Minggu, 08 Nov 2026 09:41 WIB

Kapal Pesiar Terbesar di Dunia 'Quantum of the Seas' Singgah di Tanah Air

Quantum of the Seas
Quantum of the Seas

selalu.id - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 bersiap menyambut kedatangan kapal pesiar terbesar di dunia, Quantum of the Seas, di Pelabuhan Gilimas, Lombok, pada hari Kamis, 22 November 2024. Kedatangan kapal mewah milik Royal Caribbean Cruise Lines ini menandai tonggak sejarah baru bagi pariwisata bahari Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Quantum of the Seas, dengan panjang keseluruhan (LOA) mencapai 347 meter, akan membawa sekitar 4.000 orang penumpang dan 1.000 orang awak kapal. Kapal ini  dikenal dengan fasilitasnya yang lengkap dan mewah, termasuk  skydiving simulator, robot bartender, dan berbagai pilihan hiburan kelas dunia.

General Manager Pelindo Regional 3 Lembar, Kunto Wibisono, menyatakan bahwa Pelindo Regional 3 telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan Quantum of the Seas. Fasilitas terminal penumpang Gilimas telah disiapkan untuk mengakomodir kapal pesiar dan didesain untuk memberikan kenyamanan bagi ribuan penumpang yang akan datang.

"Kami sangat antusias menyambut kedatangan Quantum of the Seas. Kapal ini merupakan kapal pesiar terbesar yang pernah singgah di Indonesia, dan kami bangga Pelabuhan Gilimas terpilih sebagai tempat sandarnya," ujar Kunto Wibisono kepada selalu.id, Kamis (21/11/2024).

Diketahui, terminal Gilimas saat ini memiliki panjang dermaga 440 meter dan bangunan 2 lantai dengan total luas lantai 1 yaitu 12.300 m2 dan lantai 2 yaitu 2.000 m2. Terminal ini juga didukung dengan area publik yang memadai untuk mengantisipasi kunjungan penumpang dalam jumlah banyak.

Alur dembarkasi dan embarkasi penumpang telah dirancang secara efisien untuk memperlancar proses kegiatan pada saat kedatangan dan keberangkatan kapal. Pelindo Regional 3 juga telah menyiapkan mobile gangway yang modern untuk mempermudah akses penumpang menuju dan dari kapal.

Pelindo Regional 3 telah berkoordinasi secara intensif dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bea Cukai, Karantina Imigrasi, serta Pemerintah Daerah terkait untuk memastikan kelancaran proses kedatangan kapal pesiar ini.

"Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan berbagai layanan pendukung, seperti transportasi, akomodasi, dan wisata, bagi para penumpang," imbuh Kunto Wibisono.

Kedatangan Quantum of the Seas diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Ribuan wisatawan internasional yang datang akan mengunjungi berbagai destinasi wisata di kawasan Nusa Tenggara Barat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Keberhasilan Pelabuhan Gilimas dalam menerima kapal pesiar terbesar di dunia menjadi bukti kesiapan Indonesia dalam mengembangkan sektor pariwisata bahari.  Semoga kedatangan Quantum of the Seas dapat menjadi momentum bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Cara Dapat BSU 900 Ribu hingga Zodiak

Pembaca tertarik pemberitaan pemerintahan, sejarah hingga pemerintahan.

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.