Selasa, 08 Sep 2026 00:20 WIB

Pencopotan Adi Sutarwijono Picu Spekulasi Mencuatnya Kabinet Surabaya Berkah Eri Cahyadi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Mei 2025 13:20 WIB
Eri Cahyasi dan Adi Sutarwijono
Eri Cahyasi dan Adi Sutarwijono

selalu.id – Pencopotan Adi Sutarwijono dari jabatan Ketua DPC PDIP Surabaya diisukan berkaitan dengan manuver politik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui pembentukan “Kabinet Surabaya Berkah”.

 

Baca Juga: Armuji Resmi Pimpin DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono Datang Beri Selamat

Menanggapi isu ini, pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai klaim tersebut masih spekulatif dan perlu dikaji lebih dalam.

 

“Jika benar pencopotan Pak Adi terkait dengan gesekan politik dalam Kabinet Surabaya Berkah, itu terlalu berisiko. Ada potensi kehilangan kepercayaan dari akar rumput dan perubahan peta politik PDIP di Surabaya,” ujar Ken Bimo saat dihubungi, Senin (5/5/2025).

 

Isu yang berkembang menyebutkan bahwa Eri Cahyadi tengah merancang kabinet baru dengan memasukkan unsur dari partai-partai pengusung di Pilkada lalu. Langkah ini diduga memicu ketegangan internal PDIP yang berujung pada pencopotan Adi, sosok yang selama ini dikenal sebagai representasi suara akar rumput partai.

 

“Jika Pak Eri memanfaatkan momentum ini untuk menyiapkan langkah menuju Pilgub, maka biaya politik yang harus dibayar sangat mahal. Potensi kehilangan soliditas internal dan dimanfaatkannya situasi ini oleh partai lain seperti Gerindra atau Golkar sangat terbuka,” jelas Ken.

 

Namun, ia menilai jika pencopotan Adi semata-mata karena evaluasi kinerja, seperti penurunan kursi atau suara PDIP, hal tersebut masih bisa diterima secara rasional sebagai bagian dari dinamika organisasi politik.

Baca Juga: Kapolres Tuban AKBP Wiliam Tanasale Dicopot! Ini Dugaan Kasusnya

 

“Masalah utamanya bukan pada pencopotannya, tapi cara dan alasan di baliknya. Jika tidak ada komunikasi yang transparan dan partisipatif dari elit PDIP, itu justru bisa menimbulkan gejolak di level bawah,” tambahnya.

 

Ken menegaskan bahwa selama PDIP mampu menjaga komunikasi politik secara terbuka dan tetap mengakar pada basis pendukung, dampak dari pencopotan ini tidak akan signifikan. Namun, jika PDIP menjadi semakin eksklusif, situasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh partai pesaing.

 

“Gerindra dan Golkar memiliki basis massa di Surabaya. Jika PDIP tidak segera mengambil langkah strategis dan komunikatif, partai-partai ini bisa mengambil peluang untuk memperkuat posisi mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Voting PAC PDIP Eri Irawan Ungguli Armuji, Pengamat: Potensi Kontestasi Semakin Terbuka

 

Lebih lanjut, Ken menekankan pentingnya keterbukaan dan konsolidasi internal PDIP dalam menghadapi dinamika ini.

 

“PDIP perlu memastikan bahwa setiap langkah politik yang diambil tetap berpijak pada prinsip inklusivitas dan keberpihakan pada rakyat, agar tidak kehilangan identitas sebagai partai wong cilik,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.