Kamis, 23 Jul 2026 18:03 WIB

Banjir Surabaya Lama Surut, Begini Pernyataan BMKG

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Des 2024 18:55 WIB
Banjir Surabaya
Banjir Surabaya

selalu.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebut fenomena alam menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah sejak Selasa (24/12/2024) sore hingga Rabu (25/12/2024).

Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, mengungkapkan bahwa hujan deras di Surabaya disebabkan oleh pembentukan awan cumulonimbus (CB).

Baca Juga: 440 Titik Genangan Sudah Tuntas, Pemkot Surabaya Sebut Banjir Tak Akan Selesai Tanpa Langkah Pusat

Awan ini terbentuk karena adanya fenomena atmosfer seperti gelombang Kelvin dan Rossby, serta konvergensi di Laut Jawa yang meningkatkan intensitas pembentukan awan hujan.

“Awan cumulonimbus ini sering terbentuk pada sore hingga malam hari dengan durasi sekitar satu hingga empat jam. Intensitasnya cukup sering terjadi minggu ini, sehingga curah hujan semakin tinggi,” ujar Ady.

Selain cuaca ekstrem, kondisi pasang air laut turut memperparah banjir di Surabaya. Pasang laut menghambat aliran air dari daratan menuju laut, menyebabkan genangan air sulit surut.

“Pada 28-29 Desember mendatang, pasang laut akan mencapai puncaknya, dengan ketinggian antara 130-140 cm. Ini berpotensi memperburuk banjir jika curah hujan tinggi terjadi bersamaan,” jelasnya.

Baca Juga: Fenomena Bediding di Surabaya Diprediksi Berlangsung hingga Agustus 2026, Ini Imbauan BMKG

Ady menambahkan, banjir di Surabaya juga diperparah oleh limpasan air dari daerah lain. Hujan deras di wilayah hulu menyebabkan debit air sungai meningkat, yang akhirnya mengalir menuju Surabaya.

“Meskipun curah hujan di Surabaya tidak terlalu tinggi, debit air tambahan dari daerah lain membuat banyak wilayah tergenang,” tambahnya.

Sebelumnya, BMKG bersama pihak terkait telah melakukan operasi modifikasi cuaca (TMC) di Jawa Timur untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor. Operasi ini berlangsung dari 18-22 Desember 2024 di sepanjang pesisir utara Laut Jawa.

Baca Juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

Ady mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan saluran air dan memperluas area resapan di lingkungan masing-masing. Hal ini penting untuk mengurangi genangan air ketika aliran ke laut terhambat.

“Selain itu, saat terjadi cuaca ekstrem, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho. Lebih baik mencari bangunan kokoh untuk berlindung,” pesannya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Demo di Kejati Jatim, Aliansi Madura Indonesia Desak Mantan Jampidsus Segera Diadili dan Dimiskinkan

Massa juga mengatakan penegakan hukum di Indonesia saat ini hanya berlaku kepada rakyat kecil dan tidak berani menyentuh kepada pejabat.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.