Kamis, 03 Sep 2026 14:23 WIB

Masih Banjir, Warga Kebonsari Surabaya Keluhkan Kecilnya Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Feb 2025 20:29 WIB

selalu.id - Warga RT 01 dan RT 02 RW 01 Kebonsari, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, kembali mengeluhkan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras.

Warga menyebut banjir dikarenakan saluran drainase yang terlalu kecil serta kapasitas rumah pompa Jambangan yang tidak mampu menampung debit air yang besar.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Ketua RW 01 Kebonsari, Jamhari, menyebutkan bahwa meskipun genangan biasanya surut dalam waktu 10 hingga 30 menit, kondisi ini tetap mengganggu warga.

Apalagi, air yang mengalir ke rumah pompa Jambangan sering “rebutan” dengan limpasan air dari wilayah lain.

“Air dari Kebonsari mengalir ke rumah pompa Jambangan. Kalau hujan deras, Sungai Jambangan meluap, dan akhirnya air balik ke pemukiman. Ini yang membuat banjir cepat terjadi,” ujar Jamhari, kepada Selalu.id, Minggu (9/2/2025).

Jamhari mengatakan padahal warga sudah mengajukan permohonan perbaikan drainase sejak 2024. Mereka meminta penggantian saluran dengan U-ditch berukuran 40x60 cm agar air lebih cepat mengalir.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Sayangnya, usulan ini baru masuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025, dengan target pengerjaan di 2026.

“Gang dua RT ini masih pakai drainase kecil, belum tersentuh perbaikan. Sementara di Kebonsari 1, sebagian sudah mendapat saluran baru. Harapannya, drainase ini bisa segera diperbesar supaya genangan cepat surut,” jelas Jamhari.

Selain drainase, warga juga menyoroti kapasitas rumah pompa Jambangan yang masih kurang. Saat hujan deras, air yang masuk ke rumah pompa sering melampaui kapasitasnya, sehingga air meluap kembali ke permukiman.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

“Kalau curah hujan tinggi, air bisa naik sampai level 130 cm, padahal rumah pompa hanya bisa menangani maksimal 120 cm. Kalau sudah begitu, banjir pasti terjadi,” tambahnya.

Jamhari mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi ini ke dinas terkait, bahkan mengirimkan foto kondisi di lapangan. Namun hingga kini, perbaikan belum dilakukan.

“Kami hanya ingin solusi yang jelas. Kalau rumah pompa tidak diperbesar, banjir akan terus berulang. Semoga pemkot segera bertindak sebelum musim hujan tahun depan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.