Senin, 06 Jul 2026 00:19 WIB

Masih Banjir, Warga Kebonsari Surabaya Keluhkan Kecilnya Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Feb 2025 20:29 WIB

selalu.id - Warga RT 01 dan RT 02 RW 01 Kebonsari, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, kembali mengeluhkan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras.

Warga menyebut banjir dikarenakan saluran drainase yang terlalu kecil serta kapasitas rumah pompa Jambangan yang tidak mampu menampung debit air yang besar.

Baca Juga: Konser Denny Caknan di Eks Hi-Tech Mall Surabaya Membludak, Pagar Besi Sampai Jebol

Ketua RW 01 Kebonsari, Jamhari, menyebutkan bahwa meskipun genangan biasanya surut dalam waktu 10 hingga 30 menit, kondisi ini tetap mengganggu warga.

Apalagi, air yang mengalir ke rumah pompa Jambangan sering “rebutan” dengan limpasan air dari wilayah lain.

“Air dari Kebonsari mengalir ke rumah pompa Jambangan. Kalau hujan deras, Sungai Jambangan meluap, dan akhirnya air balik ke pemukiman. Ini yang membuat banjir cepat terjadi,” ujar Jamhari, kepada Selalu.id, Minggu (9/2/2025).

Jamhari mengatakan padahal warga sudah mengajukan permohonan perbaikan drainase sejak 2024. Mereka meminta penggantian saluran dengan U-ditch berukuran 40x60 cm agar air lebih cepat mengalir.

Baca Juga: Adu Nasib di Surabaya, Arek Blitar Malah Masuk Penjara

Sayangnya, usulan ini baru masuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025, dengan target pengerjaan di 2026.

“Gang dua RT ini masih pakai drainase kecil, belum tersentuh perbaikan. Sementara di Kebonsari 1, sebagian sudah mendapat saluran baru. Harapannya, drainase ini bisa segera diperbesar supaya genangan cepat surut,” jelas Jamhari.

Selain drainase, warga juga menyoroti kapasitas rumah pompa Jambangan yang masih kurang. Saat hujan deras, air yang masuk ke rumah pompa sering melampaui kapasitasnya, sehingga air meluap kembali ke permukiman.

Baca Juga: Warga Surabaya Menjerit soal Debu Proyek Drainase, DSDABM Siapkan Sanksi Tegas pada Kontraktor

“Kalau curah hujan tinggi, air bisa naik sampai level 130 cm, padahal rumah pompa hanya bisa menangani maksimal 120 cm. Kalau sudah begitu, banjir pasti terjadi,” tambahnya.

Jamhari mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi ini ke dinas terkait, bahkan mengirimkan foto kondisi di lapangan. Namun hingga kini, perbaikan belum dilakukan.

“Kami hanya ingin solusi yang jelas. Kalau rumah pompa tidak diperbesar, banjir akan terus berulang. Semoga pemkot segera bertindak sebelum musim hujan tahun depan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

75 LC Diamankan di Warung Pangku Jabon Sidoarjo Ternyata Banyak Dari Kota Ini

Dari puluhan LC tersebut, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan satu di antaranya terindikasi menderita sifilis atau raja singa.

Enam Kapolda Berganti, Berikut Daftarnya

Irjen Pol Isir mengatakan mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pengembangan sumber daya manusia.

Pemkab Sidoarjo Perkuat Gerakan Masyarakat Lawan Narkoba dalam Peringatan HANI 2026

Kepedulian warga di lingkungan RT, RW, hingga desa juga dinilai menjadi benteng awal untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika.

Pandawa Warung Kopi: Saat Rindu Menjelma Rasa dan Sydney Menjadi Indonesia

Bukan aroma kopi biasa. Aroma Indonesia yang akhirnya mengklaim tempatnya di jantung kota paling kosmopolitan di Australia Selatan.

1.500 Pelari Ramaikan Majapahit Run 2026 di Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto berharap semangat berlari dapat mendorong masyarakat memiliki kesehatan jasmani dan rohani sehingga tetap produktif.

Puluhan LC Diamankan dari Warung Pangku Jabon Sidoarjo Ada yang Terindikasi Sifilis

Selain mengamankan puluhan pemandu lagu atau LC, petugas juga menyita ratusan botol minuman keras (miras) berbagai merek.