Sabtu, 08 Agu 2026 13:51 WIB

Tuntut Pengusutan Dugaan Korupsi Gedung DPRD Surabaya, Gempar Ancam Aksi Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 08 Des 2024 17:21 WIB
Gedung baru DPRD Surabaya
Gedung baru DPRD Surabaya

selalu.id - Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Anti Korupsi (Gempar), Zahdi menyebut berencana akan melakukan aksi kembali atau demo jilid II, demi mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Gedung DPRD Kota Surabaya.

Dugaan Korupsi disebutkan terjadi pada pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya senilai Rp 54 miliar pada tahun anggaran 2018 dan 2019.

Baca Juga: Jejak Gelap "Ambulans Pemetik Kursi Taman" di Sudut Surabaya

Zahdi menyampaikan akan melakukan aksi kembali, Senin (9/12/2024) besok, bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Ratusan massa bakal lakukan aksi di depan gedung Porestabes Surabaya dan Kejaksaan Negeri Surabaya (Kejari).

“Besok kami akan lakukan aksi jilid II,” kata Zahdi, kepada selalu.id, Minggu (8/12/2024).

Ia menegaskan akan tetap bergerak untuk kasus ini. Zahdi berharap agar masyarakat memberikan doa dan dukungan bagi keberlangsungan aksi tersebut.

"Insya Allah, kami siap untuk terus bergerak di garis perjuangan dalam penegakan supremasi hukum," ungkapnya.

Aksi jilid II ini, lanjut Zahdi, dilatarbelakangi oleh adanya dugaan penyimpangan dalam proses pembangunan gedung DPRD yang diduga merugikan keuangan negara.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Seleksi Pimpinan BAZNAS 2026–2031, Berikut Syaratnya

Sebelumnya, GEMPAR yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Polrestabes Surabaya, Senin (2/12/2024), kemarin. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut dugaan korupsi

Ia menyebut ini merupakan bentuk kekecewaan atas lambannya proses hukum terkait dugaan penyimpangan pembangunan gedung tujuh lantai tersebut.

“Kami melakukan ini karena sebelumnya sudah ada laporan dari masyarakat ke Kejati Jatim, tetapi hingga sekarang belum ada tindakan nyata,” ujar Zahdi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Polemik RM Ayam Goreng Ny Suharti Tuntas dengan Transparan dan Humanis

Zahdi mengungkapkan bahwa isu dugaan korupsi ini sebenarnya sudah mencuat sejak beberapa tahun lalu.

Pada 4 November 2020, Jaringan Pemantau dan Riset Indonesia (Japri) juga pernah melakukan aksi serupa di depan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, mendesak pengusutan kasus yang sama. Namun, hingga kini kasus tersebut belum menunjukkan perkembangan.

“Sekarang kami meminta Kapolrestabes Surabaya untuk mengambil langkah tegas dan segera mengusut tuntas dugaan korupsi ini,” tegas Zahdi.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Jambore PKK Sidoarjo jadi Ruang Perkuat Peran Kader di Tengah Masyarakat

Sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan keluarga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Sekuriti dan Polisi Ringkus Dua Pria Pencuri Kabel Tembaga di Kawasan Industri Gresik

Petugas keamanan perusahaan menemukan kabel tembaga yang disembunyikan di dalam jok sepeda motor.

Samakan Persepsi, Gus Fawait Minta Homecare Jember Tak Salah Sasaran

Pemkab Jember menargetkan program tersebut mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat.

Uji Mental Peserta, Prelimenary Raka Raki 2026 Digelar di Atrium Gressmall

Kegiatan di ruang publik seperti pusat perbelanjaan ini, menurut Ali Affandi, akan mengasah mental peserta di depan pengunjung mall.

Jatanras Polda Jatim Bekuk Mantan Satpam Pembunuh Nenek di Pasuruan

Polisi akan segera menggelar rekonstruksi lengkap guna melengkapi berkas perkara dan mengungkap tabir kejahatan ini secara utuh.

Dua Legenda Timnas Turun Gunung, Yusuf Ekodono dan Anang Ma'ruf Kawal Pembinaan Pemain Muda di Soekarno Cup 2026

Turnamen kelompok umur edisi ketiga ini bakal mengumpulkan 400 talenta muda dari 16 provinsi se-Indonesia.