Selasa, 20 Okt 2026 14:34 WIB

Sungai Karah Tak Mampu Tampung Hujan, Pemkot Surabaya Bangun Rumah Pompa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Mar 2025 13:02 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Sungai di Jalan Karah kembali meluap saat hujan deras mengguyur Kota Surabaya. Akibatnya, wilayah sekitarnya seperti Wonocolo dan Ketintang Baru kerap tergenang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah strategis dengan membangun rumah pompa dan memperlebar saluran air untuk mengatasi masalah ini.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa salah satu solusi utama adalah pembangunan rumah pompa di Karah Agung.

Pompa ini akan mengalihkan aliran air dari Kebonsari dan Karah Agung agar tidak langsung masuk ke saluran Wonorejo, yang selama ini menjadi titik utama penampungan air.

“Jika aliran air dari Karah langsung masuk ke Wonorejo tanpa pemotongan, maka wilayah Wonocolo dan Ketintang Baru akan tetap banjir. Oleh karena itu, kita bangun rumah pompa untuk mengarahkan air ke saluran yang lebih tepat,” jelas Eri, Senin (17/3/2025).

Selain itu, Pemkot Surabaya juga akan memperlebar saluran air menuju Bozem Aquatic. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban sungai di Jalan Karah serta mengurangi risiko genangan di Wonocolo dan sekitarnya.

Tak hanya di Karah, Eri juga menyoroti kawasan Jalan Gayungsari Barat yang sering mengalami banjir karena lokasinya jauh dari tempat penampungan air.

Untuk mengatasi hal ini, Pemkot akan membangun jaringan saluran air baru yang menghubungkan Gayungsari ke Kebon Agung dan Jalan Ahmad Yani.

“Aliran air dari Gayungsari akan kita arahkan ke dua saluran utama, yaitu ke Kebon Agung dan ke tengah Jalan Ahmad Yani, agar distribusi air lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Eri menegaskan bahwa seluruh proyek ini ditargetkan selesai pada 2025. Selain menangani banjir di Surabaya Selatan, Pemkot juga menyiapkan solusi untuk 39 titik banjir lainnya di berbagai wilayah Kota Pahlawan.

“Jika Karah dan Wonocolo sudah aman, maka Jemursari dan wilayah sekitarnya juga bisa terbebas dari banjir,” pungkasnya.

Baca Juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bareskrim Telusuri Aset 500 Miliar Kasus PT Dana Syariah, Tiga Berkas P21

Penyidikan juga menyasar pertanggungjawaban pidana korporasi.

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.