Kamis, 04 Jun 2026 07:02 WIB

BPKH Perlu Ruang Lebih Banyak Kelola Dana Haji dengan Prinsip Kehati-hatian

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). (Dok. BPKH/Ist).
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). (Dok. BPKH/Ist).

selalu.id – Anggota Baleg DPR RI, Saleh Pertaonan Daulay, menilai Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) masih belum memiliki kekuatan yang cukup dalam regulasi saat ini.

Menurutnya, dalam UU Pengelolaan Keuangan Haji No 34 Tahun 2014, BPKH tampak "powerless" atau tidak mampu menjalankan mandatnya secara optimal.

Baca Juga: Penerbangan Jember-Surabaya Jadi Hadiah Istimewa di Hari Lahir Pancasila

Politisi Fraksi PAN ini menjelaskan bahwa penguatan BPKH sangat penting agar lembaga tersebut dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal, termasuk dalam pengelolaan dan penempatan dana yang berdampak langsung pada manfaat jamaah haji.

"Diberikan ruang untuk investasi yang lebih menguntungkan harus tetap diimbangi dengan prinsip kehati-hatian. Uang haji adalah uang panas, investasi uang surga tapi panas. Hati-hati, salah guna bahaya," tegasnya dalam keterangan yang diterima selalu.id, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Mobil Anggota DPR RI Gus Hilman Kecelakaan di Tol Paspro, Dua Staf Pendamping Tewas

Saleh menekankan perlunya pembenahan dengan meninjau kembali seluruh pasal terkait kewenangan dan tanggung jawab BPKH dalam undang-undang.

"Penguatan struktur organisasi juga dinilai penting agar posisi BPKH lebih kokoh," jelasnya.

Baca Juga: PPIH Embarkasi Surabaya Uji Kesiapan Lewat Simulasi Rute Asrama-Bandara

Saleh menambahkan, nomenklatur dan posisi kelembagaan perlu diperkuat agar lebih berwibawa dan setara dalam komunikasi antar-lembaga.

"Sehingga pengelolaan haji dapat berjalan lebih profesional, aman, dan berpihak pada kepentingan jemaah," tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.