Selasa, 03 Feb 2026 20:26 WIB

Marak Pengemis di Makam Ziarah, DLH Surabaya: Itu Warga Sekitar Cari Rezeki

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Feb 2025 15:41 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto

selalu.id – Menjelang Ramadan, tradisi ziarah kubur atau megengan mulai ramai dilakukan masyarakat. Namun, di beberapa makam di Surabaya, marak hadir pengemis dan warga yang menawarkan berbagai jasa pun jadi perhatian.

“Biasanya, warga sekitar makam mencari rezeki dengan berbagai cara, seperti menjual bunga tabur, membersihkan rumput, atau membantu membawa air. Mereka tidak memaksa, hanya mengharapkan keikhlasan dari peziarah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, saat dihubungi Selalu.id, Rabu (25/2/2025).

Dedik Irianto, menegaskan bahwa mereka bukan pengemis dalam arti memaksa, melainkan warga sekitar yang mencari penghasilan.

“Tapi untuk yang membersihkan rumput, apa, itu mereka sebetulnya ya minta keikhlasan pengunjung makam itu untuk memberikan sedikit rezekinya, gitu aja. Kalaupun nggak dikasih juga ndak apa  kalau dikasih ya terima kasih, kan gitu intinya sebetulnya,” tambahnya.

Dedik menegaskan bahwa warga yang menawarkan jasa di makam bukan petugas resmi DLH. Petugas dari DLH hanya bertugas untuk perawatan makam dan tanaman di sekitarnya.

Sebab itu, dia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama dalam membawa barang berharga saat berziarah.

“Kami imbau masyarakat agar tidak membawa barang berharga secara mencolok saat ziarah, demi keamanan dan kenyamanan,” tambahnya.

Meski aktivitas warga sekitar makam masih dalam batas wajar, Dedik mengakui bahwa secara aturan, pengemis memang dilarang berdasarkan perda yang berlaku. Namun, DLH bukan pihak yang berwenang melakukan penertiban.

“Soal pengemis itu ada aturan yang mengatur. Biasanya kami berkoordinasi dengan Satpol PP untuk penertiban, jika memang diperlukan,” jelasnya.

Dedik juga menyebut bahwa menjelang Ramadan, jumlah peziarah di makam-makam Surabaya pasti mengalami peningkatan.

“Secara persentase saya tidak bisa memastikan, tapi dari tahun ke tahun, jumlah peziarah pasti meningkat menjelang puasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Satpol PP Surabaya meningkatkan patroli antisipasi pengemis di termasuk makam dan masjid besar yang kerap menjadi lokasi aktivitas mereka.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menempatkan personel di beberapa makam besar yang sering dikunjungi peziarah saat Ramadan.

Langkah ini, kata dia, dilakukan setelah patroli awal menemukan peningkatan jumlah pengemis di beberapa lokasi.

“Kami sudah mulai operasi sejak minggu lalu, di antaranya di Makam Keputih dan Makam Rangkah. Dari hasil patroli, kami melihat jumlah pengemis meningkat di sana,” ujar Fikser, Selasa (25/2/2025).

Meski jumlahnya bertambah, Fikser mengakui bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah ada pihak yang mengoordinasi para pengemis ini.

“Kami belum tahu siapa yang mengatur mereka, apakah mereka didrop di lokasi tertentu atau datang sendiri,” katanya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.