Rabu, 21 Okt 2026 07:56 WIB

DPRD Surabaya Desak Pemkot Tindak Tegas Kasus Es Krim Beralkohol

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 07 Apr 2025 18:18 WIB
Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKS, Hj. Enny Minarsi
Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKS, Hj. Enny Minarsi

selalu.id - Kasus es krim mengandung alkohol yang dijual di Mal Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya memicu respons tegas dari berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Surabaya. Anggota dewan menyoroti lemahnya pengawasan serta pentingnya edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKS, Hj. Enny Minarsi, menyayangkan penjualan produk mengandung alkohol di tempat umum. Ia menegaskan bahwa hal tersebut seharusnya tunduk pada Peraturan Daerah (Perda) yang menyatakan bahwa minuman beralkohol hanya boleh dijual di lokasi khusus dengan izin tertentu.

“Saya mengapresiasi tindakan cepat Satpol PP dan jajaran yang langsung turun ke lokasi. Respons ini penting, mengingat mayoritas warga Surabaya dan Jawa Timur adalah umat Islam yang memiliki aturan tegas dalam konsumsi makanan dan minuman,” ujar Enny, Senin (7/4/2025).

Enny mendorong peningkatan edukasi bagi pengusaha, terutama terkait transparansi kandungan produk. Ia juga mengusulkan pelabelan "NON HALAL" untuk makanan dan minuman yang mengandung alkohol agar tidak menimbulkan kesan menyesatkan, terlebih produk tersebut cukup familier di kalangan anak muda dan anak-anak.

“Kami juga berharap edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, bisa bekerja sama dengan tokoh agama, agar makin paham mana yang halal dan mana yang tidak,” tambahnya.

Enny mengingatkan agar kasus ini tidak dianggap sebagai kekeliruan semata, terutama jika ditemukan indikasi kesengajaan, apalagi di momen suci Idul Fitri. “Kalau ada unsur kesengajaan, kami minta aparat bertindak tegas dan memberi efek jera,” ujarnya.

Senada, Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, juga menyesalkan beredarnya es krim beralkohol tersebut. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap izin usaha dan komposisi produk, terutama yang dikonsumsi oleh anak-anak.

“Es krim itu konsumsi umum, termasuk anak-anak. Kalau sampai mengandung alkohol, apalagi hingga 40 persen, itu sangat berbahaya. Harus ada izin dan tempat khusus,” tegasnya.

Budi menyebut, jika terbukti mengandung alkohol tinggi tanpa izin, maka hal ini bisa dikategorikan sebagai penipuan publik. Ia mendesak agar pelanggaran tersebut ditindak tegas, termasuk pencabutan izin usaha.

“Pengawasan harus menyeluruh, tidak hanya di PTC. Pemerintah perlu menelusuri jalur distribusi produk ini, termasuk siapa agen atau penyuplainya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Dewi Soeriyawati, menjelaskan bahwa tenant tersebut hanya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), tanpa izin penjualan minuman beralkohol.

“Kami sudah mengambil sampel es krim yang diduga mengandung alkohol 40 persen untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah. Jika hasilnya positif, tentu akan dikenai sanksi sesuai Perda No. 1 Tahun 2023,” ujar Dewi.

Usai video penjualan es krim tersebut viral, Satpol PP bersama Dinkopdag melakukan inspeksi pada Sabtu (5/4/2025). Mereka menemukan 15 varian menu es krim, beberapa di antaranya diduga mengandung alkohol hingga 40 persen.

Petugas kemudian menyegel stan, mengamankan barang bukti, dan memanggil pemilik usaha untuk dimintai keterangan.

“Kami tindak lanjuti sesuai instruksi pimpinan. Penyegelan dilakukan sebagai bagian dari penegakan Perda,” kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP Surabaya, Yudhistira.

Baca Juga: Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.