Senin, 02 Feb 2026 02:00 WIB

Masih Banjir, Warga Kebonsari Surabaya Keluhkan Kecilnya Saluran Air

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 09 Feb 2025 20:29 WIB

selalu.id - Warga RT 01 dan RT 02 RW 01 Kebonsari, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, kembali mengeluhkan banjir yang kerap terjadi saat hujan deras.

Warga menyebut banjir dikarenakan saluran drainase yang terlalu kecil serta kapasitas rumah pompa Jambangan yang tidak mampu menampung debit air yang besar.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Ketua RW 01 Kebonsari, Jamhari, menyebutkan bahwa meskipun genangan biasanya surut dalam waktu 10 hingga 30 menit, kondisi ini tetap mengganggu warga.

Apalagi, air yang mengalir ke rumah pompa Jambangan sering “rebutan” dengan limpasan air dari wilayah lain.

“Air dari Kebonsari mengalir ke rumah pompa Jambangan. Kalau hujan deras, Sungai Jambangan meluap, dan akhirnya air balik ke pemukiman. Ini yang membuat banjir cepat terjadi,” ujar Jamhari, kepada Selalu.id, Minggu (9/2/2025).

Jamhari mengatakan padahal warga sudah mengajukan permohonan perbaikan drainase sejak 2024. Mereka meminta penggantian saluran dengan U-ditch berukuran 40x60 cm agar air lebih cepat mengalir.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Sayangnya, usulan ini baru masuk Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2025, dengan target pengerjaan di 2026.

“Gang dua RT ini masih pakai drainase kecil, belum tersentuh perbaikan. Sementara di Kebonsari 1, sebagian sudah mendapat saluran baru. Harapannya, drainase ini bisa segera diperbesar supaya genangan cepat surut,” jelas Jamhari.

Selain drainase, warga juga menyoroti kapasitas rumah pompa Jambangan yang masih kurang. Saat hujan deras, air yang masuk ke rumah pompa sering melampaui kapasitasnya, sehingga air meluap kembali ke permukiman.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

“Kalau curah hujan tinggi, air bisa naik sampai level 130 cm, padahal rumah pompa hanya bisa menangani maksimal 120 cm. Kalau sudah begitu, banjir pasti terjadi,” tambahnya.

Jamhari mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi ini ke dinas terkait, bahkan mengirimkan foto kondisi di lapangan. Namun hingga kini, perbaikan belum dilakukan.

“Kami hanya ingin solusi yang jelas. Kalau rumah pompa tidak diperbesar, banjir akan terus berulang. Semoga pemkot segera bertindak sebelum musim hujan tahun depan,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.