Senin, 02 Feb 2026 09:50 WIB

APBD Surabaya Hanya Rp 12,3 Triliun, Wali Kota Eri Cahyadi Sambat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 13 Apr 2025 10:42 WIB

Wali Kota Eri Bocorkan Rincian APBD Surabaya: Butuh Rp20 Triliun untuk Atasi Masalah Kot

Selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara terbuka mengungkap tantangan besar yang dihadapi Pemerintah Kota dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur dan layanan publik. 

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Dalam pemaparannya, Eri menyebut bahwa total kebutuhan anggaran Surabaya bisa mencapai Rp 20 triliun, jauh melampaui kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini.

“Saat ini APBD Surabaya sekitar Rp 12,3 triliun, tapi yang benar-benar bisa dipakai untuk pembangunan hanya sekitar Rp2 triliun per tahun,” ungkap Eri, Migggu (13/4/2025).

Eri merinci bahwa sebagian besar APBD sudah habis untuk belanja wajib. Gaji pegawai, termasuk PPPK, menghabiskan Rp 3,6 triliun. Kemudian ada kewajiban alokasi 20 persen untuk pendidikan sebesar Rp 2,46 triliun, serta anggaran kesehatan termasuk program Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai Rp 2,4 triliun.

“Setelah itu, anggaran yang tersisa sangat terbatas. Untuk membangun dan menyelesaikan masalah kota seperti banjir, rumah tidak layak huni, hingga jalan lingkar, saya hanya punya Rp 2 triliun setahun,” jelasnya.

Salah satu proyek prioritas yang disoroti adalah pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (Outer East Ring Road/OERR) dan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Untuk menyelesaikan OERR, dibutuhkan anggaran sekitar Rp6 triliun, sementara JLLB membutuhkan Rp 1,6 triliun.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Tak hanya itu, penanganan banjir di kawasan perkampungan lewat pemasangan u-ditch diperkirakan menelan Rp 3 triliun. Program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) atau Dandan Omah juga butuh sekitar Rp 245 miliar.

“Kalau semua ingin kita kerjakan, total kebutuhannya lebih dari Rp 20 triliun. Artinya, kalau saya hanya punya Rp 2 triliun setahun, kita butuh waktu 10 tahun,” kata Eri.

Menghadapi keterbatasan fiskal ini, Eri mendorong pembiayaan alternatif seperti skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), sebagaimana juga disarankan oleh Presiden. Ia menilai, dengan KPBU, proyek-proyek besar seperti OERR bisa mulai dikerjakan tanpa harus menunggu anggaran tersedia.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

“Saya sudah bicara ke DPRD, ayo kita jalankan lewat pembiayaan agar OERR bisa dimulai di 2028. Karena kalau hanya mengandalkan APBD, pertumbuhan ekonomi Surabaya bisa stagnan,” terangnya.

Eri menegaskan pentingnya keterbukaan anggaran kepada masyarakat. Ia bahkan mendorong agar pembahasan bersama DPRD bisa dilakukan secara transparan dan disiarkan langsung, agar warga tahu prioritas pembangunan dan kondisi keuangan kota sebenarnya.

“Warga Surabaya perlu tahu situasinya. Jangan sampai ada yang berpikir pemerintah tidak bekerja, padahal faktanya anggarannya tidak cukup. Mari kita diskusikan, mana yang harus diprioritaskan. Mau tunggu 10 tahun, atau cari solusi lewat pembiayaan?” tuturnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.