Selasa, 20 Okt 2026 04:24 WIB

Marak Pengemis di Makam Ziarah, DLH Surabaya: Itu Warga Sekitar Cari Rezeki

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Feb 2025 15:41 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto

selalu.id – Menjelang Ramadan, tradisi ziarah kubur atau megengan mulai ramai dilakukan masyarakat. Namun, di beberapa makam di Surabaya, marak hadir pengemis dan warga yang menawarkan berbagai jasa pun jadi perhatian.

“Biasanya, warga sekitar makam mencari rezeki dengan berbagai cara, seperti menjual bunga tabur, membersihkan rumput, atau membantu membawa air. Mereka tidak memaksa, hanya mengharapkan keikhlasan dari peziarah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, saat dihubungi Selalu.id, Rabu (25/2/2025).

Dedik Irianto, menegaskan bahwa mereka bukan pengemis dalam arti memaksa, melainkan warga sekitar yang mencari penghasilan.

“Tapi untuk yang membersihkan rumput, apa, itu mereka sebetulnya ya minta keikhlasan pengunjung makam itu untuk memberikan sedikit rezekinya, gitu aja. Kalaupun nggak dikasih juga ndak apa  kalau dikasih ya terima kasih, kan gitu intinya sebetulnya,” tambahnya.

Dedik menegaskan bahwa warga yang menawarkan jasa di makam bukan petugas resmi DLH. Petugas dari DLH hanya bertugas untuk perawatan makam dan tanaman di sekitarnya.

Sebab itu, dia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama dalam membawa barang berharga saat berziarah.

“Kami imbau masyarakat agar tidak membawa barang berharga secara mencolok saat ziarah, demi keamanan dan kenyamanan,” tambahnya.

Meski aktivitas warga sekitar makam masih dalam batas wajar, Dedik mengakui bahwa secara aturan, pengemis memang dilarang berdasarkan perda yang berlaku. Namun, DLH bukan pihak yang berwenang melakukan penertiban.

“Soal pengemis itu ada aturan yang mengatur. Biasanya kami berkoordinasi dengan Satpol PP untuk penertiban, jika memang diperlukan,” jelasnya.

Dedik juga menyebut bahwa menjelang Ramadan, jumlah peziarah di makam-makam Surabaya pasti mengalami peningkatan.

“Secara persentase saya tidak bisa memastikan, tapi dari tahun ke tahun, jumlah peziarah pasti meningkat menjelang puasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Satpol PP Surabaya meningkatkan patroli antisipasi pengemis di termasuk makam dan masjid besar yang kerap menjadi lokasi aktivitas mereka.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menempatkan personel di beberapa makam besar yang sering dikunjungi peziarah saat Ramadan.

Langkah ini, kata dia, dilakukan setelah patroli awal menemukan peningkatan jumlah pengemis di beberapa lokasi.

“Kami sudah mulai operasi sejak minggu lalu, di antaranya di Makam Keputih dan Makam Rangkah. Dari hasil patroli, kami melihat jumlah pengemis meningkat di sana,” ujar Fikser, Selasa (25/2/2025).

Meski jumlahnya bertambah, Fikser mengakui bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah ada pihak yang mengoordinasi para pengemis ini.

“Kami belum tahu siapa yang mengatur mereka, apakah mereka didrop di lokasi tertentu atau datang sendiri,” katanya.

Baca Juga: Kafe Tanpa IPAL Buang Limbah Lemak Sembarangan di Saluran Air Tunjungan Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).