Senin, 09 Nov 2026 05:50 WIB

Terminal Petikemas Surabaya Siap Hadapi Lonjakan Kargo Lebaran 2025

Terminal Petikemas
Terminal Petikemas

selalu.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan kesiapannya menghadapi lonjakan aktivitas bongkar muat peti kemas selama periode peak season yang meliputi Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan cuti bersama tahun 2025.  Antisipasi ini dilakukan mengingat peningkatan volume kargo yang signifikan setiap tahunnya selama periode libur panjang tersebut. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan aktivitas meliputi meningkatnya permintaan barang konsumsi menjelang Idul Fitri, pembatasan operasional truk di jalan raya, serta libur nasional dan cuti bersama yang berdampak pada kepadatan lalu lintas barang.  Potensi penumpukan di pelabuhan asal dan tujuan juga menjadi pertimbangan utama.

Untuk mengatasi potensi peningkatan Yard Occupancy Ratio (YOR) atau rasio okupansi lapangan penumpukan, TPS telah menyiapkan sejumlah strategi.  Koordinasi intensif dengan pihak Bea Cukai menjadi langkah awal untuk mengatur area penumpukan peti kemas impor dan ekspor secara efisien.  Pembersihan lapangan penumpukan peti kemas impor (housekeeping) juga dilakukan untuk menciptakan ruang yang cukup bagi kedatangan peti kemas baru pasca pembongkaran kapal.

Sebagai upaya peningkatan kapasitas, TPS akan meningkatkan tinggi tumpukan peti kemas (stack height) hingga 5 tingkat untuk kapal feeder.  Langkah ini akan meningkatkan kapasitas penumpukan peti kemas ekspor menuju Singapura dan Tanjung Pelepas, Malaysia.  Untuk peti kemas yang telah melebihi batas waktu penumpukan (lebih dari 3 hari) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2017, TPS akan melakukan Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP) ke Lini II di luar area TPS.

Direktur Operasi TPS, Rino Wisnu Putro, menyatakan kesiapan penuh TPS dalam menghadapi peak season ini.  "Kami telah melakukan persiapan menyeluruh, mulai dari operasional, sumber daya manusia,  teknologi informasi, hingga aspek keselamatan dan keamanan," ujar Rino. 

TPS berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kelancaran arus barang selama periode sibuk ini. Dari sisi operasional, TPS akan beroperasi 24 jam non-stop selama tujuh hari dalam seminggu, kecuali pada Hari H Idul Fitri.  Operasional akan kembali normal pada H+1 mulai pukul 00.01 WIB.  Layanan pelanggan (customer service) TPS beroperasi 24/7 dan dapat dihubungi melalui telepon di (031) 320 2020 atau email [email protected] untuk menjawab pertanyaan dan keluhan pengguna jasa.

Dengan berbagai persiapan yang matang ini, TPS optimis mampu menjaga kelancaran operasional dan memberikan layanan prima kepada seluruh pengguna jasa selama peak season Libur Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan cuti bersama tahun 2025.  TPS berkomitmen untuk menjadi mitra andalan dalam menunjang kelancaran arus barang dan perekonomian nasional.  Pihaknya juga terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa yang terus berkembang.  Kesiapan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa TPS dalam menghadapi periode peak season mendatang.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Solid, Didorong Dominasi Ekspor dan Kinerja Operasional Andal

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.