Rabu, 22 Jul 2026 00:14 WIB

Cak Imin Sebut Surabaya Kota Percontohan Sinkronisasi Data Bansos

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 14 Nov 2024 19:59 WIB
Muhaimin Iskandar
Muhaimin Iskandar

selalu.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut Kota Surabaya memiliki data yang baik untuk memberikan Bantuan Sosial (Bansos) tepat sasaran.

Cak Imin menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan sinkronisasi data penerima bansos. Sehingga, ia menyebut Kota Surabaya bisa menjadi percontohan untuk daerah lain.

Menurutnya, data Surabaya lebih baik usai mendengar alur dan cara kerja Dinas Sosial di Kota Pahlawan. Hasilnya, sebagai salah satu kota besar di Indonesia.

"Surabaya ini karena SDM bagus, masyarakat tingkat pendidikan bagus, sehingga updating lebih cepat. Sinkronisasi datanya lebih baik dibandingkan kabupaten/kota lain. Bisa jadi contoh kalau kota-kota besar," kata Cak Imin saat ditemui selalu.id, Kantor Dinsos Surabaya, Kamis (14/11/2024).

Ketua Umum PKB itu maksud kunjungan ke kantor Dinsos Surabaya ini menjadi bagian melakukan sinkronisasi data. Terutama data penerima manfaat bantuan sosial.

Ia menilai sinkronisasi data itu akan menuju satu data tunggal nasional. Ia juga sedang menulusuri cara kerjanya, mekanisme, tata kelolo jumlah, dan bagaimana pengisiannya.

"Surabaya sebagai salah satu kota yang maju bisa jadi salah satu rujukan. Tata kelola pendataan, updating data, sistem pendampingan, satuan-satuan bantuan sosial yang bisa diberikan," jelasnya.

Oleh karena itu, nantinya pada tahun 2025 ketika ada bantuan tambahan yang bersifat efisiensi bantuan sosial, semuanya tepat sasaran.

"Tujuan semuanya, agar masuk Januari seluruh bentuk bantuan sosial tetap sasaran," uajrnya.

Sementara Kepala Dinsos Surabaya Anna Fajrihatin mengatakan, jika beberapa data pemerintah pusat yang tidak sama dengan daerah. Di Surabaya sendiri memiliki base data mulai dari RT, RW, lurah, dan camat dengan indikator sesuai BPS yang disesuaikan dengan pusat, sehingga muncul data miskin saat ini.

"Kami tidak tahu data mana paling benar, tapi saat ini base data yang bisa ada pintu masuk updating masih DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," kata Anna.

Saat ini di Surabaya ada 26.000 KK keluarga miskin dan dipastikan sudah tercover. Data ini setiap bulan mengalami proses update, termasuk proses perubahan data miskin ketika ada orang meninggal, pindah.

"Yang dapat bantuan yang masuk data msikin, kalau nggak masuk pasti diberi provinsi, kalau nggak masuk lagi diberi pemkot. 26 ribu (keluarga miskin) insyaallah (sudah tercover semua)," pungkasnya.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.