Selasa, 21 Jul 2026 22:18 WIB

Pencopotan Adi Sutarwijono Picu Spekulasi Mencuatnya Kabinet Surabaya Berkah Eri Cahyadi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Mei 2025 13:20 WIB
Eri Cahyasi dan Adi Sutarwijono
Eri Cahyasi dan Adi Sutarwijono

selalu.id – Pencopotan Adi Sutarwijono dari jabatan Ketua DPC PDIP Surabaya diisukan berkaitan dengan manuver politik Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui pembentukan “Kabinet Surabaya Berkah”.

 

Baca Juga: Armuji Resmi Pimpin DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono Datang Beri Selamat

Menanggapi isu ini, pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai klaim tersebut masih spekulatif dan perlu dikaji lebih dalam.

 

“Jika benar pencopotan Pak Adi terkait dengan gesekan politik dalam Kabinet Surabaya Berkah, itu terlalu berisiko. Ada potensi kehilangan kepercayaan dari akar rumput dan perubahan peta politik PDIP di Surabaya,” ujar Ken Bimo saat dihubungi, Senin (5/5/2025).

 

Isu yang berkembang menyebutkan bahwa Eri Cahyadi tengah merancang kabinet baru dengan memasukkan unsur dari partai-partai pengusung di Pilkada lalu. Langkah ini diduga memicu ketegangan internal PDIP yang berujung pada pencopotan Adi, sosok yang selama ini dikenal sebagai representasi suara akar rumput partai.

 

“Jika Pak Eri memanfaatkan momentum ini untuk menyiapkan langkah menuju Pilgub, maka biaya politik yang harus dibayar sangat mahal. Potensi kehilangan soliditas internal dan dimanfaatkannya situasi ini oleh partai lain seperti Gerindra atau Golkar sangat terbuka,” jelas Ken.

 

Namun, ia menilai jika pencopotan Adi semata-mata karena evaluasi kinerja, seperti penurunan kursi atau suara PDIP, hal tersebut masih bisa diterima secara rasional sebagai bagian dari dinamika organisasi politik.

Baca Juga: Kapolres Tuban AKBP Wiliam Tanasale Dicopot! Ini Dugaan Kasusnya

 

“Masalah utamanya bukan pada pencopotannya, tapi cara dan alasan di baliknya. Jika tidak ada komunikasi yang transparan dan partisipatif dari elit PDIP, itu justru bisa menimbulkan gejolak di level bawah,” tambahnya.

 

Ken menegaskan bahwa selama PDIP mampu menjaga komunikasi politik secara terbuka dan tetap mengakar pada basis pendukung, dampak dari pencopotan ini tidak akan signifikan. Namun, jika PDIP menjadi semakin eksklusif, situasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh partai pesaing.

 

“Gerindra dan Golkar memiliki basis massa di Surabaya. Jika PDIP tidak segera mengambil langkah strategis dan komunikatif, partai-partai ini bisa mengambil peluang untuk memperkuat posisi mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Voting PAC PDIP Eri Irawan Ungguli Armuji, Pengamat: Potensi Kontestasi Semakin Terbuka

 

Lebih lanjut, Ken menekankan pentingnya keterbukaan dan konsolidasi internal PDIP dalam menghadapi dinamika ini.

 

“PDIP perlu memastikan bahwa setiap langkah politik yang diambil tetap berpijak pada prinsip inklusivitas dan keberpihakan pada rakyat, agar tidak kehilangan identitas sebagai partai wong cilik,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.