Sabtu, 06 Jun 2026 01:27 WIB

Banjir Surabaya Lama Surut, Begini Pernyataan BMKG

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Des 2024 18:55 WIB
Banjir Surabaya
Banjir Surabaya

selalu.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebut fenomena alam menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah sejak Selasa (24/12/2024) sore hingga Rabu (25/12/2024).

Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, mengungkapkan bahwa hujan deras di Surabaya disebabkan oleh pembentukan awan cumulonimbus (CB).

Baca Juga: Mitigasi BPBD dalam Antisipasi Kekeringan di Jawa Timur, Begini Imbauannya

Awan ini terbentuk karena adanya fenomena atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Rossby, serta konvergensi di Laut Jawa yang meningkatkan intensitas pembentukan awan hujan.

“Awan cumulonimbus ini sering terbentuk pada sore hingga malam hari dengan durasi sekitar satu hingga empat jam. Intensitasnya cukup sering terjadi minggu ini, sehingga curah hujan semakin tinggi,” ujar Ady.

Selain cuaca ekstrem, kondisi pasang air laut turut memperparah banjir di Surabaya. Pasang laut menghambat aliran air dari daratan menuju laut, menyebabkan genangan air sulit surut.

“Pada 28-29 Desember mendatang, pasang laut akan mencapai puncaknya, dengan ketinggian antara 130-140 cm. Ini berpotensi memperburuk banjir jika curah hujan tinggi terjadi bersamaan,” jelasnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Soroti Peran Dinkes yang Tak Terlihat di Tengah Penanganan Banjir Pasuruan

Ady menambahkan, banjir di Surabaya juga diperparah oleh limpasan air dari daerah lain. Hujan deras di wilayah hulu menyebabkan debit air sungai meningkat, yang akhirnya mengalir menuju Surabaya.

“Meskipun curah hujan di Surabaya tidak terlalu tinggi, debit air tambahan dari daerah lain membuat banyak wilayah tergenang,” tambahnya.

Sebelumnya, BMKG bersama pihak terkait telah melakukan operasi modifikasi cuaca (TMC) di Jawa Timur untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor. Operasi ini berlangsung dari 18-22 Desember 2024 di sepanjang pesisir utara Laut Jawa.

Baca Juga: DPRD Surabaya Dorong Penerapan Berbasis Alam hingga Dakel Dalam Atasi Banjir

Ady mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan saluran air dan memperluas area resapan di lingkungan masing-masing. Hal ini penting untuk mengurangi genangan air ketika aliran ke laut terhambat.

“Selain itu, saat terjadi cuaca ekstrem, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho. Lebih baik mencari bangunan kokoh untuk berlindung,” pesannya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.