Rabu, 22 Jul 2026 15:45 WIB

Warga Tolak Pembangunan RS Surabaya Selatan, Begini Sikap Komisi D

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 30 Jan 2025 20:56 WIB
Rencana lokasi pembangunan RS Surabaya Selatan
Rencana lokasi pembangunan RS Surabaya Selatan

selalu.id – Komisi D DPRD Surabaya menyoroti penolakan warga Karangpilang terkait lokasi rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) Surabaya Selatan, salah satunya di lapangan sepak bola, Jalan Mastrip Anggrek 1.

Anggota Komisi D, Imam Syafi’i, menekankan bahwa penting untuk terjalinnya komunikasi antara Pemkot dan masyarakat sebelum proyek yang akan jadi fokus RS untuk Trauma Center ini dilanjutkan.

Menurut Imam, pembangunan rumah sakit seharusnya untuk kepentingan warga. Namun, jika justru ditolak oleh masyarakat sekitar, maka ada persoalan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Ia juga mengatakan Komisi D siap menggelar hearing buntut penolakan warga atas lokasi RS Selatan itu.

“Sebaiknya Pemkot menyelesaikan semua persoalan dengan warga setempat dan mengomunikasikan rencana ini dengan baik agar tidak ada keberatan. Komisi D siap menjembatani dialog antara warga dan pihak terkait,” kata Imam, kepada selalu.id, Kamis (30/1/2025)

Politisi Partai NasDem itu juga menyoroti perlunya kajian mendalam sebelum memutuskan pembangunan RS Surabaya Selatan.

Menurutnya, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dipertimbangkan secara matang, mengingat di wilayah tersebut sudah terdapat beberapa rumah sakit lain.

“Jika memang ada kebutuhan karena fasilitas kesehatan di wilayah itu kurang, tentu ini bisa menjadi prioritas. Namun, jika tidak ada urgensi, alangkah baiknya anggaran digunakan untuk program lain yang lebih mendesak, seperti pendidikan bagi anak-anak kurang mampu dan bantuan bagi masyarakat miskin yang belum terdata dalam program kesejahteraan,” paparnya.

Lebih lanjut Imam juga mengingatkan bahwa pembangunan rumah sakit harus didasarkan pada data dan kebutuhan yang jelas.

“Saya mendengar ini sudah masuk tahap lelang desain, tetapi mestinya sebelum itu ada kajian yang komprehensif. Apakah di wilayah tersebut benar-benar kekurangan rumah sakit? Sebab, di sekitar Surabaya Selatan sudah ada beberapa fasilitas kesehatan, seperti RS Islam, RS Kodam, RS Marinir di Gunung Sari, serta RS NU dan RS Muhammadiyah di kawasan Sepanjang,” tambahnya.

Terkait penolakan warga, Imam menegaskan kembali bahwa Pemkot harus membuka ruang dialog agar masyarakat memahami tujuan pembangunan rumah sakit ini.

“Masyarakat harus diajak bicara dan tidak ada yang ditutupi. Jika rumah sakit ini benar-benar untuk kebaikan warga, seharusnya tidak ada penolakan. Tetapi kalau ada yang menolak, kita harus lihat alasannya. Jika penolakan itu masuk akal, maka pembangunan rumah sakit ini memang perlu dikaji ulang,” tegasnya.

Komisi D DPRD Surabaya berencana untuk menggali lebih dalam alasan di balik penolakan warga sebelum mengambil sikap terkait proyek ini.

Mereka menegaskan bahwa setiap rupiah dari uang rakyat harus dipertanggungjawabkan dengan jelas, baik untuk pelayanan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi.

“Jangan sampai anggaran digunakan tanpa pertimbangan yang matang. Setiap kebijakan, termasuk pembangunan rumah sakit ini, harus memenuhi dua syarat utama meningkatkan pelayanan masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga kecamatan Karangpilang menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang akan membangun Rumah Sakit baru lagi di wilayah Selatan.

Lantaran, lokasinya salah satunya lapangan sepak bola, yang berada di pinggir Jalan m Mastrip Anggrek 1.

Salah satu warga Karangpilang yang tak ingin sebut namanya mengaku kecewa apabila Rumah Sakit Selatan yang akan jadi pusat Trauma Center itu dibangun.

Dia mengaku sejak kecil tahun 1971 lapangan bola sudah ada. Bahkan, mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat mengambil anak-anak bakat yang latihan di lapangan ini.

“Sejak saya kecil, sudah berdiri lapangan ini. Dulu  bu Risma ambil kesini anak-anak bakat bola, bahkan prestasi keluar negeri, ada itu timnas putri,” ungkapnya.

Sementara Pengurus Lapangan Bola Karangpilang, Badi mengaku bahwa ada beberapa lokasi yang masuk dalam survei Pemkot, termasuk lapangan bola ini.

Kemudian, ada area di belakang Lotte Mart dan lahan di dekat Pondok Maritim, yang berada di sebelah pom bensin yakni parkiran taksi, dan dekat SMPN 51 Surabaya.

“Katanya surveinya yang kuat itu di belakang Lotte sama di sebelah pom bensin. Kalau di lapangan ini, dewan minta lahannya tetap jadi ruang terbuka hijau, bukan rumah sakit,” kata Badi, saat ditemui Selalu.id.

Rencana pembangunan rumah sakit di lapangan bola Karangpilang mendapat penolakan dari warga sekitar. Kata dia, hampir 90 persen masyarakat menolak wacana tersebut karena lapangan bola ini sering digunakan untuk aktivitas olahraga.

“Rata-rata menolak hampir 90 persen,” ungkapnya.

“Di sini banyak komunitas olahraga, seperti Karangpilang WTT (Wong Tuo-Tuo) dan sekolah sepak bola. Bahkan ada anak-anak perempuan yang juga latihan bola,” tambahnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dukung Penundaan RS Selatan, Fokuskan Perbaikan RSUD Eka Candrarini

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.