Sabtu, 13 Jun 2026 14:39 WIB

Tuntut Pengusutan Dugaan Korupsi Gedung DPRD Surabaya, Gempar Ancam Aksi Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Des 2024 17:21 WIB
Gedung baru DPRD Surabaya
Gedung baru DPRD Surabaya

selalu.id - Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Anti Korupsi (Gempar), Zahdi menyebut berencana akan melakukan aksi kembali atau demo jilid II, demi mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Gedung DPRD Kota Surabaya.

Dugaan Korupsi disebutkan terjadi pada pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya senilai Rp 54 miliar pada tahun anggaran 2018 dan 2019.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Zahdi menyampaikan akan melakukan aksi kembali, Senin (9/12/2024) besok, bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Ratusan massa bakal lakukan aksi di depan gedung Porestabes Surabaya dan Kejaksaan Negeri Surabaya (Kejari).

“Besok kami akan lakukan aksi jilid II,” kata Zahdi, kepada selalu.id, Minggu (8/12/2024).

Ia menegaskan akan tetap bergerak untuk kasus ini. Zahdi berharap agar masyarakat memberikan doa dan dukungan bagi keberlangsungan aksi tersebut.

"Insya Allah, kami siap untuk terus bergerak di garis perjuangan dalam penegakan supremasi hukum," ungkapnya.

Aksi jilid II ini, lanjut Zahdi, dilatarbelakangi oleh adanya dugaan penyimpangan dalam proses pembangunan gedung DPRD yang diduga merugikan keuangan negara.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Sediakan Aset Pengganti untuk Warga Sumur Welut

Sebelumnya, GEMPAR yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Polrestabes Surabaya, Senin (2/12/2024), kemarin. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut dugaan korupsi

Ia menyebut ini merupakan bentuk kekecewaan atas lambannya proses hukum terkait dugaan penyimpangan pembangunan gedung tujuh lantai tersebut.

“Kami melakukan ini karena sebelumnya sudah ada laporan dari masyarakat ke Kejati Jatim, tetapi hingga sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar Zahdi.

Baca Juga: Piala Dunia 2026, Ketua DPRD Surabaya Jagokan Portugal

Zahdi mengungkapkan bahwa isu dugaan korupsi ini sebenarnya sudah mencuat sejak beberapa tahun lalu.

Pada 4 November 2020, Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia (Japri) juga pernah melakukan aksi serupa di depan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, mendesak pengusutan kasus yang sama. Namun, hingga kini kasus tersebut belum menunjukkan perkembangan.

“Sekarang kami meminta Kapolrestabes Surabaya untuk mengambil langkah tegas dan segera mengusut tuntas dugaan korupsi ini,” tegas Zahdi.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Saat ini proses penelusuran jaringan masih berlangsung dan PAM Surya Sembada menargetkan distribusi air di wilayah terdampak dapat kembali berjalan optimal.