jelas. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah syariah dan ketidakjelasan status keberangkatan jamaah. Namun, BPKH telah melakukan perbaikan sistem untuk memastikan hal tersebut tidak terulang.

Meski begitu, prioritas diberikan kepada jamaah lansia, pendamping, dan pasangan suami istri. KH Irfan Yusuf menjelaskan bahwa kendala dalam mengendalikan keberangkatan sebagian jamaah telah berhasil diatasi.

Baca Juga: Operasional Kepulangan Jemaah Haji Jatim di Debarkasi Surabaya Tuntas

"Untuk kepulangan jamaah, kami akan berupaya sebaik mungkin," tambahnya.

Persiapan haji di Jawa Timur melibatkan kerja sama yang intensif antara BPKH dengan Kementerian Agama (Kemenag). Selain mendukung proses administrasi, panitia haji di Jawa Timur juga berperan aktif dalam mengidentifikasi dan mengatasi potensi masalah yang mungkin muncul. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah.

KH Irfan Yusuf juga menjelaskan upaya untuk mengatasi kepadatan di area Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

"Penggunaan sistem tanazul dan mur diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan kemacetan," jelasnya.

Sementara itu, BPKH juga akan memberikan dukungan penuh kepada Kemenag, baik dalam hal SDM maupun sumber daya lainnya. Terkait kuota haji, KH Irfan Yusuf menjelaskan bahwa penentuan kuota masih perlu dipertimbangkan kembali.

Baca Juga: Hari ke-10, Debarkasi Surabaya Terima 14.781 Jemaah Haji

"Apakah berdasarkan jumlah penduduk atau jumlah antrian, hal ini masih akan dibahas lebih lanjut," katanya.

Ia juga menyinggung visi Arab Saudi 2030 yang akan meningkatkan jumlah jamaah haji secara signifikan. Hal ini berpotensi meningkatkan kuota haji Indonesia di masa mendatang. Meskipun beberapa kendala masih ada, terutama terkait penerbangan, KH Irfan Yusuf optimistis bahwa penurunan jumlah permasalahan akan signifikan.

Baca Juga: Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

"Kami telah memberikan edukasi kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan visa non-haji," ujarnya.

Di akhir, Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi, yang diperkirakan mencapai 50 derajat Celcius di puncak musim haji. Imbauan kepada jamaah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca panas juga terus digencarkan.

Secara keseluruhan, KH Irfan Yusuf menyatakan bahwa persiapan haji di Jawa Timur berjalan dengan baik dan terus ditingkatkan. Kerja sama yang solid antara berbagai pihak dan upaya antisipasi berbagai potensi masalah diharapkan dapat memberikan pelayanan haji yang lebih optimal dan nyaman bagi para jamaah.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.