Selasa, 03 Feb 2026 18:57 WIB

Siswa SMP Surabaya Korban Bullying, Ditelanjangi hingga Ditenggelamkan di Kolam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Des 2024 15:36 WIB
Bullying
Bullying

selalu.id - Kisah tragis datang dari seorang siswa SMP di Surabaya yang menjadi korban perundungan oleh enam teman sekelasnya selama tiga tahun.

Cerita memilukan ini menjadi viral setelah korban menceritakannya di akun TikTok @andysugarrr. Tidak hanya di media sosial, korban juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Dalam unggahannya, korban mengungkap pengalaman pahitnya yang bukan hanya sebatas olok-olokan verbal. Ia mengaku sering dipukul, ditendang, ditelanjangi, hingga ditenggelamkan ke kolam renang saat pelajaran olahraga di Pasar Atom.

Pengacara korban, Johan, menyebut perundungan tersebut telah berdampak besar pada kondisi mental kliennya. “Korban dirundung sejak masa orientasi. Puncaknya saat pelajaran olahraga, di mana korban ditelanjangi dan ditenggelamkan. Tindakan ini bahkan melibatkan kontak fisik tidak senonoh,” ujar Johan.

Parahnya, korban sempat merasa begitu putus asa hingga terpikir untuk mengakhiri hidupnya. Selain itu, ia sering bolos sekolah dan pernah tidak masuk selama satu bulan penuh karena tidak tahan dengan perlakuan teman-temannya.

Johan mengungkapkan, korban sudah beberapa kali melaporkan tindakan perundungan ini kepada pihak sekolah sejak kelas 1. Namun, sekolah justru tidak memberikan tindakan tegas.

“Setiap kali melapor, korban malah dimarahi dan disalahkan oleh guru. Sekolah hanya menganggap tindakan itu bercanda,” jelas Johan.

Situasi semakin memprihatinkan ketika korban melapor ke polisi pada 11 Oktober 2024. Pihak sekolah diduga mencoba menutupi kasus ini dengan mengancam korban agar tidak naik kelas dan bahkan menawarkan suap sebesar Rp500 ribu agar laporan dicabut. Namun, korban tetap kukuh melanjutkan laporannya.

Johan mendesak agar kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru Bimbingan Konseling (BK) dicopot dari jabatannya karena dianggap gagal melindungi siswa.

“Pihak sekolah sudah gagal menciptakan lingkungan yang aman. Mereka harus diganti agar kasus serupa tidak terjadi lagi,” tegas Johan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP M. Prasetyo, menyatakan pihaknya telah memanggil beberapa saksi, termasuk korban, terduga pelaku, dan pihak sekolah.

Polisi juga melakukan pemeriksaan psikiatri terhadap korban untuk mengukur dampak psikologis akibat perundungan yang dialaminya.

“Kami akan terus menangani kasus ini dengan serius, apalagi korban masih di bawah umur. Penanganan dilakukan secara hati-hati agar tidak memperparah trauma korban,” jelas Prasetyo.

Baca Juga: Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Editor : Ading
Berita Terbaru

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.