Rabu, 04 Feb 2026 22:52 WIB

Sunny Pet Hotel: Bisnis Penitipan Anjing Ala Hotel Bintang Lima

Sunny Pet Hotel
Sunny Pet Hotel

selalu.id –  Libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 menjadi momen ramai bagi Sunny Pet Hotel, sebuah tempat penitipan anjing berkonsep hotel bintang lima di kawasan Jl. Tenggilis Mejoyo Selatan, Surabaya.  Fasilitas lengkap yang ditawarkan, mulai dari kamar ber-AC, CCTV, playground, hingga kolam renang, membuat Sunny Pet Hotel menjadi pilihan utama para pemilik anjing di Surabaya untuk menitipkan hewan peliharaan mereka selama liburan.

Agnes Pakpahan, salah satu pelanggan setia Sunny Pet Hotel, mengungkapkan alasannya memilih tempat ini.  "Saya sudah menjadi langganan menitipkan anjing saya di sini, terutama saat libur Natal. Selain harganya terjangkau, saya merasa tenang karena Sunny Pet Hotel dijaga oleh orang-orang berpengalaman dan fasilitasnya lengkap," ujar Agnes kepada selalu.id, Kamis (26/12/2024).

Sunny Pet Hotel memang menawarkan berbagai fasilitas untuk memanjakan para penghuni bulunya. Selain kamar ber-AC dan CCTV, tempat ini juga menyediakan layanan salon atau grooming dengan harga mulai Rp 110.000.  Anjing yang dititipkan juga mendapatkan fasilitas bermain di playground dan kolam renang sebanyak empat kali sehari, serta makan dua kali dan camilan satu kali.  Para pemilik anjing juga dapat memantau hewan peliharaan mereka secara langsung melalui CCTV yang terpasang di kamar hotel.

Kemewahan dan layanan yang diberikan Sunny Pet Hotel tak hanya membuat para pemilik anjing merasa tenang, tetapi juga berdampak positif pada omset hotel.  Dwi Prabudi, Head Leader Sunny Pet Hotel, mengungkapkan bahwa omset hotel selama libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025 meningkat hingga 100 persen dibandingkan hari biasa.  Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, Sunny Pet Hotel telah menampung lebih dari 700 anjing.

Tarif menginap di Sunny Pet Hotel dibanderol mulai Rp 120.000 hingga Rp 250.000 per hari.  Harga ini terbilang cukup terjangkau mengingat fasilitas dan layanan yang ditawarkan.  "Tarif menginap di Sunny Pet Hotel memang lebih mahal dibandingkan tempat penitipan anjing biasa, tetapi kami menawarkan fasilitas dan layanan yang lebih lengkap dan profesional," jelas Dwi.

Kenaikan omset Sunny Pet Hotel menunjukkan tren baru di kalangan pemilik anjing.  Mereka semakin sadar akan pentingnya memberikan kenyamanan dan perawatan terbaik bagi hewan peliharaan mereka, bahkan saat mereka sedang berlibur.  "Pemilik anjing sekarang lebih peduli dengan kesejahteraan hewan peliharaan mereka.  Mereka ingin memastikan anjing mereka mendapatkan perawatan yang baik dan lingkungan yang nyaman saat mereka sedang tidak ada," tambah Dwi.

Keberhasilan Sunny Pet Hotel dalam menarik minat para pemilik anjing di Surabaya menunjukkan bahwa bisnis penitipan hewan peliharaan berkonsep hotel bintang lima memiliki potensi besar di Indonesia.  Tren ini diprediksi akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya jumlah pemilik hewan peliharaan dan kesadaran mereka akan pentingnya memberikan perawatan terbaik bagi hewan kesayangan mereka.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya

Kasus ini sendiri telah masuk ke ranah kepolisian, setelah Ir Peter Putero, melaporkan Pendeta Samuel ke Polda Jatim.

Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

Masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan dalam hal memilih makanan yang akan dikonsumsi saat musim hujan.

Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

Perbuatan tersangka bersama-sama dengan tersangka lain mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp157 miliar.

OTT KPK Hari Ini: Satu di Banjarmasin, Satunya Bea Cukai Jakarta

Dari kedua kasus tersebut, KPK belum merincikan siapa saja pihak yang diamankan dan detail konstruksi perkara. 

Kantor Bea Cukai Pusat Digeledah KPK, Rangkaian OTT?

Budi menegaskan Bea Cukai berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung.

626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Diklat yang digelar selama 10 hari penuh ini merupakan perubahan signifikan dari pembekalan sebelumnya yang hanya berupa bimbingan teknis (bimtek).