Selasa, 03 Feb 2026 02:45 WIB

Sempat Tertunda Soal Lahan Gereja, Proyek Rumah Pompa Nginden Rp65 M Dimulai April 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 29 Jan 2026 16:29 WIB
Foto: Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan
Foto: Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan

selalu.id - Pembangunan Rumah Pompa Nginden Bethany akhirnya disepakati setelah sempat tertunda akibat perbedaan persepsi mengenai trase proyek. Kepastian itu muncul dalam rapat Komisi C DPRD Kota Surabaya, Kamis (29/1/2026).

 

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Kesepakatan melibatkan DPRD Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta pihak Gereja Bethany Nginden yang selama ini memanfaatkan sebagian lahan terdampak.

 

Rumah pompa tersebut akan dibangun di atas lahan berstatus Izin Pemakaian Tanah (IPT) atas nama PT Hermon, berdasarkan IPT Nomor 188.45/2961P.IPT/436.7.11/2021 tertanggal 26 Juli 2021.

 

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, mengatakan seluruh pihak telah menyepakati trase pembangunan yang dinilai paling efektif untuk mendukung fungsi pengendalian banjir.

 

“Tadi sudah ada kesepakatan soal trase pembangunan rumah pompa Nginden yang sebelumnya tertunda karena perbedaan persepsi. Setelah dikaji, disepakati trase yang paling efektif dan akan dilaksanakan,” kata Eri.

 

Ia menjelaskan, sebagian trase memang melintasi lahan yang selama ini digunakan untuk aktivitas Gereja Bethany. Namun, lahan tersebut merupakan aset milik Pemkot Surabaya dengan status IPT.

 

“Itu aset pemkot dengan status izin pemakaian tanah. Memang melewati sebagian area yang dipakai selama ini, tapi semua sudah disepakati bersama,” ujarnya.

 

Komisi C DPRD Surabaya juga meminta agar seluruh dampak fisik akibat proyek dikembalikan seperti semula setelah pekerjaan selesai. Hal itu meliputi perbaikan paving, saluran, hingga fasilitas parkir yang terdampak.

Baca Juga: Proyek Rumah Pompa Molor, Wali Kota Eri Putus Kontrak Dua Kontraktor

 

“Setelah pekerjaan harus dikembalikan rapi seperti kondisi awal. Termasuk satu bagian parkir motor Gereja Bethany yang terdampak, itu akan dibangunkan ulang oleh pemkot di sisi utara,” jelas Eri.

 

DSDABM Kota Surabaya akan bertanggung jawab atas relokasi fasilitas parkir tersebut agar aktivitas gereja tetap berjalan selama proyek berlangsung.

 

Pembangunan Rumah Pompa Nginden Bethany dijadwalkan mulai awal April 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp65 miliar. Infrastruktur ini menjadi salah satu proyek strategis pengendalian banjir di kawasan Surabaya Timur.

 

Baca Juga: Banjir Belum Tuntas, Sepanjang 2025 Surabaya Bangun 5 Rumah Pompa dan 56 Km Drainase

Eri menegaskan, fungsi rumah pompa tidak hanya untuk satu lokasi, tetapi berdampak pada wilayah yang lebih luas.

 

“Ini bukan untuk kepentingan satu titik, tapi untuk pengendalian banjir di lima kelurahan. Aliran dari Kalijagir akan disalurkan ke sini sehingga genangan bisa lebih cepat teratasi,” ujarnya.

 

Wilayah yang diproyeksikan merasakan manfaat antara lain Nginden Jangkungan, Semolowaru, Medokan Semampir, serta sebagian Klampis Ngasem dan kawasan sekitarnya.

 

Komisi C DPRD Surabaya memastikan akan terus mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai kesepakatan, tepat waktu, dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.