Jumat, 07 Agu 2026 01:00 WIB

Rusunami Rp300 Juta per Unit Dinilai Mahal, Begini Tanggapan Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 07 Mar 2025 11:21 WIB
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Lilik Arijanto
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Lilik Arijanto

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya tengah melakukan menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan membangun Rumah Susun Milik (Rusunami). Namun, harga ratusan juta dinilai terlalu mahal untuk warga MBR.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Lilik Arijanto, Rusunami yang mencapai Rp300 juta per unit terlalu mahal dan tidak realistis bagi warga MBR.

“Memaksa MBR membeli hunian seharga Rp300 juta adalah kebijakan yang tidak masuk akal. Ini mencerminkan kegagalan pemerintah dalam menyediakan hunian layak,” ujar Lilik, Jumat (7/3/2025).

Menurutnya, pembangunan Rusunami tidak boleh hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga harus membantu warga dalam meningkatkan taraf ekonomi mereka.

“Banyak warga yang sudah puluhan tahun tinggal di rumah susun sewa (Rusunawa) tanpa ada perubahan ekonomi yang signifikan. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata, misalnya dengan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka, agar memiliki daya beli untuk beralih ke hunian yang lebih permanen,” jelasnya.

Lilik mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengembangkan konsep pembangunan Rusunami melalui skema kerja sama dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Kenapa kita arahkan ke Rusunami? Karena jika membangun Rusunawa, bebannya terlalu berat bagi pemerintah. Namun, jika kita membangun Rusunami dengan tinggi minimal lima lantai, kita bisa menarik minat warga yang saat ini tinggal di Rusunawa,” jelasnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Pemkot bersama pemerintah pusat, sekitar 30-40 persen penghuni Rusunawa berminat untuk membeli Rusunami, asalkan skema cicilan yang ditawarkan terjangkau.

Namun, antrean warga yang membutuhkan hunian masih sangat panjang. Saat ini, ada sekitar 12 ribu hingga 14 ribu keluarga yang masuk dalam daftar tunggu Rusunami, sebagian besar berasal dari kalangan MBR.

“Kami sedang mengkaji agar program ini bisa menjangkau lebih banyak warga MBR, termasuk dengan skema tanpa uang muka dan cicilan ringan,” tambahnya.

Selain pembangunan Rusunami, Lilik menekankan pentingnya intervensi ekonomi bagi warga MBR. Pemkot berupaya menciptakan peluang kerja bagi penghuni Rusunawa, baik untuk mereka sendiri maupun anggota keluarganya.

“Kita telah lagi untuk kita berikan semacam intervensi, sehingga intervensi kan sudah lama berjalan ya, penawaran tentang pekerjaan untuk anaknya, atau istrinya, atau suaminya, atau yang belum bekerja, sehingga menuju ke pendapatan yang diatasnya MBR,” katanya.

Namun, Lilik mengingatkan bahwa solusi perumahan bagi MBR tidak bisa dilakukan secara instan.

“Kalau mereka pindah tapi tidak ada hunian yang terjangkau, akhirnya harus menyewa rumah dengan harga mahal, yang justru membuat ekonomi mereka semakin terpuruk. Itu yang harus kita hindari,” tutupnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tuan Rumah, DPRD Surabaya Ingin Porprov Jatim 2027 Berbasis Sportainment dan Dongkrak UMKM

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Skor 6-5 di babak adu penalti memastikan Persebaya mengangkat trofi Piala Presiden 2026 sekaligus mengakhiri turnamen pramusim ini sebagai kampiun.

Kebakaran Bromo Makin Meluas, Kini Mengarah ke Puncak B29 Lumajang

BPBD Probolinggo pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan tidak nekat ke kawasan yang terbakar.

60 Remaja di Sidoarjo Idap HIV: Tujuh Meninggal, 53 Berjuang Hidup

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina meminta masyarakat tidak merespons angka ini dengan kepanikan.

Tekan Penularan HIV pada Remaja, Pemkab Sidoarjo Geser Fokus ke Edukasi dan Promotif

Guna membendung penularan vertikal ini, layanan skrining berdasarkan siklus hidup terus diperkuat, termasuk lewat program triple eliminasi.

Bahan Baku Tisu PT SPS di Sukoanyar Mojokerto Terbakar, 7 Mobil Pemadaman Dikerahkan

Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi mengatakan awal mula kebakaran pabrik produksi tisu itu dari lahan tebu lalu merembet ke area bahan baku tisu.

Propam Polres Jember Sidak Samsat dr Soebandi, Pastikan Bebas Pungli dan Calo

Suwito menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari program pengawasan Waspada Pungli (WDP) untuk memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi masyarakat.