Jumat, 05 Jun 2026 00:16 WIB

Surabaya Terapkan iSIKHNAS untuk Awasi Hewan Kurban, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Mei 2025 15:44 WIB
Ilustrasi Hewan Kurban
Ilustrasi Hewan Kurban

selalu.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mulai menerapkan sistem pengawasan baru terhadap lalu lintas hewan kurban yang masuk ke Kota Pahlawan.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiarti, mengatakan bahwa tahun ini, pengawasan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi nasional Integrated System of Animal Health Information atau iSIKHNAS.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Antiek menjelaskan bahwa penggunaan iSIKHNAS menggantikan sistem sebelumnya, yakni aplikasi SSW Alfa.

Dengan sistem ini, seluruh izin dan rekomendasi lalu lintas ternak akan dikelola secara terintegrasi dan transparan dari daerah asal hingga lokasi penjualan di Surabaya.

“Sesuai ketentuan nasional, tahun ini kita harus menggunakan aplikasi iSIKHNAS. Semua lalu lintas ternak dari kabupaten mana, ke kota mana dikelola melalui aplikasi itu. Ini juga menjadi syarat administratif yang wajib dipenuhi,” terang Antiek, Minggu (19/5/2025).

Selain penerapan sistem digital, DKPP juga memperketat persyaratan administratif bagi pedagang hewan kurban.

Setiap hewan yang akan masuk ke wilayah Surabaya wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKHH) dari otoritas peternakan daerah asal, serta telah divaksin minimal satu kali.

“Misalnya hewan datang dari Nganjuk, maka SKKHH-nya harus dikeluarkan oleh pejabat otoritas peternakan Nganjuk. Ini untuk menjamin bahwa hewan yang masuk ke Surabaya dalam kondisi sehat,” tegas Antiek.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

DKPP juga menetapkan bahwa lokasi penjualan harus memenuhi sejumlah kriteria, seperti tidak berada di tanah sengketa, berpagar, tidak dekat peternakan, serta memiliki izin resmi dari aparat setempat.

Tujuannya, selain untuk menjaga ketertiban, juga untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Antiek menyebut, pengawasan intensif akan dilakukan mulai H-7 Idul Adha, ketika diperkirakan puncak kedatangan hewan kurban akan terjadi.

Saat ini, pihaknya telah menerima sejumlah permohonan izin, namun belum semua disetujui karena masih ada dokumen yang perlu dilengkapi.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

“Rekomendasi dari kami hanya dikeluarkan satu kali dan tidak perlu diulang selama tidak ada perubahan. Ini mengacu pada petunjuk dari pusat,” ujarnya.

Untuk memastikan pasokan hewan kurban mencukupi, DKPP terus memantau arus masuk ternak melalui data permohonan izin di kelurahan dan kecamatan. Berdasarkan catatan tahun lalu, terdapat 3.924 sapi dan 11.950 kambing/domba yang masuk dari 189 pemohon, dengan sebaran lokasi penjualan terbanyak berada di wilayah Surabaya Timur.

DKPP juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di lokasi yang telah diawasi dan memiliki dokumen pemeriksaan resmi.

“Kami mohon masyarakat lebih cermat, pastikan hewan kurban tidak cacat, cukup umur, dan punya surat kesehatan hewan,” pungkas Antiek.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.