Kamis, 23 Jul 2026 06:27 WIB

Prioritas Proyek RS Baru Dipertanyakan, DPRD: Masih Banyak Warga Miskin di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Feb 2025 16:14 WIB
Kantor Pemkot Surabaya
Kantor Pemkot Surabaya

selalu.id - Rencana pembangunan rumah sakit baru di Surabaya menuai pertanyaan dari anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Imam Syafi’i. Salah satunya, RS Surabaya Selatan yang akan dibangun 2025 ini.

Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan harus benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar proyek pembangunan semata.

Imam, yang juga politisi Partai NasDem, menyatakan bahwa ia masih mempertimbangkan apakah akan menyetujui rencana tersebut. Salah satu faktor yang menjadi perhatiannya adalah tren jumlah pasien di wilayah yang akan dibangun rumah sakit tersebut.

“Ini menjadi pertimbangan, apakah saya sebagai anggota Banggar akan menyetujui pembangunan rumah sakit baru. Kalau ternyata jumlah pasien tidak banyak dan trennya tetap, kenapa kita harus membangun lagi?” ujarnya, Senin (3/2/2025).

Imam menegaskan bahwa sebelum memutuskan pembangunan rumah sakit baru, pemerintah harus melakukan kajian yang komprehensif.

“Jika memang ada kajian yang menunjukkan bahwa jumlah rumah sakit di wilayah itu kurang dan kehadiran rumah sakit baru bisa meningkatkan akses layanan kesehatan, tentu itu bisa menjadi prioritas,” tegasnya.

Meski mengakui pentingnya pembangunan rumah sakit, Imam juga menyoroti persoalan lain yang menurutnya lebih mendesak, seperti pendidikan dan kesejahteraan warga miskin.

Mantan pengurus PMII Jawa Timur ini menyoroti masih banyaknya anak di Surabaya, khususnya lulusan SMP, yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya warga miskin yang tidak terdaftar dalam program bantuan sosial atau daftar keluarga miskin (Gamis).

“Sayang jika APBD kita digunakan untuk hal yang kurang mendesak. Rumah sakit memang penting, tapi jangan lupa, masih banyak anak lulusan SMP yang tidak bisa melanjutkan sekolah, dan banyak warga miskin yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan. Ini yang harus jadi perhatian,” tandas Imam.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Editor : Ading
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.