Rabu, 22 Jul 2026 04:13 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Sinergi Pembangunan di Magetan

Gubernur Khofifah
Gubernur Khofifah

selalu.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Magetan periode 2025–2030, H. Nanik Endang R. dan Suyatni Priasmoro, di Gedung DPRD Kabupaten Magetan, Selasa (27/5/2025).

 

Baca Juga: ALLPACK Surabaya 2026: Cara Krista Exhibitions Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing IKM

Dalam kesempatan itu, Khofifah menekankan pentingnya sinergi dan keselarasan antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), RPJMD Provinsi Jawa Timur, dan RPJMD Kabupaten Magetan.

 

Ia meminta Pemkab Magetan segera menyusun RPJMD dalam waktu enam bulan serta melakukan breakdown program prioritas nasional, terutama Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.

 

Khofifah menyebut sejumlah sektor prioritas, seperti ketahanan pangan, peningkatan kualitas SDM, serta penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.

 

Di sektor pangan, ia menyoroti pentingnya pengembangan irigasi tersier, peningkatan luas tambah tanam, serta penerapan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) untuk mengantisipasi krisis pangan global.

 

"Indonesia saat ini surplus pangan. Ini harus dipertahankan dan diperkuat,” ujarnya.

 

Untuk peningkatan kualitas SDM, Khofifah mendorong percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), dan Sekolah Rakyat (SR). Ia menargetkan seluruh desa dan kelurahan di Jatim menuntaskan KMP sebelum Hari Koperasi, 12 Juli mendatang.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

 

Terkait Sekolah Rakyat, Khofifah meminta Pemkab Magetan segera menyiapkan lahan, bangunan, calon murid, dan wali murid. Ia menegaskan pendidikan sebagai cara paling efektif memutus rantai kemiskinan.

 

Khofifah juga mengutip data BPS Jatim: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Magetan tahun 2024 sebesar 3,28 persen—lebih rendah dari rata-rata Jatim (4,19 persen). Persentase penduduk miskin di Magetan juga lebih rendah, yakni 9,32 persen dibanding Jatim 9,79 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Magetan mencapai 76,77, lebih tinggi dari IPM Jatim yang berada di angka 75,35.

 

"Meski lebih rendah dari rata-rata Jawa Timur, upaya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran harus terus dilanjutkan," tegasnya.

Baca Juga: Khofifah Sebut KCL Singhasari Buka Dua Prodi Baru pada 2027, Berikut Cara Daftarnya

 

Sementara itu, Bupati Magetan terpilih H. Nanik Endang R. memaparkan visi dan misinya yang terangkum dalam Sapta Karsa, dengan tujuan menjadikan Magetan lebih nyaman, maju, berkelanjutan, dan sejahtera.

 

Sertijab ini turut dihadiri Ketua DPRD Magetan Suratno, Pj. Bupati 2024 Nizmahul, anggota DPRD, jajaran Kepala Perangkat Daerah Provinsi Jatim, serta Forkopimda Kabupaten Magetan.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.