Senin, 07 Sep 2026 03:12 WIB

Harga Pangan di Surabaya Naik, Pemkot Pastikan Stok 3 Bulan ke Depan Aman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Feb 2025 12:25 WIB
Stok bahan pangan di Surabaya
Stok bahan pangan di Surabaya

selalu.id – Harga sejumlah bahan pangan pokok di Kota Surabaya mengalami kenaikan per 30 Januari 2025 lalu. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman hingga tiga bulan ke depan.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Indeks Kecukupan Pangan (IKP) hingga Desember 2024, indeks kecukupan pangan kota ini mencapai 3,8.

“Angka ini menunjukkan bahwa ketersediaan pangan di Surabaya masih mencukupi hingga tiga bulan ke depan,” ujar Vykka, Senin (3/2/2025).

Untuk memastikan stok tetap stabil, Pemkot Surabaya telah mengambil beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah dengan menyediakan 21 Kios Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang memasok bahan pangan penting seperti beras medium SPHP, beras premium, gula pasir, dan minyak goreng ke pasar-pasar tradisional.

Selain itu, pemkot juga menjalin kerja sama dengan daerah penghasil bahan pangan guna menjaga pasokan tetap lancar. Mereka juga bekerja sama dengan distributor lokal serta menggalakkan gerakan menanam komoditas strategis seperti padi, bawang merah, dan aneka cabai di lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD).

Pemkot juga rutin mengadakan pasar murah di 31 kecamatan secara bergilir serta Gerakan Pangan Murah (GPM) setiap bulan. Melalui program ini, berbagai bahan pokok seperti beras, daging ayam, telur, hingga cabai dan bawang dijual dengan harga lebih terjangkau.

Meski stok pangan aman, beberapa komoditas mengalami lonjakan harga, terutama minyak goreng curah, telur ayam broiler, bawang merah, tomat, serta cabai merah besar dan cabai rawit merah.

Menurut Vykka, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya, harga minyak goreng naik akibat penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita dari Rp14.000 menjadi Rp15.700 per liter sejak Agustus 2024.

Sementara itu, harga telur ayam broiler terdongkrak akibat meningkatnya permintaan, terutama menjelang hari besar keagamaan. Untuk komoditas hortikultura seperti tomat dan bawang merah, cuaca ekstrem turut menjadi penyebab utama kenaikan harga.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.