Senin, 02 Feb 2026 01:58 WIB

Anggaran Penanganan Banjir di Surabaya Ditambah 1,4 Triliun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 12 Jan 2025 12:21 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau pemompaan air
Wali Kota Eri Cahyadi saat meninjau pemompaan air

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa alokasi anggaran sebesar Rp1,4 triliun telah disiapkan dalam APBD 2025 untuk melanjutkan program penanganan banjir yang telah diprioritaskan tahun ini.

Eri Cahyadi menyebutkan bahwa tambahan anggaran tengah dirumuskan dan dibahas bersama DPRD Kota Surabaya. Anggaran ini akan difokuskan pada proyek-proyek strategis, seperti pembangunan bozem, pelebaran saluran air, penambahan rumah pompa, dan normalisasi sungai.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

“Rancangan anggaran sudah kami sampaikan, meski masih ada koreksi. Setelah disetujui, kami akan paparkan belanja wajib Pemkot, termasuk prioritas utama di 2025. Dengan begitu, masyarakat bisa tahu program apa saja yang akan kami kerjakan,” ujar Eri, Minggu (12/1/2025).

Menurut Wali Kota Eri, salah satu prioritas utama adalah penanganan banjir di 180 titik di Surabaya. Nantinya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya akan memaparkan secara rinci lokasi dan metode penanganan setiap titik tersebut.

“Nanti DSDABM akan menjelaskan area tangkapan (catchment area) yang menjadi fokus penanganan. Misalnya, 1-5 titik dikerjakan penuh hingga selesai. Jadi, tidak setengah-setengah agar hasilnya maksimal. Kami ingin masyarakat tahu mana titik yang sudah bebas banjir dan mana yang belum karena memang belum dikerjakan,” jelasnya.

Eri juga menegaskan bahwa transparansi ini penting agar masyarakat memahami progres dan kendala yang dihadapi dalam penyelesaian banjir.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Ia memberi contoh, sejumlah wilayah seperti Dukuh Kupang dan Pakal Madya sudah bebas banjir setelah proyek box culvert selesai. Namun, di lokasi lain, pengerjaan dilakukan bertahap sesuai skala prioritas dan ketersediaan anggaran.

Eri menambahkan, penanganan banjir di kawasan permukiman juga mengacu pada skala prioritas. Jika sebuah kampung mengalami banjir karena belum memiliki saluran U-Ditch, wilayah tersebut akan menjadi prioritas pengerjaan Pemkot.

“Kami kerjakan bertahap. Kampung yang tidak banjir tidak akan menjadi prioritas utama, tetapi tetap masuk dalam rencana tahun berikutnya,” tegas Eri.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Eri memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di Surabaya, termasuk penanganan banjir, dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Pemkot berkomitmen untuk menyelesaikan masalah banjir secara menyeluruh, meskipun membutuhkan waktu dan koordinasi anggaran yang matang.

“Kami terus berupaya memastikan anggaran digunakan secara maksimal agar banjir di Surabaya dapat ditangani dengan efektif,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.