Senin, 20 Jul 2026 10:26 WIB

Sempat Kritis, Nenek Korban Tabrak Lari Mercy Hitam Meninggal Dunia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Des 2024 12:45 WIB
Nenek tukang sapu yang menjadi korban tabrak lari
Nenek tukang sapu yang menjadi korban tabrak lari

selalu.id - Prasetya Ningsih (63), seorang nenek tukang sapu perumahan di kawasan Pakuwon City menjadi korban tabrak lari oleh pengemudi mobil Mercedes-Benz atau Mercy hitam bernopol  L 1725 FH, dinyatakan meninggal dunia, Selasa (24/12/2024), pukul 02.00 WIB dini hari.

Korban sempat dirawat selama satu malam di RSUD dr. Soetomo Surabaya akibat pendarahan otak yang berat, tetapi nyawanya tidak tertolong. Kini nenek tersebut  telah dimakamkan pada pukul 10.00 WIB, di TPU Jalan Sukolilo Sukorejo.

Muhammad Ikrom (21), anak keempat korban, menceritakan bahwa dirinya mengetahui kecelakaan yang menimpa sang ibu dari mandornya.

"Ibu kerja sebagai tukang sapu di kawasan Pakuwon sudah lama selama 6-7 tahun. Jam kerja biasanya dari pukul 07.00 hingga 15.00," kata Ikrom, saat ditemui selalu.id, di kediamannya.

Ningsih, ibunya, selain bekerja sebagai petugas kebersihan atau tukang sapu di Pakuwon City. Dia juga berdagang minuman di Kenjeran, di hari libur. Bahkan di hari raya lebaran.

"Ibu selalu bekerja keras, bahkan saat libur atau hari raya. Saya sendiri tinggal dengan ibu, sementara dua kakak saya sudah berkeluarga dan satu lagi masih menjalani hukuman di penjara," tambahnya.

Sementara anak pertamanya Eko Zainul Arifin (39), mengungkapkan bahwa pihak keluarga dari pelaku sempat datang ke rumah sakit pada malam kejadian bersama pengacara mereka.

"Mereka menawarkan bantuan pengobatan dan meminta itikad damai, tapi saya menolak. Saya ingin kasus ini diproses hukum karena ini sudah menghilangkan nyawa ibu saya," tegasnya.

Menurut Eko, pihak pelaku telah memberikan santunan kepada keluarga. Namun, keluarga tetap ingin kasus ini diusut tuntas, mengingat pelaku diduga mengemudi dalam pengaruh alkohol saat kejadian.

Sebelumnya, korban ditabrak lari oleh pengemudi Mercy Hitam di kawasan Pakuwon City itu, sebelum detik-detik kecelakaan beruntun di Kenjeran, Senin (23/12/2024) sore.

Kecelakaan itu memperlihatkan ampak kerusakan cukup parah tertangkap kamera dashboard mobil salah satu pengguna jalan.

Dalam rekaman dasboard tersebut tertangkap kronologi awal mobil Mercy hitam bernopol Mercy L1725 FH melaju kencang, dari arah belakang searah dengan mobil yang merekam kejadian tabrak lari korban pesepeda.

Rekaman tersebut memperlihatkan detik detik M ditabrak beserta sepedanya. Sepeda yang dikendarai M dengan mengenakan jas hujan warna hijau pun terpental jauh hingga terkapar di jalan dengan darah mengujur dari kepala.

Bukannya berhenti, pelaku justru melarikan diri ke Jalan Kenjeran, yang kemudian memicu kecelakaan beruntun.

Di Jalan Kenjeran, Mercedes-Benz yang dikendarai pelaku menabrak tiga mobil, yakni Honda Brio warna kuning, Toyota Avanza putih (yang tercebur ke sungai), dan Nissan Livina abu-abu, serta empat sepeda motor.

Sementara, pelaku pengemudi Mercy hitam bernama Septian Uki Wijaya, mengaku dalam keadaan mabuk. Kepada polisi, ia mengatakan telah mengonsumsi dua botol bir sebelum mengemudi.

“Maaf, Pak. Saya salah. Saya mabuk dan siap bertanggung jawab,” ujarnya.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 6 Mobil Terjadi di Raya Darmo Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.