Minggu, 08 Nov 2026 22:00 WIB

Banjir Bandang Pasuruan: Polisi Terjunkan Ratusan Personel Tim Evakuasi

Tim evakuasi banjir bandang Pasuruan
Tim evakuasi banjir bandang Pasuruan

selalu.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasuruan sejak Rabu (29/1) menyebabkan banjir bandang yang merendam empat kecamatan, hingga Kamis (30/1) sore.  Desa Rejoso Lor menjadi wilayah terparah yang terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai 150 cm. 

Banjir ini telah merendam ribuan rumah dan mengakibatkan sekitar 4.600 kepala keluarga (KK) dari enam dusun terdampak. Kepolisian Resort (Polres) Pasuruan Kota langsung merespon bencana ini dengan mengerahkan ratusan personel untuk melakukan evakuasi warga terdampak. 

Para petugas dilengkapi dengan perahu karet dan peralatan medis, fokus mengevakuasi warga, terutama lansia dan kelompok rentan yang terjebak di dalam rumah mereka.  Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

"Kami prioritaskan evakuasi warga lansia dan anak-anak terlebih dahulu. Kondisi di lapangan cukup sulit, namun kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan seluruh warga terdampak," ujar AKBP Davis Busin Siwara, Kapolres Pasuruan Kota. 

Selain evakuasi, Polres Pasuruan Kota juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa lebih dari seribu paket makanan siap saji kepada para korban.  Bantuan ini dinilai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dan mencegah potensi penyakit akibat kondisi tidak higienis pasca banjir. 

Kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga dilakukan untuk memastikan pendistribusian bantuan berjalan lancar dan merata. Banjir yang terjadi kali ini merupakan yang terparah sejak tahun lalu.  Kondisi geografis Desa Rejoso Lor yang berada di dataran rendah menjadikannya lebih rentan terhadap genangan air dibandingkan empat kecamatan lainnya yang juga terdampak. 

BPBD setempat telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi. Kapolres Pasuruan Kota juga menekankan pentingnya peran kepolisian dalam mitigasi bencana, tidak hanya dalam evakuasi dan bantuan logistik, tetapi juga dalam memberikan dukungan moril kepada para korban.

Polisi berkomitmen untuk berkolaborasi dengan BPBD dan instansi terkait lainnya untuk mempercepat proses pemulihan pasca banjir dan membantu para korban untuk kembali ke kehidupan normal. 

Seperti diketahui, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah yang rusak juga akan menjadi fokus utama dalam penanganan pasca bencana ini.  Pemerintah daerah dan berbagai lembaga kemanusiaan diharapkan turut serta dalam upaya pemulihan ini.

Baca Juga: Top 5 Berita: Polemik Pasar Tanjungsari hingga Penyadapan Presiden RI oleh Eks Kapolri

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.

BKK 2027 600 Juta/Desa, Subandi: Percepatan Pembangunan hingga Harmonisasi Perangkat

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa.