Jumat, 05 Jun 2026 05:01 WIB

Marak Pengemis di Makam Ziarah, DLH Surabaya: Itu Warga Sekitar Cari Rezeki

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Feb 2025 15:41 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto

selalu.id – Menjelang Ramadan, tradisi ziarah kubur atau megengan mulai ramai dilakukan masyarakat. Namun, di beberapa makam di Surabaya, marak hadir pengemis dan warga yang menawarkan berbagai jasa pun jadi perhatian.

“Biasanya, warga sekitar makam mencari rezeki dengan berbagai cara, seperti menjual bunga tabur, membersihkan rumput, atau membantu membawa air. Mereka tidak memaksa, hanya mengharapkan keikhlasan dari peziarah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, saat dihubungi Selalu.id, Rabu (25/2/2025).

Dedik Irianto, menegaskan bahwa mereka bukan pengemis dalam arti memaksa, melainkan warga sekitar yang mencari penghasilan.

“Tapi untuk yang membersihkan rumput, apa, itu mereka sebetulnya ya minta keikhlasan pengunjung makam itu untuk memberikan sedikit rezekinya, gitu aja. Kalaupun nggak dikasih juga ndak apa  kalau dikasih ya terima kasih, kan gitu intinya sebetulnya,” tambahnya.

Dedik menegaskan bahwa warga yang menawarkan jasa di makam bukan petugas resmi DLH. Petugas dari DLH hanya bertugas untuk perawatan makam dan tanaman di sekitarnya.

Sebab itu, dia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama dalam membawa barang berharga saat berziarah.

“Kami imbau masyarakat agar tidak membawa barang berharga secara mencolok saat ziarah, demi keamanan dan kenyamanan,” tambahnya.

Meski aktivitas warga sekitar makam masih dalam batas wajar, Dedik mengakui bahwa secara aturan, pengemis memang dilarang berdasarkan perda yang berlaku. Namun, DLH bukan pihak yang berwenang melakukan penertiban.

“Soal pengemis itu ada aturan yang mengatur. Biasanya kami berkoordinasi dengan Satpol PP untuk penertiban, jika memang diperlukan,” jelasnya.

Dedik juga menyebut bahwa menjelang Ramadan, jumlah peziarah di makam-makam Surabaya pasti mengalami peningkatan.

“Secara persentase saya tidak bisa memastikan, tapi dari tahun ke tahun, jumlah peziarah pasti meningkat menjelang puasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Satpol PP Surabaya meningkatkan patroli antisipasi pengemis di termasuk makam dan masjid besar yang kerap menjadi lokasi aktivitas mereka.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menempatkan personel di beberapa makam besar yang sering dikunjungi peziarah saat Ramadan.

Langkah ini, kata dia, dilakukan setelah patroli awal menemukan peningkatan jumlah pengemis di beberapa lokasi.

“Kami sudah mulai operasi sejak minggu lalu, di antaranya di Makam Keputih dan Makam Rangkah. Dari hasil patroli, kami melihat jumlah pengemis meningkat di sana,” ujar Fikser, Selasa (25/2/2025).

Meski jumlahnya bertambah, Fikser mengakui bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah ada pihak yang mengoordinasi para pengemis ini.

“Kami belum tahu siapa yang mengatur mereka, apakah mereka didrop di lokasi tertentu atau datang sendiri,” katanya.

Baca Juga: Acara Surabaya Vaganza Tinggalkan 20 Ton Sampah, 8 Titik Taman juga Rusak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.