Rabu, 12 Agu 2026 20:32 WIB

Polda Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pokmas Sampang Rp1,5 Miliar

Mapolda Jatim
Mapolda Jatim

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas) Kabupaten Sampang tahun anggaran 2020.  Ketiga tersangka, yang kini ditahan di Mapolda Jatim, adalah MS (33), SR (26), dan MF (27) pada Rabu (19/2/2025) lalu.

Ketiga tersangka ini merupakan warga Desa Banjar Billah, Kecamatan Tambelangan, Sampang. Kasubdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, bahwa ketiga tersangka tersebut telah ditahan dan saat ini sedang menjalani proses hukum lebih lanjut.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari dugaan penyelewengan dana hibah Pokmas yang diperuntukkan bagi pembangunan jembatan di Kecamatan Tambelang, Sampang.  Hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya indikasi pembangunan jembatan fiktif, sehingga mengakibatkan kerugian negara yang cukup besar.

"Dari hasil penyelidikan, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar," ungkap Edy saat dikonfirmasi, Senin (3/3/2025).

Terkait itu, pihak Polda Jatim masih terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap seluruh jaringan dan aliran dana yang terlibat dalam kasus ini.  Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru yang ditetapkan dalam waktu dekat. 

"Angka Rp1,5 miliar masih sementara, dan kami terus mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat," tambah Edy.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana korupsi.  Mereka terancam hukuman penjara yang cukup berat dan denda yang signifikan.  Proses hukum akan terus berjalan, dan penyidik berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya.  Polda Jatim berharap kasus ini dapat menjadi peringatan bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan dana negara.

Kasus korupsi dana Pokmas Sampang ini menjadi sorotan publik karena menyangkut dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat.  Dugaan pembangunan jembatan fiktif menunjukkan adanya penggelapan dana yang merugikan negara dan menghambat pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Proses hukum yang transparan dan adil diharapkan dapat memberikan keadilan bagi masyarakat dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang.  Polda Jatim berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelesaikan kasus ini dan mengembalikan kerugian negara. 

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Arisan Online Fiktif Rp71 Miliar, Tipu 140 Korban dari Aceh hingga Papua

Editor : Ading
Berita Terbaru

Derita Korban Kejahatan Jalanan: Tak Tercover BPJS, Orang Tua Kelimpungan

LPSK mengakui keterbatasan anggaran yang dimiliki. Untuk mengatasi tagihan medis yang fantastis, menerapkan skema kolaborasi atau cost sharing bersama Pemda.

Tersandung Kasus Dugaan Aborsi, Tio Ferdian Dicopot dari Anggota Paguyuban Cak dan Ning Surabaya

Keputusan itu merupakan tindak lanjut dari persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Yakni dugaan Tio yang menyuruh kekasihnya untuk melakukan aborsi.

CitraLand Surabaya Tegaskan Izin Pengelolaan Air Mandiri Masih Aktif, Juga Lengkap dengan KBLI

Selain SIPA, manajemen CitraLand menyebut kegiatan pengelolaan air tercantum dalam KBLI 36001, yakni kegiatan penampungan, penjernihan dan penyaluran air minum.

Komplotan Pembobol Brankas Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Rp1 M Dibekuk, Satu Pelaku Ditembak

Kini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut, juga termasuk memburu dua pelaku lain dari komplotan ini yang masih kabur.

CitraLand Surabaya Akui Adanya Pengelolaan Air Mandiri Karena PDAM Belum Mampu

Meski begitu, CitraLand siap bekerja sama jika kapasitas PDAM sudah mampu penuhi kebutuhan air kawasan sekaligus tidak mengurangi pasokan untuk masyarakat.

Perjuangan Polisi Menembus Pegunungan Mambi, Tandu Nenek Sakit 8 Km demi Selamatkan Nyawa

Dalam aksi kemanusiaan ini, bukan peralatan medis canggih yang polisi siapkan, melainkan hanya selembar sarung kusam dan sebatang bambu tebal untuk menandu.