Kamis, 04 Jun 2026 23:04 WIB

Cak Imin Sebut Surabaya Kota Percontohan Sinkronisasi Data Bansos

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 14 Nov 2024 19:59 WIB
Muhaimin Iskandar
Muhaimin Iskandar

selalu.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut Kota Surabaya memiliki data yang baik untuk memberikan Bantuan Sosial (Bansos) tepat sasaran.

Cak Imin menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan sinkronisasi data penerima bansos. Sehingga, ia menyebut Kota Surabaya bisa menjadi percontohan untuk daerah lain.

Menurutnya, data Surabaya lebih baik usai mendengar alur dan cara kerja Dinas Sosial di Kota Pahlawan. Hasilnya, sebagai salah satu kota besar di Indonesia.

"Surabaya ini karena SDM bagus, masyarakat tingkat pendidikan bagus, sehingga updating lebih cepat. Sinkronisasi datanya lebih baik dibandingkan kabupaten/kota lain. Bisa jadi contoh kalau kota-kota besar," kata Cak Imin saat ditemui selalu.id, Kantor Dinsos Surabaya, Kamis (14/11/2024).

Ketua Umum PKB itu maksud kunjungan ke kantor Dinsos Surabaya ini menjadi bagian melakukan sinkronisasi data. Terutama data penerima manfaat bantuan sosial.

Ia menilai sinkronisasi data itu akan menuju satu data tunggal nasional. Ia juga sedang menulusuri cara kerjanya, mekanisme, tata kelolo jumlah, dan bagaimana pengisiannya.

"Surabaya sebagai salah satu kota yang maju bisa jadi salah satu rujukan. Tata kelola pendataan, updating data, sistem pendampingan, satuan-satuan bantuan sosial yang bisa diberikan," jelasnya.

Oleh karena itu, nantinya pada tahun 2025 ketika ada bantuan tambahan yang bersifat efisiensi bantuan sosial, semuanya tepat sasaran.

"Tujuan semuanya, agar masuk Januari seluruh bentuk bantuan sosial tetap sasaran," uajrnya.

Sementara Kepala Dinsos Surabaya Anna Fajrihatin mengatakan, jika beberapa data pemerintah pusat yang tidak sama dengan daerah. Di Surabaya sendiri memiliki base data mulai dari RT, RW, lurah, dan camat dengan indikator sesuai BPS yang disesuaikan dengan pusat, sehingga muncul data miskin saat ini.

"Kami tidak tahu data mana paling benar, tapi saat ini base data yang bisa ada pintu masuk updating masih DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," kata Anna.

Saat ini di Surabaya ada 26.000 KK keluarga miskin dan dipastikan sudah tercover. Data ini setiap bulan mengalami proses update, termasuk proses perubahan data miskin ketika ada orang meninggal, pindah.

"Yang dapat bantuan yang masuk data msikin, kalau nggak masuk pasti diberi provinsi, kalau nggak masuk lagi diberi pemkot. 26 ribu (keluarga miskin) insyaallah (sudah tercover semua)," pungkasnya.

Baca Juga: Cara Cairkan Bansos PKH Tahun 2026, Cukup 5 Langkah Langsung Clear

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.