Kamis, 04 Jun 2026 13:31 WIB

Kritik Sosial terhadap Penyelenggaraan Pemilukada 2024 di Jawa Timur

Herdian, Ketua KIPP Jatim
Herdian, Ketua KIPP Jatim

selalu.id - Pemantauan oleh Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur setelah pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2024, baik di Pilwali maupun Pilgub, menunjukkan beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian. 

Herdian, Ketua KIPP Jatim, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan tabulasi hasil pemantauan di berbagai kabupaten/kota di provinsi ini. Menurutnya, hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pemahaman masyarakat tentang pesta demokrasi ini, terutama di daerah-daerah yang jauh dari Surabaya.

"Kami mencatat, daerah-daerah yang cukup jauh dari pusat kota seperti Pamekasan, Ngawi, dan Pacitan, masih memiliki tingkat kepedulian terhadap pemilu yang rendah. Hal ini berbeda dengan kabupaten yang lebih dekat dengan Surabaya, seperti Gresik dan Sidoarjo, yang tingkat pendidikan politiknya lebih baik," ujar Herdian kepada selalu.id saat ditemui di Surabaya, Senin (2/12/2024).

Menurutnya, faktor jarak dan keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam penyelenggaraan pemilu di daerah-daerah tersebut. 

"Penyelenggara pemilu di daerah terpencil seringkali kesulitan menjangkau pemilih, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh kabupaten/kota. APBD setiap daerah berbeda, dan seharusnya provinsi dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan partisipasi pemilih di wilayah-wilayah tersebut," lanjut kata Herdian.

Herdian juga mencatat bahwa meskipun terdapat peningkatan partisipasi di beberapa daerah, seperti Surabaya dan Batu, angka partisipasi pemilih masih terbilang rendah dibandingkan dengan Pilpres 2024. "Partisipasi pemilih di Surabaya meningkat signifikan, dari 54 persen menjadi sekitar 76-78 persen, namun secara keseluruhan, angka tersebut masih jauh dari ideal," jelasnya. 

Ia menambahkan, meskipun ada peningkatan, daerah dengan tingkat partisipasi rendah, seperti Bangkalan, mencatatkan penurunan yang cukup tajam. "Dulu, Bangkalan mencatatkan partisipasi lebih dari 90 persen, namun kini hanya sekitar 74 persen," tuturnya.

Di sisi lain, KIPP Jatim juga mencatat adanya fenomena calon tunggal dalam beberapa daerah, yang berpotensi mengurangi dinamika politik.

Herdian mengungkapkan, "Kondisi ini cenderung membuat masyarakat kurang antusias karena tidak ada pilihan lain, seperti yang terjadi di beberapa kecamatan di Gresik dan kota lainnya," cetusnya.

Ia menilai bahwa partisipasi pemilih dapat meningkat jika ada persaingan yang lebih terbuka antar calon. Salah satu persoalan serius yang juga mencuat adalah praktek politik uang yang masih terjadi di beberapa daerah. "Kami menemukan bahwa meskipun ada upaya untuk meminimalisirnya, politik uang tetap menjadi masalah besar. Ini membutuhkan kerjasama antara semua pihak untuk menyelesaikannya," tambah Herdian.

Secara keseluruhan, KIPP Jatim menilai bahwa meskipun ada peningkatan partisipasi pemilih di beberapa daerah, masalah pendidikan politik dan kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan tetap menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan Pemilukada 2024.

Baca Juga: Eri Cahyadi Nilai Pemilu Terpisah 2029 Bisa Kurangi Gesekan Politik

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.