Senin, 20 Jul 2026 09:43 WIB

Marak Pengemis di Makam Ziarah, DLH Surabaya: Itu Warga Sekitar Cari Rezeki

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Feb 2025 15:41 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto

selalu.id – Menjelang Ramadan, tradisi ziarah kubur atau megengan mulai ramai dilakukan masyarakat. Namun, di beberapa makam di Surabaya, marak hadir pengemis dan warga yang menawarkan berbagai jasa pun jadi perhatian.

“Biasanya, warga sekitar makam mencari rezeki dengan berbagai cara, seperti menjual bunga tabur, membersihkan rumput, atau membantu membawa air. Mereka tidak memaksa, hanya mengharapkan keikhlasan dari peziarah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, saat dihubungi Selalu.id, Rabu (25/2/2025).

Dedik Irianto, menegaskan bahwa mereka bukan pengemis dalam arti memaksa, melainkan warga sekitar yang mencari penghasilan.

“Tapi untuk yang membersihkan rumput, apa, itu mereka sebetulnya ya minta keikhlasan pengunjung makam itu untuk memberikan sedikit rezekinya, gitu aja. Kalaupun nggak dikasih juga ndak apa  kalau dikasih ya terima kasih, kan gitu intinya sebetulnya,” tambahnya.

Dedik menegaskan bahwa warga yang menawarkan jasa di makam bukan petugas resmi DLH. Petugas dari DLH hanya bertugas untuk perawatan makam dan tanaman di sekitarnya.

Sebab itu, dia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama dalam membawa barang berharga saat berziarah.

“Kami imbau masyarakat agar tidak membawa barang berharga secara mencolok saat ziarah, demi keamanan dan kenyamanan,” tambahnya.

Meski aktivitas warga sekitar makam masih dalam batas wajar, Dedik mengakui bahwa secara aturan, pengemis memang dilarang berdasarkan perda yang berlaku. Namun, DLH bukan pihak yang berwenang melakukan penertiban.

“Soal pengemis itu ada aturan yang mengatur. Biasanya kami berkoordinasi dengan Satpol PP untuk penertiban, jika memang diperlukan,” jelasnya.

Dedik juga menyebut bahwa menjelang Ramadan, jumlah peziarah di makam-makam Surabaya pasti mengalami peningkatan.

“Secara persentase saya tidak bisa memastikan, tapi dari tahun ke tahun, jumlah peziarah pasti meningkat menjelang puasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Satpol PP Surabaya meningkatkan patroli antisipasi pengemis di termasuk makam dan masjid besar yang kerap menjadi lokasi aktivitas mereka.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menempatkan personel di beberapa makam besar yang sering dikunjungi peziarah saat Ramadan.

Langkah ini, kata dia, dilakukan setelah patroli awal menemukan peningkatan jumlah pengemis di beberapa lokasi.

“Kami sudah mulai operasi sejak minggu lalu, di antaranya di Makam Keputih dan Makam Rangkah. Dari hasil patroli, kami melihat jumlah pengemis meningkat di sana,” ujar Fikser, Selasa (25/2/2025).

Meski jumlahnya bertambah, Fikser mengakui bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah ada pihak yang mengoordinasi para pengemis ini.

“Kami belum tahu siapa yang mengatur mereka, apakah mereka didrop di lokasi tertentu atau datang sendiri,” katanya.

Baca Juga: DLH Surabaya Tindak Pembuang Darah Kurban ke Sungai, Terancam Denda Rp50 Juta

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.