Selasa, 21 Jul 2026 19:14 WIB

IKA Stikosa AWS: Kekerasan terhadap Jurnalis adalah Pembungkaman dan Ancaman Demokrasi

Penolakan kekerasan terhadap jurnalis
Penolakan kekerasan terhadap jurnalis

selalu.id - Kekerasan yang dilakukan aparat terhadap jurnalis beritajatim.com dan Suara Surabaya saat meliput aksi penolakan revisi UU TNI bertentangan dengan kebebasan pers yang dijamin undang-undang. Tindakan ini tidak hanya merugikan jurnalis dan lembaga pers, tetapi juga masyarakat yang berhak mendapatkan informasi.

"Ironisnya, kekerasan ini terjadi tak lama setelah Polri menyampaikan komitmennya untuk mengusut teror di Redaksi TEMPO. Artinya, Polri masih belum memahami esensi di balik dua peristiwa ini," ujar Hendro D. Laksono, Ketua Dewan Pakar IKA Stikosa AWS, Rabu (25/3/2025).

Hendro menegaskan bahwa baik kasus teror di TEMPO maupun kekerasan terhadap jurnalis di Surabaya menunjukkan gagalnya perlindungan terhadap kerja jurnalistik. "Keduanya merupakan bentuk teror dan pembungkaman. Ini adalah pengkhianatan terhadap kebebasan pers," tegasnya.

Dalam UU No. 40 Tahun 1999 disebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Pasal 8 menegaskan bahwa wartawan mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya.

"Seorang jurnalis adalah mata dan telinga masyarakat. Kebebasan pers memastikan akses publik terhadap informasi penting, mulai dari kebijakan pemerintah hingga isu hak asasi manusia," lanjut Hendro.

Ia juga menyoroti peran pers sebagai pengawas kekuasaan yang dapat mengungkap korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran hukum. "Tanpa pers yang bebas, transparansi hilang, korupsi merajalela, dan demokrasi bisa runtuh," tambahnya.

Sementara itu, Ketua IKA Stikosa AWS, Dian Laksana, menyatakan pihaknya masih mencari informasi lebih lanjut terkait insiden ini. "Kami khawatir masih ada aksi kekerasan lain di luar yang dialami saudara Rama Indra Surya dari beritajatim.com dan Wildan Pratama dari Suara Surabaya," ujarnya.

IKA Stikosa AWS mengecam keras kekerasan terhadap jurnalis dan mendesak kasus ini diusut tuntas. "Kami meminta Kapolri menepati komitmennya dalam melindungi jurnalis dan menegakkan kebebasan pers dalam demokrasi," tutup Dian.

Baca Juga: Heboh, Oknum TNI Aniaya Polisi di Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.