Senin, 02 Feb 2026 01:49 WIB

Banjir Bandang Pasuruan: Polisi Terjunkan Ratusan Personel Tim Evakuasi

Tim evakuasi banjir bandang Pasuruan
Tim evakuasi banjir bandang Pasuruan

selalu.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasuruan sejak Rabu (29/1) menyebabkan banjir bandang yang merendam empat kecamatan, hingga Kamis (30/1) sore.  Desa Rejoso Lor menjadi wilayah terparah yang terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai 150 cm. 

Banjir ini telah merendam ribuan rumah dan mengakibatkan sekitar 4.600 kepala keluarga (KK) dari enam dusun terdampak. Kepolisian Resort (Polres) Pasuruan Kota langsung merespon bencana ini dengan mengerahkan ratusan personel untuk melakukan evakuasi warga terdampak. 

Para petugas dilengkapi dengan perahu karet dan peralatan medis, fokus mengevakuasi warga, terutama lansia dan kelompok rentan yang terjebak di dalam rumah mereka.  Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

"Kami prioritaskan evakuasi warga lansia dan anak-anak terlebih dahulu. Kondisi di lapangan cukup sulit, namun kami berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan seluruh warga terdampak," ujar AKBP Davis Busin Siwara, Kapolres Pasuruan Kota. 

Selain evakuasi, Polres Pasuruan Kota juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa lebih dari seribu paket makanan siap saji kepada para korban.  Bantuan ini dinilai sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi dan mencegah potensi penyakit akibat kondisi tidak higienis pasca banjir. 

Kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga dilakukan untuk memastikan pendistribusian bantuan berjalan lancar dan merata. Banjir yang terjadi kali ini merupakan yang terparah sejak tahun lalu.  Kondisi geografis Desa Rejoso Lor yang berada di dataran rendah menjadikannya lebih rentan terhadap genangan air dibandingkan empat kecamatan lainnya yang juga terdampak. 

BPBD setempat telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi. Kapolres Pasuruan Kota juga menekankan pentingnya peran kepolisian dalam mitigasi bencana, tidak hanya dalam evakuasi dan bantuan logistik, tetapi juga dalam memberikan dukungan moril kepada para korban.

Polisi berkomitmen untuk berkolaborasi dengan BPBD dan instansi terkait lainnya untuk mempercepat proses pemulihan pasca banjir dan membantu para korban untuk kembali ke kehidupan normal. 

Seperti diketahui, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah yang rusak juga akan menjadi fokus utama dalam penanganan pasca bencana ini.  Pemerintah daerah dan berbagai lembaga kemanusiaan diharapkan turut serta dalam upaya pemulihan ini.

Baca Juga: Kematian Mahasiswi UMM di Pasuruan, Polisi Terduga Pelaku Diamankan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.