Senin, 09 Nov 2026 05:54 WIB

Wanita Pemandu Karaoke jadi Otak Pencurian Motor, Suami Siri jadi Eksekutor di Surabaya

Suami istri pelaku curanmor
Suami istri pelaku curanmor

selalu.id  –  Sebuah kasus pencurian sepeda motor dengan modus yang tak biasa terungkap di Surabaya. Pungki Nora Wibisono (30), seorang wanita yang bekerja sebagai pemandu karaoke di Jalan Ciliwung,  tertangkap sebagai otak di balik pencurian sepeda motor milik tetangganya sendiri.  Yang mengejutkan, eksekutor pencurian tersebut adalah suami sirinya, Afgan (26), juga warga Jalan Ciliwung.

Korban pencurian, Dzahwan Fawash (17), melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonokromo pada Jumat, 21 Februari 2025 pukul 02.30 WIB.  Sepeda motor Yamaha Aerox miliknya (W 3387 OF) raib dari halaman rumahnya.  Berbekal rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku yang tak lain adalah Afgan, suami siri tetangga korban.

Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Moch. Zahari, menjelaskan kronologi pencurian tersebut dalam jumpa pers hari ini, Rabu (12/3/2025).  "Rekaman CCTV menunjukkan Afgan mengambil motor korban dengan sangat mudah karena kunci kontaknya masih terpasang," ujar Iptu Zahari didampingi Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanti Nainggolan.

Setelah diinterogasi, Pungki Nora Wibisono (PN) mengakui perannya sebagai otak pencurian.  Ia mengaku melihat kunci kontak motor korban masih terpasang saat pulang bekerja sekitar pukul 02.00 WIB.  Melihat kesempatan tersebut, ia langsung menghubungi Afgan dan menyuruhnya untuk mencuri motor tersebut.  Afgan pun menuruti perintah Pungki.

Motor curian kemudian dijual ke Madura oleh H, seorang teman Afgan, seharga Rp 3.200.000.  Ketiga pelaku membagi hasil kejahatan tersebut; Pungki dan Afgan masing-masing mendapatkan Rp 1.000.000, sedangkan H mendapatkan Rp 1.200.000.

Polisi saat ini masih memburu H yang diduga melarikan diri ke Madura.  Sepeda motor korban juga belum ditemukan.  Pungki dan Afgan mengaku terpaksa melakukan pencurian karena membutuhkan biaya untuk berwisata, dan Pungki juga mengaku jarang mendapatkan panggilan kerja sebagai LC karena dilarang oleh Afgan yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Atas perbuatannya, Pungki dan Afgan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumannya maksimal 5 tahun penjara.  Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan pelaku yang memiliki hubungan suami istri siri dan motif yang terbilang unik, yakni untuk membiayai liburan. 

Baca Juga: Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.