Sabtu, 05 Sep 2026 23:48 WIB

Cak Imin Sebut Surabaya Kota Percontohan Sinkronisasi Data Bansos

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 14 Nov 2024 19:59 WIB
Muhaimin Iskandar
Muhaimin Iskandar

selalu.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut Kota Surabaya memiliki data yang baik untuk memberikan Bantuan Sosial (Bansos) tepat sasaran.

Cak Imin menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan sinkronisasi data penerima bansos. Sehingga, ia menyebut Kota Surabaya bisa menjadi percontohan untuk daerah lain.

Menurutnya, data Surabaya lebih baik usai mendengar alur dan cara kerja Dinas Sosial di Kota Pahlawan. Hasilnya, sebagai salah satu kota besar di Indonesia.

"Surabaya ini karena SDM bagus, masyarakat tingkat pendidikan bagus, sehingga updating lebih cepat. Sinkronisasi datanya lebih baik dibandingkan kabupaten/kota lain. Bisa jadi contoh kalau kota-kota besar," kata Cak Imin saat ditemui selalu.id, Kantor Dinsos Surabaya, Kamis (14/11/2024).

Ketua Umum PKB itu maksud kunjungan ke kantor Dinsos Surabaya ini menjadi bagian melakukan sinkronisasi data. Terutama data penerima manfaat bantuan sosial.

Ia menilai sinkronisasi data itu akan menuju satu data tunggal nasional. Ia juga sedang menulusuri cara kerjanya, mekanisme, tata kelolo jumlah, dan bagaimana pengisiannya.

"Surabaya sebagai salah satu kota yang maju bisa jadi salah satu rujukan. Tata kelola pendataan, updating data, sistem pendampingan, satuan-satuan bantuan sosial yang bisa diberikan," jelasnya.

Oleh karena itu, nantinya pada tahun 2025 ketika ada bantuan tambahan yang bersifat efisiensi bantuan sosial, semuanya tepat sasaran.

"Tujuan semuanya, agar masuk Januari seluruh bentuk bantuan sosial tetap sasaran," uajrnya.

Sementara Kepala Dinsos Surabaya Anna Fajrihatin mengatakan, jika beberapa data pemerintah pusat yang tidak sama dengan daerah. Di Surabaya sendiri memiliki base data mulai dari RT, RW, lurah, dan camat dengan indikator sesuai BPS yang disesuaikan dengan pusat, sehingga muncul data miskin saat ini.

"Kami tidak tahu data mana paling benar, tapi saat ini base data yang bisa ada pintu masuk updating masih DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)," kata Anna.

Saat ini di Surabaya ada 26.000 KK keluarga miskin dan dipastikan sudah tercover. Data ini setiap bulan mengalami proses update, termasuk proses perubahan data miskin ketika ada orang meninggal, pindah.

"Yang dapat bantuan yang masuk data msikin, kalau nggak masuk pasti diberi provinsi, kalau nggak masuk lagi diberi pemkot. 26 ribu (keluarga miskin) insyaallah (sudah tercover semua)," pungkasnya.

Baca Juga: Cak Imin Disebut Siap Maju Ketum PBNU

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.