Jumat, 05 Jun 2026 09:25 WIB

Tuntut Pengusutan Dugaan Korupsi Gedung DPRD Surabaya, Gempar Ancam Aksi Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Des 2024 17:21 WIB
Gedung baru DPRD Surabaya
Gedung baru DPRD Surabaya

selalu.id - Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Anti Korupsi (Gempar), Zahdi menyebut berencana akan melakukan aksi kembali atau demo jilid II, demi mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Gedung DPRD Kota Surabaya.

Dugaan Korupsi disebutkan terjadi pada pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya senilai Rp 54 miliar pada tahun anggaran 2018 dan 2019.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Zahdi menyampaikan akan melakukan aksi kembali, Senin (9/12/2024) besok, bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Ratusan massa bakal lakukan aksi di depan gedung Porestabes Surabaya dan Kejaksaan Negeri Surabaya (Kejari).

“Besok kami akan lakukan aksi jilid II,” kata Zahdi, kepada selalu.id, Minggu (8/12/2024).

Ia menegaskan akan tetap bergerak untuk kasus ini. Zahdi berharap agar masyarakat memberikan doa dan dukungan bagi keberlangsungan aksi tersebut.

"Insya Allah, kami siap untuk terus bergerak di garis perjuangan dalam penegakan supremasi hukum," ungkapnya.

Aksi jilid II ini, lanjut Zahdi, dilatarbelakangi oleh adanya dugaan penyimpangan dalam proses pembangunan gedung DPRD yang diduga merugikan keuangan negara.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Sebelumnya, GEMPAR yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Polrestabes Surabaya, Senin (2/12/2024), kemarin. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut dugaan korupsi

Ia menyebut ini merupakan bentuk kekecewaan atas lambannya proses hukum terkait dugaan penyimpangan pembangunan gedung tujuh lantai tersebut.

“Kami melakukan ini karena sebelumnya sudah ada laporan dari masyarakat ke Kejati Jatim, tetapi hingga sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar Zahdi.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Zahdi mengungkapkan bahwa isu dugaan korupsi ini sebenarnya sudah mencuat sejak beberapa tahun lalu.

Pada 4 November 2020, Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia (Japri) juga pernah melakukan aksi serupa di depan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, mendesak pengusutan kasus yang sama. Namun, hingga kini kasus tersebut belum menunjukkan perkembangan.

“Sekarang kami meminta Kapolrestabes Surabaya untuk mengambil langkah tegas dan segera mengusut tuntas dugaan korupsi ini,” tegas Zahdi.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.