Selasa, 03 Feb 2026 17:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Patroli Minol di Malam Tahun Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 31 Des 2024 12:23 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan pihak terkait dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan perayaan malam Tahun Baru 2024.

Hal ini disampaikan menyusul sejumlah insiden tragis akibat pengaruh minuman beralkohol dan konflik antar remaja di jalanan.

Fathoni menyoroti penjualan bebas minuman beralkohol di ritel-ritel Surabaya yang seharusnya hanya boleh dijual di tempat tertentu, seperti Restoran Hiburan Umum (RHU).

Ia meminta Satpol PP, TNI, dan Polri untuk memperketat pengawasan terhadap toko-toko ritel yang menjual alkohol guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengendara dalam pengaruh alkohol.

“Kita sudah mengalami peristiwa tragis sebelumnya. Untuk menekan potensi korban, perlu ada pengawasan serius terhadap toko ritel yang menjual alkohol. Alkohol seharusnya hanya dikonsumsi di tempat-tempat yang diizinkan oleh pemerintah,” ujarnya, Selasa (31/12/2024).

Ia juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memeriksa keaslian alkohol yang beredar di gudang-gudang distributor secara acak.

Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada alkohol yang dicampur atau disuntik kandungan berbahaya oleh oknum distributor nakal.

“Kasus kecelakaan tragis di Jalan Merr beberapa waktu lalu menunjukkan adanya kemungkinan minuman oplosan. Dinkes dan BPOM harus memastikan kualitas alkohol yang beredar aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.

Selain alkohol, Fathoni juga menyoroti potensi konflik antar remaja yang sering terjadi di kawasan rawan seperti Kenjeran. Ia meminta Pemkot bersama TNI dan Polri meningkatkan patroli untuk mencegah tawuran atau aksi-aksi yang meresahkan masyarakat.

“Saya berharap Pemkot mengajak tiga pilar, yaitu TNI, Polri, dan perangkat daerah untuk memantau kawasan-kawasan rawan konflik selama perayaan tahun baru,” katanya.

Fathoni turut mengapresiasi langkah Polrestabes Surabaya yang telah memusnahkan kenalpot brong sebagai barang bukti. Menurutnya, aksi tersebut memberikan efek jera kepada pelaku modifikasi motor yang melanggar aturan.

“Kenalpot brong tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga memicu konflik di jalanan. Patroli terhadap penggunaan kenalpot tak sesuai spesifikasi harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun secara sukacita tanpa gangguan dari minuman beralkohol, konflik, atau kenalpot brong.

“Semoga kita semua bisa menikmati momen tahun baru dengan nyaman dan tanpa insiden yang merugikan. Mari jaga Kota Surabaya bersama-sama,” pungkasnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.