Selasa, 17 Feb 2026 05:08 WIB

Kapal Pesiar Terbesar di Dunia 'Quantum of the Seas' Singgah di Tanah Air

Quantum of the Seas
Quantum of the Seas

selalu.id - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 bersiap menyambut kedatangan kapal pesiar terbesar di dunia, Quantum of the Seas, di Pelabuhan Gilimas, Lombok, pada hari Kamis, 22 November 2024. Kedatangan kapal mewah milik Royal Caribbean Cruise Lines ini menandai tonggak sejarah baru bagi pariwisata bahari Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Quantum of the Seas, dengan panjang keseluruhan (LOA) mencapai 347 meter, akan membawa sekitar 4.000 orang penumpang dan 1.000 orang awak kapal. Kapal ini  dikenal dengan fasilitasnya yang lengkap dan mewah, termasuk  skydiving simulator, robot bartender, dan berbagai pilihan hiburan kelas dunia.

General Manager Pelindo Regional 3 Lembar, Kunto Wibisono, menyatakan bahwa Pelindo Regional 3 telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan Quantum of the Seas. Fasilitas terminal penumpang Gilimas telah disiapkan untuk mengakomodir kapal pesiar dan didesain untuk memberikan kenyamanan bagi ribuan penumpang yang akan datang.

"Kami sangat antusias menyambut kedatangan Quantum of the Seas. Kapal ini merupakan kapal pesiar terbesar yang pernah singgah di Indonesia, dan kami bangga Pelabuhan Gilimas terpilih sebagai tempat sandarnya," ujar Kunto Wibisono kepada selalu.id, Kamis (21/11/2024).

Diketahui, terminal Gilimas saat ini memiliki panjang dermaga 440 meter dan bangunan 2 lantai dengan total luas lantai 1 yaitu 12.300 m2 dan lantai 2 yaitu 2.000 m2. Terminal ini juga didukung dengan area publik yang memadai untuk mengantisipasi kunjungan penumpang dalam jumlah banyak.

Alur dembarkasi dan embarkasi penumpang telah dirancang secara efisien untuk memperlancar proses kegiatan pada saat kedatangan dan keberangkatan kapal. Pelindo Regional 3 juga telah menyiapkan mobile gangway yang modern untuk mempermudah akses penumpang menuju dan dari kapal.

Pelindo Regional 3 telah berkoordinasi secara intensif dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Karantina Imigrasi, serta Pemerintah Daerah terkait untuk memastikan kelancaran proses kedatangan kapal pesiar ini.

"Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan berbagai layanan pendukung, seperti transportasi, akomodasi, dan wisata, bagi para penumpang," imbuh Kunto Wibisono.

Kedatangan Quantum of the Seas diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Ribuan wisatawan internasional yang datang akan mengunjungi berbagai destinasi wisata di kawasan Nusa Tenggara Barat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Keberhasilan Pelabuhan Gilimas dalam menerima kapal pesiar terbesar di dunia menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam mengembangkan sektor pariwisata bahari.  Semoga kedatangan Quantum of the Seas dapat menjadi momentum bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Apa Sih Makna Filosofis Imlek di Tahun Kuda Api 2026, Ini Penjelasan Dosen UK Petra

Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia menyebut Imlek sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan mempererat relasi.

Buruan Daftar! SIER Gelar Program Mudik 2026, Begini Caranya

Pada mudik tahun ini, SIER menyiapkan sejumlah rute strategis yang menjangkau berbagai wilayah di Jawa Timur

Potret Warga Binaan Lapas Mojokerto Bersih-bersih Masjid Sambut Ramadan

Sebanyak 15 pegawai Lapas Kelas IIB Mojokerto diterjunkan, dibantu oleh empat warga binaan yang telah melalui proses pembinaan serta pengawasan yang ketat.

Universitas Muhammad Seruji Jember Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul

Sebanyak 196 mahasiswa dari enam fakultas resmi dikukuhkan sebagai sarjana dalam prosesi yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh rasa syukur.

Harga Ayam di Surabaya Naik saat Imlek dan Jelang Ramadan, DPRD Minta RPU Dimaksimalkan

Kondisi tersebut berisiko menekan stok di pasaran dan memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Gila, Paman-Bibi di Surabaya Aniaya Balita 4 Tahun Hingga Terluka dan Kelaparan

Akibat ulah sang paman dan bibinya itu, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya bahkan sampai rambutnya botak.